Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Monday, March 16, 2020

Seturut KasihNya

"Kunantikan janji Allah dig'napi dalamku
Kuharapkan, yang terbaik terjadi di dalamku
Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

(Symphony Music)

Sore ini tiba-tiba keingetan lagu ini, setelah seharian istirahat (mendadak) di rumah sambil pantengin linimasa yang isinya beragam: dari kicauan netizen soal covid-19 hingga memes receh yang selalu berhasil mengocok perut πŸ˜‚

Diantara sekian banyak informasi dan kicauan yang bersliweran, 1 yang sedang mengganjal di hati adalah soal pembatasan transportasi publik.

Emang sih selama ini gue udh misuh misuh juga soal gimana pemerintah meng-handle issue ini wkwk. Rasanya antara kesel, ganjel dan geregetan gitu. Tp semuanya msh belum menyentuh level geregetannya gue pas liat kebijakan baru pemprov soal transportasi publik. Kenapa? Karena kebijakan ini bakal ngena banget di gue secara personal πŸ˜‚

Kebijakan baru soal transportasi publik itu begini: 
amada akan dikurangi, headway akan diperpanjang, rute serta jumlah penumpang akan dibatasi.

Kondisi itu memaksa gue utk bangun pagi. Krn klo ga bangun pagi maka gue akan menelan pil pahit: ga akan bisa dpt bis buat ngantor.

Nah masalahnya: gue itu buruk banget dalam hal bangun pagi. 

Udah sekian kali banyaknya gue bangun pagi dan selalu diikuti dengan pusing tak terhingga dan lemas tak terkira. Bahkan situasi sick leave hari ini pun karena itu. Gue bangun jam 5 pagi, siapin bekal buat di kantor then collapse. Like i didnt have any strength at all to get up again till ART dateng dan buatin gue teh manis 😭

Bahkan jika gue bisa bangun pagi.. still i have to face this:

Taken from twitter


Seseorang yang gue kenal pun sempet bercuit di linimasa kalo dia sudah mengantri dari jam 5.30am dan antriannya pun sudah mengular.

OMYGOD 😭

Oke mungkin gue bisa menggunakan opsi kedua: lupakan bis TJ dan pakailah ojek daring.

Dan otak cuan gue berhitung dengan sedemikian rupa.. sehingga ingin gue teriakkan: TIDAAAAKKKK 😭😭

Berapa banyak yang harus gue spend hanya utk transport doang? Budget gue rasanya jd berantakan. Gimana nanti buat bayar listrik? Gimana utk obat bokap? Gimana nanti utk perpuluhanπŸ˜‚ (like seriously though 🀣) Belum lagi cicilan yg belum kelar dan tagihan yang masih ngeganjel 😭

Kepala gue makin pusing. Badan gue makin lemesπŸ˜‚ Mulut gue pun akhirnya mengeluarkan keluhan. Nyokap dengerin sambil ngomong "iya ya dek" wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Then akhirnya gue mandi, dan keingetan lagu itu. 
Beres mandi dan siap2 ke dokter, gue menyempatkan diri utk menyanyikan lagu itu.

"Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

Nyanyiin lagu ini somehow bikin hati tenang. Rasanya damai. 

Gue percaya ini pekerjaan RK utk ngingetin: kalo Dia akan kerjakan (semua hal yang baik) seturut FirmanNya dan akan sediakan (semua hal yang gue butuhkan) seturut kasihNya bagiku.

Bahkan share temen2 cg di wa hr ini soal kasih Tuhan juga somehow 'click' sm lagu ini.

Credit by Coach Romi Keren, inspired by the Holy Spirit who speaking thru JP's sermon πŸ˜‚


"seturut kasihNya bagiku" sebenarnya udah oke dan udah ngena banget. Tapi kebenarannya bahkan ini: "...Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." (Yoh 17:23 TB)

Kita dikasihi dengan level yang sama seperti Bapa di Surga mengasihi Yesus. Kebayang ga sih? Bener-bener as He is, so are we 😭 (Bahkan di online service kmrn, pak JP bilang dia pun msh blm bisa comprehend the depth of this verse. Krn ya bener juga: it's too great to be understood by our finite mind😭😭)

Gue pun berdoa sejenak. Dengan kesadaran bahwa gue dikasihi dan percaya akan penyediaanNya yang sempurna. Kalo Tuhan Yesus bisa dapet coin dari ikan demi bisa bayar pajak, maka gue percaya Bapa akan menyediakan ikan-ikan yang terbaik untuk gue ambil koinnya 😁

He will supernaturally provide every single need that i have. Termasuk semua kekuatan dan kesehatan utk bangun pagi πŸ˜‚

And i can sense that the peace of God came to me. Knowing deep inside that everything will be alright and all is well in Christ 😊😊

"Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

Thursday, April 18, 2019

Living Hope

Udah hampir 4 bulan gue tertanam di sebuah komunitas baru. Sejujurnya rasanya beda banget seperti yang gue rasakan jaman dulu gue ngampus. Kalo dulu basicnya adalah anak-anak perantauan yang berkumpul menjadi 1 dan berbagi suka duka bersama haha. Gue tau tiap member punya background yang berbeda tapi karena sama-sama anak luar kota dan tinggal di kosan, somehow ga keliatan banget gitu status sosial masing-masing. Jadi mau ada milyaran di rekening juga tetep aja ke gereja naik angkot bareng, pulang makan di tenda racun dan cari duit bareng jualan baju bekas pagi-pagi di pasar tradisional (buat acara komunitas maksudnya).

Nah kalo yang sekarang itu... rasanya beda banget. Pertama kali dateng ternyata tempatnya mevvah sekali. Belum lagi tiap kali nyampe, kadang suka ada yang nanya 1 dengan yang lain "Parkir di mana?" wkwk ga ada gitu yang nanya "Tadi gampang ga dapet ojeknya?" HAHAHAHAHA. Trus mau fellowship juga asal jebret aja makan dimana gitu yang jauh dan mehong. Rasanya beda banget. Status sosial juga keliatan banget gitu antara 1 dengan yang lain.*

Satu waktu gue merasa berat sekali mau dateng di komunitas karena merasa 'I'm not supposed to be there' hahaha. Meski memang value-nya 'come as you are' tapi tetep karena tau bahwa gue dan yang lain berada di status sosial yang berbeda rasanya ya ga enak aja gitu. Kadang merasa unworthy, kadang merasa 'kepedean/sok asik' padahal tau memang beda. Kadang merasa salah tempat.

Tapi tiba-tiba gue kepikiran ini:

Kalo aja di dunia ini kita bisa merasa ga layak semeja bareng dengan orang-orang yang berbeda status sosial dan ekonomi, gimana nanti?

..

Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan yang menciptakan segalanya dan memiliki segalanya?
Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan dengan bumi sebagai pijakan kakiNya dan langit sebagai tahtaNya?
Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan yang memiliki surga dengan jalan yang terbuat dari emas?
Gimana dengan fakta bahwa Tuhan adalah Kudus, Benar dan Adil.. sementara kita adalah manusia yang jahat, kotor, dan penuh dengan dosa?

Akankah kita bisa melihatNya? Bertemu duduk semeja bersama?
Akankah kita sanggup untuk bisa hidup bersamaNya dalam kekekalan?

Akankah kita mampu berdiri di hadapan TahtaNya? Di hadapan para malaikatNya?
Di dalam atmosfer yang penuh dengan kemuliaan, kekudusan dan kebenaranNya?

Untuk bisa berdiri di atas jalan yang terbuat dari emas saja rasanya gue ga sanggup.
Lebih lagi dengan apa yang gue tulis sebelumnya.

I am not worthy.
I am a sinful man.
I am dirty.
I am full of wickedness.
I am evil.
I had committed many offenses before God.

Ga ada seujung kuku-pun gue sanggup untuk berdiri dan memandang Tuhan.

BUT.. GOD..

But God demonstrates His own love toward us, in that while we were still sinners, Christ died for us. (Romans 5:8 NKJV)

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8 TB)

BUT GOD.

Tuhan tau manusia itu sebenarnya sampah karena dosa yang melekat padanya,
Tuhan tau manusia itu ujungnya maut mau jungkir balik kek apapun juga.
Tuhan tau manusia itu ga akan pernah bisa masuk ke dalam kerajaanNya karena dosa yang membelenggunya.

TETAPI TUHAN..

Tuhan ambil inisiatif.
Tuhan turun tangan.
Tuhan yang bergerak.
Tuhan berpikir dan bertindak.
Tuhan proklamirkan kebenaranNya.
Tuhan tunjukkan keadilanNya.
Tuhan buktikan kasihNya.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Sejak awal manusia berdosa, Tuhan sudah merancangkan hadirnya Penyelamat. 
Namanya Yesus Kristus.

Sedemikian rupa dibuatNya sehingga Yesus adalah a perfect man dan a perfect God yang sanggup menjadi manusia untuk mati menanggung seluruh murka Tuhan atas dosa yang diperbuat oleh seluruh manusia di bumi ini.

Sebelum Yesus Kristus mati, Dia berkata "Sudah Selesai" yang artinya bahwa seluruh penghukuman dan kutuk atas dosa sudah ditanggung dan sudah diselesaikan di dalam tubuhNya di atas kayu salib.

Dia pun bangkit menyatakan bahwa Dia telah menang atas upah dosa -- yaitu maut.

Semua karena KasihNya pada kita.

For God so loved the world that He gave His only begotten Son, that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life. (John 3:16 NKJV)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16 TB)

..

Kalo bisa divisualisasikan, gue merasa seperti seorang yang terdesak di tengah lautan manusia yang berjalan menuju maut. Terdesak sedemikian rupa dan tau kalo gue tersesat dan terjatuh dan ga bisa bangkit lagi (seperti lagu ya wkwk). Dan somehow ada seseorang yang berlari ke arah gue dengan jubah kemuliaanNya yang berkibar-kibar (karena berlari) dan Dia datang menunjukkan tanganNya yang berlubang dan berkata "Semua sudah Kuselesaikan. Maukah kamu menerimaNya?" dan gue hanya bisa menangis dan mengangguk-angguk. Dia peluk gue. Dia angkat gue. Dia taruh gue di atas bahunya. Dia bawa gue berbalik dari arus yang ada, berlari mengarah pada sebuah kastil besar tempat Dia tinggal. Dia bawa gue kesana dan sampai ke depan gerbang kastil kerajaan itu, Dia turunkan gue. Dia pegang tangan gue yang gemetar melihat seluruh bangunan dan jalanan yang terbuat dari emas yang bersinar-sinar begitu cemerlangnya.

Dan Dia berkata: "Jangan takut. Akulah Aku. Immanuel."

Oh my God im crying while im writing this :"""

Jesus is the reason of all.
Jesus is the only reason that we can be accepted before God.

Jesus Christ is my Living Hope.

**

How great the chasm that lay between us
How high the mountain I could not climb
In desperation, I turned to heaven
And spoke Your name into the night
Then through the darkness, Your loving-kindness
Tore through the shadows of my soul
The work is finished, the end is written
Jesus Christ, my living hope

Who could imagine so great a mercy?
What heart could fathom such boundless grace?
The God of ages stepped down from glory
To wear my sin and bear my shame
The cross has spoken, I am forgiven
The King of kings calls me His own
Beautiful Savior, I'm Yours forever
Jesus Christ, my living hope

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Then came the morning that sealed the promise
Your buried body began to breathe
Out of the silence, the Roaring Lion
Declared the grave has no claim on me

Then came the morning that sealed the promise
Your buried body began to breathe
And out of silence, the roaring Lion
Declared the grave has no claim on me
Oh Jesus, Yours is the victory, whoa!

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Oh Jesus Christ, my living hope
Oh living hope
Yeah, He's our living hope
He's our living hope
Yeah, He's our living hope
And I believe it
You're my living hope
Yeah, You're my living hope
You're my living hope
Yes you are, yes you are, in many ways
In many ways
In many ways
You are, you are, you are, you are
In many ways

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Oh Jesus Christ, my living hope


Songwriters: Phil Wickham / Brian Mark Johnson
Living Hope lyrics © Bethel Music Publishing


_____
*anywaaaay, im okay with this kind of community, in fact i love them! obviously ini adalah season yang baru buat gue. doakan aku yah wakakakakka..





Sunday, January 20, 2019

God's Blessings

GENESIS 1

The way God bless is by saying a word.

Genesis 1:22 And God blessed them, saying, “Be fruitful, multiply, and fill the waters in the seas, and let birds multiply on the earth.”
Genesis 1:28 And God blessed them [granting them certain authority] and said to them, “Be fruitful, multiply, and fill the earth, and subjugate it [putting it under your power]; and rule over (dominate) the fish of the sea, the birds of the air, and every living thing that moves upon the earth.”

Tuhan memberkati dengan cara berkata-kata. Dan Dia memperkatakan hal yang ingin dilihatNya, bukan memperkatakan hal yang sedang Dia lihat. This is how He bless the world. 

Berhubung kita diciptakan segambar serupa dengan gambar Allah.. maka jika kita ingin hidup kita diberkati, kita kudu memperkatakan hal yang ingin kita lihat. Sama seperti cara Tuhan memberkati.  

Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 

Perkatakan berkat atas hidup kita. Perkatakan apa yang ingin kita lihat. Bukan berarti kita denial, tapi inilah iman percaya. Personally, ini nampar gue banget sih, krn gue sering bgt ngomong yang ngaco terutama ke diri gue sendiri, karena ya faktanya demikian. Tapi kalo mau liat berkat Tuhan, maka hati-hati gunakan mulut, karena ada kuasa di dalamnya. Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1-2). 

Contohnya gini:
"Bro, gimana kabar lo? Denger2 kmrn baru abis keluar dari ICU?
"Iya nih bro, gue masih kudu recovery nih. Masih ga enak sih badannya. Tapi gue percaya Tuhan Yesus udah sembuhin gue dan gue bisa pulih total."
"Amin bro, amin. Get well soon bro!"

****

Saturday, January 12, 2019

When Cough Hit Me (Testimony)

Jadi pulang dr Malang aku kena radang tenggorokan yang imbasnya jadi batuk pilek. Batuknya ga cuman krn gatel di tenggorokan tp juga seperti ada dorongan dr dalem yg kepengen batuk (yg pernah batuk pasti ngerti). 

Nah, beberapa waktu terakhir aku berdoa ga bersuara (dalam hati/berbisik). Tp semalam abis pulang dr MSJ sebelum tidur aku kepengen berdoa bersuara. 

Saat aku ngomong "Tuhan Yesus" somehow aku merasa dorongan ingin batuk ky kesedot ke dalem πŸ˜… (God is my witness). 

Di MSJ aku belajar di Rom 10:10 "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Bahwa klo hati kita percaya maka kita dibenarkan, klo mulut kita mengaku maka kita diselamatkan. 

Ketika momen "batuk kesedot" itu terjadi aku langsung confess dlm doaku "Aku sudah disembuhkan. Aku sembuh oleh kuasa Darah Yesus. Aku adl ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yg baru sudah datang." Setelah berdoa confess dengan mulut aku, aku juga berbahasa roh. Dan kemudian... (God is my witness) rasa ingin batuk itu hilang seketika 😭😭 

Aku jd belajar banyak hal:

1... God is ALWAYS be with us, and there is NOTHING can separate us from His presence and His love.
Krn sejujurnya aku cuman ngomong "Tuhan Yesus" doang tp efeknya luar biasa. Bukti bahwa Dia hanya 'sejauh' perkataan saja krn Dia selalu hadir dan siap untuk menyelamatkan.

2.. We need to confess our faith.
Aku belajar klo iman kita perlu diperkatakan, krn "i believe therefore i speak". Kita harus declare dengan mulut kita akan iman percaya kita dan declare apa yg sedang T kerjakan dlm hidup kita. Iman ga bisa hanya di hati doang, tp kudu diperkatakan agar itu bermanifestasi dlm hidup kita. If we believe that Jesus is our God, we need to pray the salvation prayer with our mouth and confess "Jesus, i believe that you died and rose for me. And i declare that You are my Lord and Savior"

3.. There is power in speaking in tongues!!
Sejujurnya setelah momen batuk kesedot dan confession itu, aku bahasa roh ga abis abis πŸ˜… dan selama aku berbahasa roh, aku semakin terus merasa dorongan batuk terus menghilang smpe ketiduran πŸ˜…. Paulus bilang "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh" artinya berbahasa roh ga cuman di gereja pas ibadah doang, atau hanya saat musik sedang naik sampe badan merinding πŸ˜‚ tp kebenarannya adl kita bisa berbahasa roh kapan aja. Berbahasa roh ga mesti teriak-teriak diikuti tangan geter, tp bisa pelan dengan suara kecil--namun kuasanya tetap sama. "He who speaks in a tongue edifies himself". Krn kata 'himself' ga cuman bicara roh aja tapi termasuk di dalamnya jiwa dan tubuh. Klo lagi sakit, kita bisa semakin lagi berbahasa roh.

Overall, sejujurnya aku jarang mengalami kesembuhan instan ky gini dan benar-benar krn kasih kemurahan T aku bisa ngalamin begini (bcz who am I without Him 😭). Itu artinya juga klo macam aku aja bisa mengalaminya, kamupun juga bisa. Bcz it is not about how bad we are, but it is about how Good God is for us 😭. Yesus baik. Haleluya. Amin.

Tuesday, December 29, 2015

Masuk Angin

Can't help but share this!!! *pegangan laptop*

I experienced this TWICE in this month.

Oke jadi begini..

Udah dua kali gue mengalami gejala masuk angin. Kepala pusing dan terasa menekan, temperatur badan lebih rendah, badan lemes, mata berat. Rasanya ngantuk tapi badan dan mata ga bisa diajak tidur. Gue pribadi juga sebenarnya ga gitu suka tidur siang, karena rasanya agak bersalah dengan hari yang dihabiskan dengan tidur. Mending baca ampe mabok dibandingkan tidur sampe muntah *lebay*

Gejala masuk angin ini biasanya diawali dengan kurang tidur. Oke gue tau kurang tidur emang jadi penyebab masuk angin. Tapi di dua kasus masuk angin yang gue alami ini agak sedikit berbeda. Kali pertama gue udah tidur selama 5 jam (lumayan kan 5 jam?) dan emang saat itu gue bangun lebih pagi untuk keluar kota (mungkin badan jadi gampang capek). Kali kedua ini gue udah tidur 6.5 jam (which is halo.. 0.5 jam lagi udah 7 jam!) dan kebangun karena kebelet pee yang kemudian masih leyeh-leyeh dengerin sermon pagi (nyantai kan?).

Di dua kondisi itu, gue tidur lebih dari 3-4 jam. 5 jam okelah ya. Dan 6.5 jam? Cukuplah.
Tapi kenapa gue masuk angiiin?

Gue zebel karena sebenarnya penyebabnya hanya karena kurang tidur yang ga kurang-kurang amat. Tidur 5-6 jam itu udah lumayan banget, dan apalagi di kali kedua gue masih nyantai di tempat tidur, tapi tetep aja masuk angin.

Yang pertama
Di kali pertama saat gue masuk angin di luar kota (sebut saja Bandung) bener-bener sangat merusak rencana. Karena cuman bisa 2 hari di Bandung, kedua hari itu menjadi sangat berharga untuk bisa kesana kemari.

Gue inget banget, saat itu saking udah ga kuatnya, gue memutuskan untuk ke kosan sebentar dengan pikiran tidur adalah obat yang terbaik! Nyampe di kosan, berbenah sebentar (sambil menyiapkan laptop untuk download wgwg) dan mencoba untuk tidur. Mata udah merem, tapi otak masih jalan. GRAAA. Buat tidur siang aja gabisaa KZL.

Di tempat tidur sempat terpikir untuk keluar kosan beli tolak angin, tapi kepala ini pusingnyaaaaa. Berat banget sampe melek aja susah, apalagi beranjak keluar lagi dan beli tolak angin? Ga kuat.

Desperate.

Ketika gue lagi terbaring di kamar kosan *lebay tapi iya* gue mendadak keinget 1 FT tentang speaking in tongues. Gue keingetan 1 ayat kalo berbahasa roh itu membangun diri. Diri ini ga cuman bicara roh, tapi juga jiwa dan tubuh. Ada dorongan dari roh gue untuk berbahasa roh, dan berbahasa roh lah gue. 

1 Kor 14:4.. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri
1 Cor 14:4.. He who speaks in a tongue edifies himself

Gue ga ngerti gue ngomong apa, dan gue ga peduli juga gue ngomong apa. Gue percaya Roh Kudus berdoa dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan dan lebih tepat sasaran dibanding gue sendiri berdoa dengan pikiran gue.

Roma 8:26-27.. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu..

Setelah berbahasa roh selama 1-2 menit.. jeng jeng! Gue masih terbaring #eaa
Dan setelah gue bangun....

God is my witness: the headache was gone!

Gue terpana. Serius.
Gue ga menyangka (akhirnya) gue mengalami kesembuhan yang terjadi dengan instan.

Wow 
Wow 
Wow

Ini seriusan?
Beneran?
Sembuh?
Ciyusan apah?

Masih kagak percaya.

Beres sakit kepala yang menghilang begitu saja, gue kemudian bergegas keluar kosan melakukan seluruh rencana yang udah disiapkan untuk hari itu.

And God is my witness: Sampe malem pun udah ga kerasa sakit kepala (dan bahkan gejala masuk angin yg lain) sama sekali!

Bahkan di hari itu gue sempet keliling-keliling toko buku yang which is klo sakit kepala itu masih ada, gue ga akan mungkin kuat. Tapi faktanya, semua gejala hilang begitu aja buff!

Wow.

I thank God for His words are so true!

Yang Kedua
Di waktu yang kedua, lagi-lagi gue masuk angin. Tapi yang ini lanjut besok aja haha.
Stay tuned!

Wednesday, December 9, 2015

Feel loved?

Kasih.

Beberapa minggu ini gue lagi belajar banyak tentang kasih.
Bukan dari pengalaman sih, tapi lebih ke pengajaran tentang apa itu kasih dan gimana Bapa begitu mengasihi manusia.

Gue sadar betul kalo Tuhan itu amat sangat mengasihi manusia. Mengasihi gue.
Dia memposisikan diriNya menjadi Bapa dan mau menganggap kita manusia sebagai anakNya.
Karena satu alasan: Dia ingin mencurahkan kasihNya kepada kita.

Dengan satu alasan ini aja sebenarnya udah cukup jadi pegangan dan landasan hidup.

Tapi.. terkadang,
manusia ini butuh manusia-manusia lain untuk tau bahwa ia dikasihi.

Gue mendadak keinget... kira-kira gue ini dikasihi ga ya?

HAHAHAHAHAHIKZHIKZHIKZHAHAHAHAHA

Mendadak sedih haha ciyus.

Memori gue melayang pada masa dimana gue 'dijangkau' dan gue dimuridkan...
dan akhirnya pemurid ini menyerah dengan gue haha.

Ci, far above all, I thank you sooo much for everything you have done for me. Untuk waktu, tenaga, uang dan semuaa yang udah cc korbankan dan yang udah cc berikan untuk aku. Semua akan Tuhan ganti. Pasti :)  By the way, been there done that. Aku mengerti kok hehe ;)

Memori gue juga terbang pada masa dimana out of nowhere ada seorang cc yang sering telpon nanya kabar, bbm-an kepo, dan again out of nowhere si cc bisa-bisanya cerita tentang keluarganya yang sembuh secara ajaib.. kepada gue yang SAHA ETA GUE? DA GUE SIAPA? 

Kenangan akan memori itu membuat gue tersadar.. hey, she remembered me :)
Dan dengan dia inget sama gue untuk kemudian cerita, nanya kabar and so on adalah satu tanda bahwa gue diinget dan gue dikasihi. 

But then, (mungkin) karena gue pernah cerita hal aneh which was so disgusting (YES CI, I KNOW) atau mungkin karena hal lain yang ga gue ketahui... terputuslah komunikasi :(

Gue juga kagok nanya-nanya atau gimana (meskipun sempet sih gue suka curhat-curhat gitu) tapi rasanya kagok banget karena gue ngerasa apalah gue ini kek remahan peyek sementara doi udah kaya kerupuk bangka (ANGGAP AJA INI BEDA JAUH OKEH?)

Thank you ci buat jawaban yang lugas singkat terpercaya.. yang selalu diakhiri dengan "udahlah sini cc telpon kamu aja, susah dijelasin kalo lewat chatting" dimana itu menghabiskan pulsa cc haha. And for that book, Gosh, thank you!

Dan.... memori gue terhenti pada masa dimana ada seorang cc yang peduliiiiiiiiiiiiiiii banget sama gue. Ketika kondisi lingkungan gue ada pada masa paling terpuruk, doi kepo bangeeeeet nanya-nanya kabar gue, gimana ke depannya, gimana kabar lingkungan gue, dan gimana-gimana lainnya. 

Baik kan?

Tau ga gue tanggapannya gimana?

Cuek.

Di-WA, jawabnya singkat. Ditanya kabar, jawabnya baik ci. Full stop. Udah aja gitu.
Sampe detik-detik terakhir tetep aja gue ga terbuka buat cerita kondisi gue.
Dan doi dengan sabarnya ngeladenin gue, tetep nanya kabar gue.

Thank you kepada cc terkasih dengan dua anak yang ucul dan emeshhh. Thank you buat makanan gratis dari acara memasak tanpa sambal (haha) dan sejuta hal lain yang udah cc bagikan buat aku. Thank you!

Dari 3 memori yang ada, gue jadi dingatkan untuk menghargai kasih yang udah diberi oleh orangtua PA kepada gue. Bahwa apa yang pernah gue rasakan sebenarnya adalah perpanjangan kasih yang Tuhan ingin beri ke dalam hidup gue melalui keberadaan ibu PA. 

Dan bahwa kasihlah yang menjadi dasar dalam pemuridan.

Bukan target.
Bukan apa kata leader.
Bukan karena tekanan.

Gue juga jadi ngeh bahwa segala sesuatu yang orangtua PA pernah buat dalam hidup anak PA.. itu diinget loh. Mungkin bukan saat itu juga, tapi percayalah, jika dengan kasih kamu melakukannya, hal itu akan diingat oleh anak PA.

Satu hal terakhir yang melintas di benak.. dan yang membuat sedih pake banget adalah..

Jika kita meninggalkan mereka yang pernah kita bimbing begitu saja.. tanpa pamit, tanpa menyebutkan alasan, tanpa dengan jelas memberi tau kenapa.. sang anak bisa saja berpikir bahwa ia tidak dikasihi.. oleh manusia.. yang mungkin saja bisa berujung pada.. "Tuhan ga sayang sama aku"

Karena gue pun merasakan demikian.

Bahwa manusia butuh manusia lain untuk tau bahwa ia dikasihi.
Jangan tinggalkan mereka tanpa alasan.

JEDEEER!

Dari kontemplasi yang ada inilah, maka, dengan ini, saya..
*brb line anak-anak PA*

___
untuk cici-cici yang ga gue sebut nama, if you read this, you know who you are. 
thank you once again :)

Thursday, December 3, 2015

Love Beyond Logic

'kan gue nulis lagi 'kan?

Idk, ini otak lagi banyak yang pengen ditulis -________-

Satu hal yang menggelitik di malam ini, di tengah ketak ketik sok asik gue adalah:

dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1 Kor 13:13)

Taken from tumblr

"Gue bingung kok si A mau ya sama si B. Padahal doi kan jorok bet."
"Si Z kan kerjaannya pelayanaaaaan mulu. Napa dia mau ya sama si Y padahal interestnya beda."
"Lah, gue kalo ngeliat M sama N kek berasa ga cocok. Tapi napa mereka lengket bener yak?"

Banyak yang bisa dijadiin alasan buat bilang si ini dan si itu ga cocok,
ataupun hal lain yang rasanya gatel pengen bilang cari yang laen aja dah.

Tapi.. 

Kalo cinta/kasih itu ada, BEUH..

Ga ada alasan bray.

Mau elo jorok kek, aneh kek, sokasik kek, bego kek (ekstrim), tapi kalo lo udah cinta dan saling mencintai, apapun dilalui.

Dan cinta/kasih itulah yang membuat lo bertahan.

Iya emang komitmen itu penting,
tapi komitmen karena kita mencintai orang itu.

Taken from wordpress

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:38-39)

Wednesday, December 2, 2015

Are you God?

Gue ga pengen jadi Tuhan.

Gue sujud syukur banget deh kalo sekarang gue cuman jadi manusia.

Ga kebayang kalo gue jadi Tuhan, gimana stressnya ini hidup. Si ini butuh itu, si anu butuh ini. Si A nanya jodoh, si B nanya kerjaan, si C nanya studi. Dan gue (jika gue adl Tuhan) kudu menjawab semua masalah/pertanyaan dari bermilyar-milyar manusia di bumi.

Dan gue (jika gue adl Tuhan) tentu harus menuntun beribu banyak domba di dunia yang makin gelap ini. Baru hari pertama gue udah resign jd Tuhan!

But, sadar ga sadar, kita ini kadang suka banget ngambil kerjaannya Tuhan.

Anway, hari ini gue lagi lumayan eneg.
Eneg dengerin keluhan (jika gue boleh mendefinisikan demikian) tentang betapa merananya kehidupan ini.

Tentang bagaimana gaji, yang bahkan baru akan datang di waktu kedepan, ga akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulan.

Bro, gajinya belon dateng aja udh bisa-bisanya langsung kuatir ga akan cukup?

Iya gue tau emang ga cukup.
Iya gue tau emang banyak yg kudu dibayar.

Tapi bisakah kita percaya sedikiiiit aja bahwa kita akan cukup dgn apa yg kita miliki?

Dan bahkan dengan kekuatiran akan sesuatu yg belom terjadi, kita lupa utk bersyukur utk banyak hal yg kita terima di bulan ini.

And you know what, this is the reason why we worry so much:

Kita. Mengambil. Kerjaan. Tuhan.

Kadang, karena pekatnya situasi yang menghimpit, kita merasa diri kitalah yang sepenuhnya bertanggung jawab atas semua yang terjadi dlm kehidupan.

Everything depends on me.

Jangan salah sangka.

Kalo emang lo pengen punya badan wangi, ya lo kudu mandi. Badan wangi apa kagak emang sepenuhnya bergantung sm keputusan dan tindakan lo. Dan juga hal-hal logis lainnya.

Maksud gue disini adalah.. kehidupan ini kadang menuntut kita utk mengambil keputusan-keputusan tertentu yang menyulitkan, yang lahir dari kondisi dimana seolah-olah gue yang mengontrol semua.

Seolah-olah kalo sekarang gue ga take in charge, semua jadi kacau. Kalo gue ga kerja membabs buta sekarang, anak ga bisa sekolah (read: lembur ampe mabok, lupa segala yg lain). Kalo aja gue ga kejar ini orang sekarang, apapun yang terjadi, gue yang rugi.

Iya emang bener, manusia yg ambil keputusan.

Tapi jangan lupa:
Kolose 3:2-3 (TB)
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 

Colossians 3:2-3 NKJV
Set your mind on things above, not on things on the earth. For you died, and your life is hidden with Christ in God.
Bukan cuman lo aja yg pegang kendali hidup, Kristus pun pegang itu.

Berhenti berpikir bahwa segala sesuatu ada dalam kekuatan tangan dan pikiran manusia semata. Learn to let God take control. He will leads you... to the still waters.

Sebenernya gue masih bingung utk mengejawantahkan isi pikiran ini, tapi intinya:
Let man be man and let God be God.
By the way..
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1 Timotius 6:10-11)

Wednesday, November 25, 2015

Broken Tree in The Garden of Grace

Tadi siang gue chatting sama seseorang. Sebut saja Mawar (a classic one, isn't it? haha). Doi cerita panjaaaaaaaaang kale, dan sambil nungguin doi cerita, gue bikin karamel (yang akhirnya gosong *kusedihsekali*)

KEMBALI KE LAPTOP!

Iya, jadi doi cerita banyak tentang pelayanannya di Bandung. Beberapa hari yang lalu dia melayani seorang anak komsel. Anak ini kalo dilihat-dilihat ceria sekali and looks like nothing's wrong with her life. Tapi ternyata.. wow.. dia mengalami banyak pahitnya hidup. 

See, kita emang ga boleh judge orang, karena kita gatau loh gimana hidupnya. Every behavior always have a reason behind.

Si Mawar ini kemudian cerita gimana dalam pelayanannya, Tuhan akhirnya pulihkan hidup si anak ini. Meski dalam ceritanya, gue banyak mengernyitkan dahi (haha) tapi gue cuman mau liat endingnya aja, kalo Tuhan telah menyembuhkan ini anak dan Tuhan bisa pakai siapa aja untuk jadi perpanjangan tanganNya.

Hidup berkomsel membuat kita ngeh kalo hanya Tuhan aja yang bekerja di dalam kita. Ngeliat hidup hidup si ini, si anu, kok kayanya gitu amat ya. Kok setelah diperhatikan, si ini, si anu masih jauh dari kehidupan kekristenan yang 'sempurna' (jadi terang, garam, teladan, lalala you name it). Tapi anehnya ketika dalam pelayanan, Tuhan hadir. Tuhan bekerja. Tuhan melawat.

Dengan ini gue ga bilang kalo "Hiduplah seenak udelmu, Tuhan tetap bekerja" 
Bukan ya! 

Tapi pointnya adalah: ketika kita ingin orang lain diubahkan (karena kita mengasihi dia, tentu saja), sebenarnya cuman karena Tuhan aja. Bagian kita cuman  bacot   share kebenaran FT dan tumpangin tangan (kalo dibutuhkan). 

It's not about what we have done, but only because He is good and He loves the one who we serve.

Gue suka quote dari Om Rick Warren di Hillsong Conference Australia tahun ini.
In God's garden of grace, even broken trees bear fruit
Di dalam kasih karuniaNya, bahkan hidup orang yang udah hancur pun, Tuhan bisa pakai untuk jadi berkat buat orang lain.  

So, that's why:
2 Corinthians 12:9 NKJV
"My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness"
2 Korintus 12:9 TB
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna"
Kemaren-kemaren ini gue post foto di Instagram. Ada banyak foto yang gue ambil waktu naik ke puncak Sikunir, Dieng. Sayang kan kalo ga di-post. Nemu 1 foto bagus banget dan pengen pake caption tentang kebesaran Tuhan gitu. Cari ayat dan nemunya yang kaya gini (dan akhirnya pake yang ini):
Yesaya 66:1-2 TB
Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. 
Isaiah 66:1-2 NKJV
Thus says the Lord: “Heaven is My throne, And earth is My footstool. Where is the house that you will build Me? And where is the place of My rest? For all those things My hand has made, And all those things exist,” Says the Lord. “But on this one will I look: On him who is poor and of a contrite spirit, And who trembles at My word.
Padahal cuman mau niat ambil ayat yang pertama, tapi kemudian tertegun dengan ayat yang kedua.

Tuhan yang besar ini, dimana langit adalah tahtaNya (kebayang ga besar kerajaanNya kaya gimana, kalo langit aja cuman jadi tahtaNya) dan bumi adalah tumpuan kakiNya (sepatuNya Tuhan sebesar bumi, kebayang ga 'besarnya' Dia?) ternyata memandang kepada orang yang tertindas, patah semangat dan gentar pada FirmanNya.

Say what?

Jenderal besar gaulnya sama siapa sih? Ya sesama Jenderal.
Konglomerat lebih nyaman diskusi sama siapa? Sesama konglomerat, atau at least pebisnis. Main golf bareng, nongkrong bareng, meeting bareng.

Ga usah jauh-jauh liat jenderal atau konglomerat. Waktu di sekolah aja, siswa/mahasiswa pasti akan bergaul dengan orang-orang yang "sepantaran". Geeks will be friends with other geeks. Anak gaol dengan sesama gaol. Yang bandel bakal gabung dan bikin tawuran haha. 

Tapi ternyata Tuhan itu berbeda dengan apa yang biasa kita lihat di dunia ini.

Dengan kemahakuasaan dan kemahabesaran yang Dia miliki, Dia memilih untuk memandang orang-orang yang ga "sepantaran" dengan Dia. Dia ga cari orang besar, orang kuat atau orang hebat (layaknya Dia yang besar, kuat dan hebat). Dia memilih untuk melihat orang-orang yang lemah namun menghargai perkataanNya.

Jesus died for all. But His eyes are for the lost, the last and the least.
Luke 19:10 NKJV 
for the Son of Man has come to seek and to save that which was lost
Kalo kamu ngerasa kamu adalah the lost: ga yakin nanti abis mati bakal kemana, melayang-melayang di bumi atau membusuk di neraka dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you. Atau kamu pikir kamu adalah the last: selalu menjadi yang terakhir, otak ga pinter-pinter amat, hidup gagal terus, ga punya temen, keluarga pergi ga ada yang peduli dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you. Dan jika kamu pikir kamu adalah the least: miskin terus dari kecil, sekolah aja gabisa, kaum marjinal dalam masyarakat dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you!

Even He become more interested with you if you reverently responsive to what He say.

Tuhan tertarik dengan orang-orang yang tidak berdaya dengan diri/kondisinya dan percaya pada FirmanNya. FirmanNya yang mengatakan Allah mengaruniakan anakNya yang tunggal, turun ke dunia, menjadi sama seperti manusia, mati dan bangkit menggantikan posisi kita bukan untuk menghakimi kita tetapi untuk menyelamatkan kita (Yoh 3:16-17).

FirmanNya yang mengatakan Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (2 Kor 8:9)

FirmanNya yang mengatakan Oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita (1 Kor 1:30)

Tuhan ga tertarik dengan orang yang merasa udah hidup bener dengan taat pada hukum agama. Membusungkan dada dan menyatakan diri aku orang kudus, kamu semua pendosa *insert ketawanya kentung*. Menaikkan dagu dan dengan keyakinan diri bilang tell me God what I must to do. Surely I will do everything You command me to do. Everything, God. Everything! *insert ketawanya kentung*
Markus 10:17-22  
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Tuhan mengasihi orang macam gini juga sih. Tapi Dia ga bisa menunjukkan kebesaran kasih kuasaNya kepada orang yang merasa dia bisa memenuhi seluruh hukum untuk berkenan di hadapan Tuhan. KasihNya nyata bagi orang yang merendahkan diri untuk melepaskan segala atribut kemampuan diri, merendahkan diri untuk mengakui bahwa diri ini lemah, tak berdaya, tertindas & patah semangat dan bilang Jesus, I can't but You can. 
Lukas 5:12-13
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. 
So, are you the lost? The last? Or the least?

Just come as you are.
Talk to Him.
He interested with you and He wants to help you.
He's more than able to help you.
Hear His words and response it by believe in The One who died for you.
Surrender your life, your messy life, into His hands.
Yohanes 6:28-29 
Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah
By the way, pernah denger quote God helps those who help themselves? It is a wrong quote, guys.
Kudunya kaya gini:

Ini yang bener

Jadi keingetan lagu..
Hidupmu berharga bagi Allah
Tiada yang tak berkenan di hadapan-Nya
Dia ciptakan kau s'turut gambar-Nya
Sungguh terlalu indah kau bagi Dia 
Dia berikan kasih-Nya bagi kita
Dia t'lah relakan segala-galanya
Dia disalib 'tuk tebus dosa kita    
Kar'na hidupmu sangatlah berharga 
Reff:
Buluh yang terkulai tak kan dipatahkan-Nya
Dia 'kan jadikan indah sungguh lebih berharga
Sumbu yang t'lah pudar tak kan dipadamkan-Nya
Dia 'kan jadikan terang untuk kemuliaan-Nya

Friday, November 13, 2015

Da Aku Mah Apa

Siapa sih disini yang ga punya akun social media? Gue rasa se-gaptek-gapteknya orang, paling enggak doi punyalah satu akun. At least Facebook lah ya. Ga punya Facebook? Yodah Friendster *jadul* Atau paling nggak Timeline di Line deh, kan udah mirip kaya Facebook.

Gue? Yah seperti nak muda kekinian, gue punya akun di Facebook, Twitter, Instagram, Path, Pinterest. Belom punya Snapchat dan Periscope karena ku punya kuota data terbatas sekali.

Seperti layaknya gen Y yang lain *tsah* ku suka sekali scrolling-scrolling socmed!

Di Facebook, gue sering nemu resep-resep menggiurkan yang murah dan praktis. 
Di Twitter, gue suka nemu berita-berita teranyar bahkan bisa lebih cepat dari stasiun berita di TV. 
Di Instagram, gue banyak liat foto-foto yang luarbiasa ketjenya sampe-sampe jumlah following gue lebih banyak dibanding jumlah followernya *ngikik*
Di Pinterest, gue seneng banget ngeliat ide-ide brilian dan info-info menarik yang sayang sekali untuk Anda lewatkan!

Di Path, gue menemukan.. how small I am.

Wait, What?

Yup. Di Path, orang-orang berlomba-lomba untuk menonjolkan betapa kerennya pakaian mereka, betapa enaknya makanan mereka, betapa kecenya mereka bisa mengunjungi tempat wisata yang lagi happening, betapa bagusnya lagu yang mereka dengar, betapa kayanya hidup mereka, dan betapa-betapa lainnya.

SEBENERNYA SIH GUE SAMA KEK MEREKA JUGA.
Ya gue juga suka posting-posting pamer gitu *ya gimana atuh hahaha*

Tapi poin gue adalah: semakin gue liat orang-orang di sekeliling gue dan semakin gue perhatiin apa yang gue miliki... oh, man.. I am nothing yow!

Gue ga punya banyak hal yang bisa gue banggakan. Seriously, apalah yang bisa gue banggakan dari diri gue ini? APAA? *kemudian nangis di pojogan*

But then.. tadi di Instagram gue nemu ini:


Taken from instagram.com/nccvarsity


Yohanes 6:5, 8-10 TB
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Tuhan bisa pake apapun yang kita miliki buat jadi berkat untuk orang banyak. Kebayang ga sih 5 roti 2 ikan bisa sanggup bikin kenyang 5000 laki-laki (belum termasuk istri-anak yang dibawa, yang berarti bisa sampe 10.000an orang) dan bahkan sisa lebih! AMAJING!

See, kadang ketika kita liat apa yang kita miliki, kemampuan yg kita punya, it feels so small, and even insignificant. But when we give.. we surrender that small things to God, He can uses it to feed the multitudes. 

Inget juga Daud.
Dengan apa dia mengalahkan Goliat? Bazooka? AK 47?
Nope. He just use his sling and stone (alias batu sama ketapel, see 1 Sam 17:50)

Again with this story, God want to tell us kalo Tuhan bisa pake apapun yang kita miliki untuk jadi berkat. Ini juga jadi bukti klo tanpa Tuhan yang ikut campur 'bekerja' dalam hal kecil yang kita punya, ya kita ini ga ada apa-apanya. 

Tentang Daud kita juga bisa belajar untuk setia dengan hal-hal kecil yang kita punya sekarang. 

Sebelum Daud bisa ngalahin Goliat, Daud itu adalah seorang gembala domba. Kerjaan gembala itu ya ngejagain domba-dombanya. Kalo ada singa dan beruang, Daud bunuh dan usir mereka (1 Samuel 17:34). In the middle of shepherding his sheep, He loves to wrote psalms, played the harp – and most of all: yearned to be in God’s presence (Mazmur 27:4). 

Dengan setia mengerjakan apa yang ada padanya dan terus dekat dengan Tuhan, Daud seperti 'dipersiapkan' Tuhan untuk bisa mengalahkan Goliat.

NANCEP KAN.

Dari postingan Instagram itu gue jadi ngeh. Gue mau 'melihat' apa yang sekarang ada di tangan gue. Meski mungkin terlihat ga guna dan ga banyak apa yang bisa dikerjakan dengan apa yang ada, gue mau belajar setia. Gue mau simply close to Jesus dan minta Tuhan terus bukakan mata gue utk gue ngeh apa talent yang udah Dia kasih ke gue.. dan gue mau setia ngerjainnnya so through that gift, I can bless the many.

Sunday, March 29, 2015

Remember Jesus

Remember Jesus  
by Max Lucado, Fear Not

In what was perhaps the last letter Paul ever wrote, he begged Timothy not to forget. You can almost picture the old warrior smiling as he wrote the words.

Remember Jesus Christ, raised from the dead, descended from David. 
- 2 Timothy 2:8




2 Timothy 2:8



When times get hard, remember Jesus. When people don’t listen, remember Jesus. When tears come, remember Jesus. When disappointment is your bed partner, remember Jesus. When fear pitches his tent in your front yard. When death looms, when anger singes, when shame weighs heavily. Remember Jesus.

Remember holiness in tandem with humanity. Remember the sick who were healed with callused hands. Remember the dead called from the grave with a Galilean accent. Remember the eyes of God that wept human tears.

~Six Hours One Friday

Are not two sparrows sold for a penny? Yet not one of them will fall to the ground apart from the will of your Father. And even the very hairs of your head are all numbered. So don’t be afraid; you are worth more than many sparrows. - Matthew 10:29-31

I will praise You, for I am fearfully and wonderfully made; marvelous are Your works, and that my soul knows very well. - Psalm 139:14 

We are God’s masterpiece.

He has created us anew in Christ Jesus, so we can do the good things He planned for us long ago. - Ephesians 2:10





Excerpted with permission from Fear Not, copyright Thomas Nelson 2014. 

Tuesday, November 25, 2014

Duh!

Hari ini ga produktif banget.

Bangun jam 6

Bukannya sate malah bobo lagi sampe jam 10.

Bukannya mandi trs makan, 
malahan delivery dari kedai makan yang cuman jarak 2 rumah.
Kena ongkir 2ribu pula.

Bukannya ngerjain tugas,
malahan nonton Youtube ampe mabok.

Bukannya nulis yang bener di blog,
malahan curhat di mari.

Duh!

Tuesday, November 18, 2014

KENAIKAN HARGA BBM: SEBUAH PILIHAN SULIT

Tulisan ini tidak akan banyak berfokus pada angka dan data soal APBN, subsidi yang salah sasaran dan angka-angka statistik lain yang membosankan dan bisa dengan mudah anda googling. Tulisan ini akan lebih fokus untuk memberi gambaran pada pembaca yang saya harap rakyat Indonesia yang sedang harap-harap cemas dengan kenaikan BBM. Bagaimana kita harus mengerti kondisi ini dan bagaimana kita bersikap.
Sebelumya mari kita terbang sejenak ke AS untuk mengutip pandangan seorang political activist/comedian Bill Maher, yang bila saya terjemahkan, “Hey, kenapa kau mengeluh harga bensin naik? Tahukah kalian, untuk mendapatkan minyak, negara kita harus berperang dan membunuh orang lain.” Sebuah sarkasme yang kemudian dilanjutkan dengan sarkasme lain pada pemerintahan saat itu, di bawah kepemimpinan W. Bush, “Dear President Bush, lain kali kalau anda bilang kita berperang untuk minyak, pastikan kita bawa pulang minyaknya.”
Dua kalimat terdengar mengolok-olok dan hanya bercanda. Tapi itulah yang terjadi, minyak memicu konflik di beberapa kawasan dunia dan khusus di AS kemudian rakyat sudah mulai bertanya-tanya apa tujuan mereka berperang, kalau memang minyak, kenapa harganya terus naik?
Minyak atau bahan bakar fossil memang masih komoditas utama penghasil energi saat ini. Dan dengan perkembangan industri, pertambahan jumlah kendaraan bermotor, dan peralatan lain yang membutuhkan energi, permintaannya kian naik. Selain itu dia bukan sumber daya yang dapat diperbaharui. Permintaan naik, persediaan berkurang, hukum ekonomi akan berlaku, harga naik. Sejalan waktu harga minyak dunia selalu naik, terkadang turun memang, tapi secara keseluruhan dalam rentang waktu saat sumber energi ini mulai eksploitasi, kecenderungannya naik.
Lho, kita kita kan negara produsen, kalau harga naik, bagus dong. Kita kan anggota OPEC. Nah ini seperti pendukung Liverpool yang bilang, kita kan juara. Jawabannya itu dulu, sekarang tidak lagi. Produksi minyak kita defisit terhadap kebutuhan dalam negeri. Produksinya terus menurun dan bila tidak ada sumber baru maka cadangan minyak kita akan habis dalam kurun waktu 12 tahun. Menjomblo 12 tahun itu lama, tapi percayalah menunggu 12 tahun untuk habisnya cadangan minyak kita, itu waktu yang singkat.
Sebuah fenomena menarik, ada beberapa perusahaan leasing yang memberikan tenor kredit mobil hingga 10 tahun, luar biasa. Melihat fakta bahwa cadangan minyak kita tinggal 12 tahun, maka pemilik mobil ini, punya kesempatan 2 tahun menikmati mobilnya setelah lunas. Setelah itu mungkin dia tidak mampu beli bensin, karena Indonesia akan menjadi negara pengimpor BBM murni. Jadi pikir-pikir deh yang mau kredit mobil. Haha.
Pemerintah selama ini memberikan subsidi sehingga rakyat Indonesia bisa menikmati harga yang lebih murah dari harga minyak dunia. Beban itu dirasa kian berat dan jumlah subsidi BBM di atas subsidi kesehatan dan pendidikan. Kondisi ini diperparah dengan kenyataan bahwa BBM bersubsidi ini malah 77% dinikmati 25% orang-orang berpenghasilan tertinggi.
Singkatnya, beban tinggi, dan salah sasaran.
Mengurangi subsidi BBM dan mengarahkannya ke sektor lain menjadi sebuah pilihan yang harus diambil dan diakui sulit. Buah simalakama. Sama-sama tidak enak.
Lalu ada suara lain. Bagaimana kita tahu subsidi BBM ini belum tepat sasaran. BBM adalah salah satu komponen pembentuk harga kebutuhan pokok. Biaya produksi dan distribusi dipengaruhi harga BBM. Kalau harga BBM naik, otomatis harga kebutuhan pokok naik. Masih untung kalau begitu, kadang-kadang baru ada isu BBM mau naik, harga kebutuhan pokok bisa naik duluan. Oleh karena itu, kalau memang harus naik, lebih baik jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Nanti jadi seperti legenda bulutangkis kita, ragu-ragu Icuk.
Artinya ini pilihan sulit. Secara jangka panjang memang kita harus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, melakukan konversi energi ke gas di jangka menengah, mencari alternatif energi lain, membangun infrastruktur transportasi massal, dll. Banyak pakar yang kita miliki terkait ini. Tapi dalam jangka pendek ini apa? Ya, saya kira mengalihkan alokasi dana subsidi ke sektor yang tepat seperti kesehatan dan pendidikan adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, dan kalau memang sudah diwacanakan jangan berlarut-larut.
Ini bukan kebijakan populis bagi sebuah pemerintahan yang baru sekitar satu bulan bekerja. Saya menempatkan diri sebagai rakyat, juga tidak senang. Tapi saya, tanpa mencoba mewakili rakyat yang lain, mencoba mengerti kondisinya, dan memberi kesempatan pada pemerintahan yang baru ini kalau memang mau mengatur distribusi subsidi.
Maka koalisi di parlemen, pemerintah, ormas, dan semua elemen, kita punya musuh yang lebih nyata: krisis energi. Tanpa bertengkar satu sama lain pun kita sedang menghadapi kesulitan yang nyata. Ya kalau mau ‘disambi’ berantem, berarti memang kita kelebihan energi, haha.
Hal sederhana yang kemudian dikeluhkan rakyat adalah, rakyat memang terbiasa susah, tapi ya sangat tidak adil adalah kalau kemudian lapisan terbawah masyarakat yang kemudian paling menderita akibat kenaikan BBM bersubsidi. Sementara mafia migas merajalela, oknum alat negara terlibat pula. Tidak ada rasa kebersamaan, susah-senang sebagai bangsa dijalani bersama. Oke, kalau memang menaikkan harga BBM bersubsidi ini pilihan yang harus diambil, lakukan jangan ragu. Tapi jangan ragu juga untuk: berantas mafia migas!!!
Bahkan intinya, berantas semua mafia. Pertahankan satu mafia saja, mafia asal Jogja. Mafia Pathuk! #kepleset

_____
Menjawab polemik kenaikan harga BBM, so I decided to re-blogged Sam's post.