Tuesday, May 12, 2020

Even Greater

Alkitab itu unik.

Unik karena ga peduli seberapa kalipun kamu membacanya, selalu akan ada makna baru yang tersembunyi - dan makna itu mengubahkan hidup.

Alkitab itu seperti tumpukan lapisan wafer tango. Layernya ratusan (yah meskipun sekarang tango tidak seenak jaman dulu wakakakk). Dan isinya seperti tepung dan minyak janda di Sarfat. Ga ada habis-habisnya πŸ˜„

Seperti yang gue rasakan akhir-akhir ini ketika gue baca kitab Roma. Ga paham lagi udah berapa kali baca kitab ini (ciyee lebay banget ya, padahal mungkin cuman 2-3 kali hahahaha) tapi saat gue baca kembali, lagi-lagi gue bisa dapetin sesuatu yang baru.

So, there you go.

**
Rome 5:15-17 NLT
    (15) But there is a great difference between Adam’s sin and God’s gracious gift. For the sin of this one man, Adam, brought death to many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of forgiveness to many through this other man, Jesus Christ.
    (16) And the result of God’s gracious gift is very different from the result of that one man’s sin. For Adam’s sin led to condemnation, but God’s free gift leads to our being made right with God, even though we are guilty of many sins.
    (17) For the sin of this one man, Adam, caused death to rule over many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of righteousness, for all who receive it will live in triumph over sin and death through this one man, Jesus Christ. 
Roma 5:15-17 TB
    (15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah  dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 
    (16) Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 
    (17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup  dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

Buat yang sudah lahir baru, gue mau ajak kalian untuk mengenang jaman-jaman dulu ketika masih begajulan belum kenal Yesus. Mungkin ada beberapa dari kita yang pernah ngerasain gimana 'susahnya' kita untuk bisa doa lahir baru. Kenapa? Karena mungkin kita merasa ga ada yang salah dengan diri kita wkwk.

Gue ga dosa-dosa amat lah.
Bohong? Ya semua orang juga suka berbohong.
Tapi gue ga mencuri kok.
Ya adalah dikit-dikit nyontek waktu sekolah.
Ga banyak lah.
Gue masih ga seburuk orang lain yang membunuh atau having sex di luar nikah.

Gue orang bener kok.
Ga butuh yang rohani-rohani amat.
Apalagi sampe confess mengaku Yesus adalah Tuhan di depan banyak orang.
Pfft.. enggaklah.
I'm good.

Intinya sebelum kita betul-betul lahir baru, kita sering merasa belum teryakinkan bahwa sesungguhnya jati diri kita adalah orang berdosa - mau sebesar apapun perbuatan baik yang sudah kita lakukan.

Padahal jelas-jelas Roma 5 mengatakan bahwa "...dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.."

Karena 1 pelanggaran Adam, maka dosa sudah menjalar ke seluruh manusia.
Manusia pun jatuh ke dalam kuasa dosa dan maut.
Semua orang telah berbuat dosa dan menjadi orang berdosa.
Dan perbuatan baik sebesar apapun ga akan bisa mengubah status manusia yaitu orang berdosa.

Without Jesus, we are the sinners.
Our good deeds cannot change the status that we are the sinners.

Hingga akhirnya Tuhan menjamah kita dan kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya dalam hidup kita masing-masing.

Nah.. menariknya adalah ini.

Kalo dulu sebelum lahir baru, orang berdosa merasa dirinya orang benar.
Sekarang setelah terima Yesus, rasa-rasanya juga sama susahnya untuk teryakinkan bahwa kita adalah orang yang benar atau dibenarkan oleh Yesus πŸ™ƒ

Orang benar?
Bentar dulu.
Gue itu masih bolong-bolong satenya.
Kadang suka lupa berdoa..
..apalagi baca FirTu, waduh bisa seminggu suka ga baca.
Belum lagi kalo di rumah ketemu orangtua, emosi suka naik :"(
Omongan bisa nyeplos kata kasar kalo lagi kesel.

Enggak, gue bukan orang benar.
Gue masih orang berdosa.

See?
Kalo jaman belum lahir baru, kita merasa kita ga dosa-dosa amat.
Kalo jaman sudah lahir baru, kita pikir kita masih belum benar-benar amat.

Kesel sih pas menyadari ini ketika baca Roma 5.
Betapa kita ini suka banget dikerjain sama syetan bengcek. Wkwkwkwk

Padahal kebenarannya adalah ini:
...For the sin of this one man, Adam, brought death to many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of forgiveness to many through this other man, Jesus Christ. [...] For Adam’s sin led to condemnation, but God’s free gift leads to our being made right with God, even though we are guilty of many sins.
Kalo dosa Adam bisa bikin manusia seantero jagat raya jadi orang berdosa.. maka lebih besar lagi kasih karunia Tuhan dan anugerah kebenaran yang diberikan Tuhan Yesus.. yang menjadikan kita orang yang dibenarkan di hadapan Tuhan meskipun kita telah bersalah atas banyaknya dosa kita.
For the sin of this one man, Adam, caused death to rule over many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of righteousness, for all who receive it will live in triumph over sin and death through this one man, Jesus Christ.
Even greater, beloved.
God's grace is even greater than the sin of Adam.

Seperti saat kita masih berstatus sebagai orang berdosa,
segede apapun perbuatan baik kita tetap ga akan bisa mengubahkan identitas sebagai orang berdosa.

Tetapi lebih besar lagi dan lebih benar lagi,
kuasa kasih karunia Yesus,
saat ini,
ga peduli sebesar apapun kesalahan yang pernah kita buat,
sedalam apapun kejatuhan kita,
tetap tidak bisa mengubah identitas baru kita di dalam Yesus: yaitu orang yang dibenarkan.
Dibenarkan oleh kasih karunia di dalam Yesus Kristus Tuhan.

Jesus is greater than Adam.

Lebih besar.
Lebih nyata.
Lebih berkuasa.

Apa yang Yesus kerjakan lebih besar dibanding apa yang Adam telah perbuat.
Adam membuat kita menjadi orang berdosa, tapi Yesus lebih lagi sanggup membenarkan kita di hadapan Bapa.

Apa yang Yesus berikan lebih nyata lagi dibanding dengan perbuatan Adam.
Kebenaran yang Yesus berikan kepada kita jauhhh lebih nyata dibanding 'sisa-sisa' dosa yang masih terlihat di dalam kehidupan kita.

Dan apa yang Yesus buat lebih berkuasa dibanding dengan apa yang Adam lakukan.
Oleh karena Adam, manusia jatuh ke dalam kuasa dosa dan tunduk oleh maut, tetapi lebih besar lagi kuasa Yesus yang membenarkan kita dan memberikan kehidupan kekal - hidup yang berkuasa atas dosa dan maut.

Let us believe and proclaim these truths:
No matter what happens in my live, i believe that
because of Jesus Christ and His finished works, we are made right with God.
We have been made righteous.
We are no longer a sinner.

We are the righteousness of God in Christ Jesus.

Bisa dibilang, ini adalah 'perjuangan' seumur hidup manusia yang sudah lahir baru yaitu possesing the new identity. Susah-susah gampang emang, karena apa yang kita lihat hari-hari mungkin beda dengan kebenaran yang kita ketahui. Rasanya belum benar-benar amat jadi orang, tapi kebenarannya ya kita itu orang benar! Bukan karena perbuatan kita, tapi karena apa yang udah Tuhan Yesus buat di atas kayu salib.

Percaya deh, kedagingan kita pasti akan teriak untuk denying the truth ketika five senses kita bertolakbelakang dengan kebenaran FirTu. Tapi hidup orang percaya adalah "..hidup oleh iman.." dan bukan dari apa yang bisa kita lihat/rasakan.

Jadi, ayo kita 'perjuangkan' kebenaran ini hari demi hari.

Semakin kita menyerah dengan keadaan, maka semakin terpuruklah kita dengan keadaan itu, Tapi kalo kita percaya akan hal ini, bahwa kita adalah orang yang dibenarkan di dalam Yesus, maka kita akan melihat kebenaran ini termanifestasikan dan pada akhirnya dosa tidak lagi berkuasa di dalam hidup kita.
But even greater is God’s wonderful grace and his gift of righteousness, for all who receive it will live in triumph over sin and death through this one man, Jesus Christ.
When we receive His wonderful grace and his gift of righteousness, we will triumph over sin and death through Jesus Christ!

So, dear everyone who put your faith in Jesus, let us believe and posses this truth!


Monday, March 16, 2020

Seturut KasihNya

"Kunantikan janji Allah dig'napi dalamku
Kuharapkan, yang terbaik terjadi di dalamku
Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

(Symphony Music)

Sore ini tiba-tiba keingetan lagu ini, setelah seharian istirahat (mendadak) di rumah sambil pantengin linimasa yang isinya beragam: dari kicauan netizen soal covid-19 hingga memes receh yang selalu berhasil mengocok perut πŸ˜‚

Diantara sekian banyak informasi dan kicauan yang bersliweran, 1 yang sedang mengganjal di hati adalah soal pembatasan transportasi publik.

Emang sih selama ini gue udh misuh misuh juga soal gimana pemerintah meng-handle issue ini wkwk. Rasanya antara kesel, ganjel dan geregetan gitu. Tp semuanya msh belum menyentuh level geregetannya gue pas liat kebijakan baru pemprov soal transportasi publik. Kenapa? Karena kebijakan ini bakal ngena banget di gue secara personal πŸ˜‚

Kebijakan baru soal transportasi publik itu begini: 
amada akan dikurangi, headway akan diperpanjang, rute serta jumlah penumpang akan dibatasi.

Kondisi itu memaksa gue utk bangun pagi. Krn klo ga bangun pagi maka gue akan menelan pil pahit: ga akan bisa dpt bis buat ngantor.

Nah masalahnya: gue itu buruk banget dalam hal bangun pagi. 

Udah sekian kali banyaknya gue bangun pagi dan selalu diikuti dengan pusing tak terhingga dan lemas tak terkira. Bahkan situasi sick leave hari ini pun karena itu. Gue bangun jam 5 pagi, siapin bekal buat di kantor then collapse. Like i didnt have any strength at all to get up again till ART dateng dan buatin gue teh manis 😭

Bahkan jika gue bisa bangun pagi.. still i have to face this:

Taken from twitter


Seseorang yang gue kenal pun sempet bercuit di linimasa kalo dia sudah mengantri dari jam 5.30am dan antriannya pun sudah mengular.

OMYGOD 😭

Oke mungkin gue bisa menggunakan opsi kedua: lupakan bis TJ dan pakailah ojek daring.

Dan otak cuan gue berhitung dengan sedemikian rupa.. sehingga ingin gue teriakkan: TIDAAAAKKKK 😭😭

Berapa banyak yang harus gue spend hanya utk transport doang? Budget gue rasanya jd berantakan. Gimana nanti buat bayar listrik? Gimana utk obat bokap? Gimana nanti utk perpuluhanπŸ˜‚ (like seriously though 🀣) Belum lagi cicilan yg belum kelar dan tagihan yang masih ngeganjel 😭

Kepala gue makin pusing. Badan gue makin lemesπŸ˜‚ Mulut gue pun akhirnya mengeluarkan keluhan. Nyokap dengerin sambil ngomong "iya ya dek" wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Then akhirnya gue mandi, dan keingetan lagu itu. 
Beres mandi dan siap2 ke dokter, gue menyempatkan diri utk menyanyikan lagu itu.

"Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

Nyanyiin lagu ini somehow bikin hati tenang. Rasanya damai. 

Gue percaya ini pekerjaan RK utk ngingetin: kalo Dia akan kerjakan (semua hal yang baik) seturut FirmanNya dan akan sediakan (semua hal yang gue butuhkan) seturut kasihNya bagiku.

Bahkan share temen2 cg di wa hr ini soal kasih Tuhan juga somehow 'click' sm lagu ini.

Credit by Coach Romi Keren, inspired by the Holy Spirit who speaking thru JP's sermon πŸ˜‚


"seturut kasihNya bagiku" sebenarnya udah oke dan udah ngena banget. Tapi kebenarannya bahkan ini: "...Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." (Yoh 17:23 TB)

Kita dikasihi dengan level yang sama seperti Bapa di Surga mengasihi Yesus. Kebayang ga sih? Bener-bener as He is, so are we 😭 (Bahkan di online service kmrn, pak JP bilang dia pun msh blm bisa comprehend the depth of this verse. Krn ya bener juga: it's too great to be understood by our finite mind😭😭)

Gue pun berdoa sejenak. Dengan kesadaran bahwa gue dikasihi dan percaya akan penyediaanNya yang sempurna. Kalo Tuhan Yesus bisa dapet coin dari ikan demi bisa bayar pajak, maka gue percaya Bapa akan menyediakan ikan-ikan yang terbaik untuk gue ambil koinnya 😁

He will supernaturally provide every single need that i have. Termasuk semua kekuatan dan kesehatan utk bangun pagi πŸ˜‚

And i can sense that the peace of God came to me. Knowing deep inside that everything will be alright and all is well in Christ 😊😊

"Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

Thursday, April 18, 2019

Living Hope

Udah hampir 4 bulan gue tertanam di sebuah komunitas baru. Sejujurnya rasanya beda banget seperti yang gue rasakan jaman dulu gue ngampus. Kalo dulu basicnya adalah anak-anak perantauan yang berkumpul menjadi 1 dan berbagi suka duka bersama haha. Gue tau tiap member punya background yang berbeda tapi karena sama-sama anak luar kota dan tinggal di kosan, somehow ga keliatan banget gitu status sosial masing-masing. Jadi mau ada milyaran di rekening juga tetep aja ke gereja naik angkot bareng, pulang makan di tenda racun dan cari duit bareng jualan baju bekas pagi-pagi di pasar tradisional (buat acara komunitas maksudnya).

Nah kalo yang sekarang itu... rasanya beda banget. Pertama kali dateng ternyata tempatnya mevvah sekali. Belum lagi tiap kali nyampe, kadang suka ada yang nanya 1 dengan yang lain "Parkir di mana?" wkwk ga ada gitu yang nanya "Tadi gampang ga dapet ojeknya?" HAHAHAHAHA. Trus mau fellowship juga asal jebret aja makan dimana gitu yang jauh dan mehong. Rasanya beda banget. Status sosial juga keliatan banget gitu antara 1 dengan yang lain.*

Satu waktu gue merasa berat sekali mau dateng di komunitas karena merasa 'I'm not supposed to be there' hahaha. Meski memang value-nya 'come as you are' tapi tetep karena tau bahwa gue dan yang lain berada di status sosial yang berbeda rasanya ya ga enak aja gitu. Kadang merasa unworthy, kadang merasa 'kepedean/sok asik' padahal tau memang beda. Kadang merasa salah tempat.

Tapi tiba-tiba gue kepikiran ini:

Kalo aja di dunia ini kita bisa merasa ga layak semeja bareng dengan orang-orang yang berbeda status sosial dan ekonomi, gimana nanti?

..

Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan yang menciptakan segalanya dan memiliki segalanya?
Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan dengan bumi sebagai pijakan kakiNya dan langit sebagai tahtaNya?
Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan yang memiliki surga dengan jalan yang terbuat dari emas?
Gimana dengan fakta bahwa Tuhan adalah Kudus, Benar dan Adil.. sementara kita adalah manusia yang jahat, kotor, dan penuh dengan dosa?

Akankah kita bisa melihatNya? Bertemu duduk semeja bersama?
Akankah kita sanggup untuk bisa hidup bersamaNya dalam kekekalan?

Akankah kita mampu berdiri di hadapan TahtaNya? Di hadapan para malaikatNya?
Di dalam atmosfer yang penuh dengan kemuliaan, kekudusan dan kebenaranNya?

Untuk bisa berdiri di atas jalan yang terbuat dari emas saja rasanya gue ga sanggup.
Lebih lagi dengan apa yang gue tulis sebelumnya.

I am not worthy.
I am a sinful man.
I am dirty.
I am full of wickedness.
I am evil.
I had committed many offenses before God.

Ga ada seujung kuku-pun gue sanggup untuk berdiri dan memandang Tuhan.

BUT.. GOD..

But God demonstrates His own love toward us, in that while we were still sinners, Christ died for us. (Romans 5:8 NKJV)

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8 TB)

BUT GOD.

Tuhan tau manusia itu sebenarnya sampah karena dosa yang melekat padanya,
Tuhan tau manusia itu ujungnya maut mau jungkir balik kek apapun juga.
Tuhan tau manusia itu ga akan pernah bisa masuk ke dalam kerajaanNya karena dosa yang membelenggunya.

TETAPI TUHAN..

Tuhan ambil inisiatif.
Tuhan turun tangan.
Tuhan yang bergerak.
Tuhan berpikir dan bertindak.
Tuhan proklamirkan kebenaranNya.
Tuhan tunjukkan keadilanNya.
Tuhan buktikan kasihNya.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Sejak awal manusia berdosa, Tuhan sudah merancangkan hadirnya Penyelamat. 
Namanya Yesus Kristus.

Sedemikian rupa dibuatNya sehingga Yesus adalah a perfect man dan a perfect God yang sanggup menjadi manusia untuk mati menanggung seluruh murka Tuhan atas dosa yang diperbuat oleh seluruh manusia di bumi ini.

Sebelum Yesus Kristus mati, Dia berkata "Sudah Selesai" yang artinya bahwa seluruh penghukuman dan kutuk atas dosa sudah ditanggung dan sudah diselesaikan di dalam tubuhNya di atas kayu salib.

Dia pun bangkit menyatakan bahwa Dia telah menang atas upah dosa -- yaitu maut.

Semua karena KasihNya pada kita.

For God so loved the world that He gave His only begotten Son, that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life. (John 3:16 NKJV)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16 TB)

..

Kalo bisa divisualisasikan, gue merasa seperti seorang yang terdesak di tengah lautan manusia yang berjalan menuju maut. Terdesak sedemikian rupa dan tau kalo gue tersesat dan terjatuh dan ga bisa bangkit lagi (seperti lagu ya wkwk). Dan somehow ada seseorang yang berlari ke arah gue dengan jubah kemuliaanNya yang berkibar-kibar (karena berlari) dan Dia datang menunjukkan tanganNya yang berlubang dan berkata "Semua sudah Kuselesaikan. Maukah kamu menerimaNya?" dan gue hanya bisa menangis dan mengangguk-angguk. Dia peluk gue. Dia angkat gue. Dia taruh gue di atas bahunya. Dia bawa gue berbalik dari arus yang ada, berlari mengarah pada sebuah kastil besar tempat Dia tinggal. Dia bawa gue kesana dan sampai ke depan gerbang kastil kerajaan itu, Dia turunkan gue. Dia pegang tangan gue yang gemetar melihat seluruh bangunan dan jalanan yang terbuat dari emas yang bersinar-sinar begitu cemerlangnya.

Dan Dia berkata: "Jangan takut. Akulah Aku. Immanuel."

Oh my God im crying while im writing this :"""

Jesus is the reason of all.
Jesus is the only reason that we can be accepted before God.

Jesus Christ is my Living Hope.

**

How great the chasm that lay between us
How high the mountain I could not climb
In desperation, I turned to heaven
And spoke Your name into the night
Then through the darkness, Your loving-kindness
Tore through the shadows of my soul
The work is finished, the end is written
Jesus Christ, my living hope

Who could imagine so great a mercy?
What heart could fathom such boundless grace?
The God of ages stepped down from glory
To wear my sin and bear my shame
The cross has spoken, I am forgiven
The King of kings calls me His own
Beautiful Savior, I'm Yours forever
Jesus Christ, my living hope

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Then came the morning that sealed the promise
Your buried body began to breathe
Out of the silence, the Roaring Lion
Declared the grave has no claim on me

Then came the morning that sealed the promise
Your buried body began to breathe
And out of silence, the roaring Lion
Declared the grave has no claim on me
Oh Jesus, Yours is the victory, whoa!

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Oh Jesus Christ, my living hope
Oh living hope
Yeah, He's our living hope
He's our living hope
Yeah, He's our living hope
And I believe it
You're my living hope
Yeah, You're my living hope
You're my living hope
Yes you are, yes you are, in many ways
In many ways
In many ways
You are, you are, you are, you are
In many ways

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Oh Jesus Christ, my living hope


Songwriters: Phil Wickham / Brian Mark Johnson
Living Hope lyrics © Bethel Music Publishing


_____
*anywaaaay, im okay with this kind of community, in fact i love them! obviously ini adalah season yang baru buat gue. doakan aku yah wakakakakka..





Sunday, January 20, 2019

God's Blessings

GENESIS 1

The way God bless is by saying a word.

Genesis 1:22 And God blessed them, saying, “Be fruitful, multiply, and fill the waters in the seas, and let birds multiply on the earth.”
Genesis 1:28 And God blessed them [granting them certain authority] and said to them, “Be fruitful, multiply, and fill the earth, and subjugate it [putting it under your power]; and rule over (dominate) the fish of the sea, the birds of the air, and every living thing that moves upon the earth.”

Tuhan memberkati dengan cara berkata-kata. Dan Dia memperkatakan hal yang ingin dilihatNya, bukan memperkatakan hal yang sedang Dia lihat. This is how He bless the world. 

Berhubung kita diciptakan segambar serupa dengan gambar Allah.. maka jika kita ingin hidup kita diberkati, kita kudu memperkatakan hal yang ingin kita lihat. Sama seperti cara Tuhan memberkati.  

Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 

Perkatakan berkat atas hidup kita. Perkatakan apa yang ingin kita lihat. Bukan berarti kita denial, tapi inilah iman percaya. Personally, ini nampar gue banget sih, krn gue sering bgt ngomong yang ngaco terutama ke diri gue sendiri, karena ya faktanya demikian. Tapi kalo mau liat berkat Tuhan, maka hati-hati gunakan mulut, karena ada kuasa di dalamnya. Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1-2). 

Contohnya gini:
"Bro, gimana kabar lo? Denger2 kmrn baru abis keluar dari ICU?
"Iya nih bro, gue masih kudu recovery nih. Masih ga enak sih badannya. Tapi gue percaya Tuhan Yesus udah sembuhin gue dan gue bisa pulih total."
"Amin bro, amin. Get well soon bro!"

****

Wednesday, January 16, 2019

Personal Rhema

Minggu ini gue decide untuk mulai lagi baca alkitab rutin tiap hari (kemane aje handoko?). Baru 2 hari sih WAKAKAKAK. Itu juga karena accident. Awal taun baru gue udah ngawur kagak jelas ngeselin dah. Gue akhirnya 'lari' dengerin sermon lagi. Perjamuan lagi. PW lagi. Hati langsung berasa kaya dibersihin. Rasanya jadi lebih waras aja wkwk.

So, udah 2 hari nih gue baca alkitab (weitz ini prestasi loh guys wkwk). Gue ikutan bible reading plan di app Bible. 2 pasal aja per hari: 1 pasal PL + 1 pasal PB. Bahagia banget bacanya, karena kadang gue suka bosen baca PL, dan pengen liat PB, begitu pula sebaliknya. Dan gue bukan orang yang suka baca loncat-loncat. Maunya runut gitu. Puji Tuhan gue cari di app Bible dan nemu bible reading plan yang menyenangkan sekaliiii. Karena dengan 2 pasal, gue jadi bisa eksplor pasal itu dengan liat terjemahan inggrisnya (gue paling suka Amplified) terus bisa cari-cari commentary-nya. Wadow seru abis. Dan entah mengapa rasanya Firman itu seperti hidup dan benar-benar berbicara. Kaya ada highlight-nya tiap pasal. Ya biasa disebut dengan rhema ya hehe. Emang sih lama jadinya. Beresnya itu (kalo rajin) 2 tahun hahaha. Tapi gue ga ngejar cepet-cepetnya sih. Gue pengen dapet pewahyuannya #ceilah dan rhema yang tadi gue bilang.

So..... daripada rhema-nya gue pendem di hati, gue memutuskan untuk menuliskannya disini! HIP HIP HOORAY!! Gue akan menambah 1 label lagi: Personal Rhema πŸ˜ƒ karena pasti tiap orang-orang dapet rhema yang beda-beda yah makanya gue bilang ini personal rhema heuheu. Tapi tetep gue berharap ini bisa jadi berkat buat siapapun baca, including myself qiqiqiqi.

Anw, personal rhema ini pasti akan gue tulis dulu di hape, baru gue post disini. Jadi rhema-rhema ini akan menambah juga deretan post di label Tulisan Hape.

So, stay tuned yahhh...
and please doain gue biar ga males wkwkwk.

See you in Personal Rhema! πŸ˜„

SITU NGERASA PINTER?

1 Kor 1:3 
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

Waktu pertama gue baca ayat ini, gue rada bingung. Yesus membenarkan, menguduskan dan menebus kita? Hmm oke deh gue ngerti bagian ini, tapi "..dalam Kristus Yesus.. telah menjadi hikmat bagi kita.." maksudnya gmn ya?

Bbrp wktu terakhir gue menyadari bahwa ternyata Tuhan ga hanya ingin menjadikan kita benar dan kudus dihadapanNya, tetapi juga ingin menjadi hikmat bagi kita.

Kalo maroon 5 bilang "we're just a speck of dust within a galaxy" tapi entah mengapa meski kita tau kalo kita hanya setitik debu, seringkali kita merasa otak kita keren banget smpe rasa2nya kita bisa buat apapun dengan apa yg ada di otak kita. Kita ngerasa pengalaman organisasi, pendidikan tinggi, pengalaman kerja bikin kita jd pinter.. pdhl ga juga. Hikmat Tuhanlah di atas segalanya.

Dan dengan ngandelin apa yg ada di otak, malahan yg ada banyak keputusan yg kita buat berujung pada kekecewaan, kegagalan dan rasa frustrasi.

Yoh 15:5b 
"..sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." 

Bisa dikatakan kita itu dodol lah di luar Tuhan. Dan puji Tuhannya, Bapa ga pengen kita jd org dodol. Tuhan ga hanya ingin kita ditebus dr dosa dan mati masuk surga doang, tp Dia rindu menuntun kita hari demi hari, dlm setiap aspek hidup dan pengen kita bisa menikmati hidup di bumi.

Mzm 91:16 
"Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia.."

Itulah mengapa Dia ingin Yesus jd hikmat bagi kita. Dalam setiap situasi yang ada di depan kita, Bapa tau kapasitas mata dan otak kita terbatas dan Dia tau kalo kita butuh intervensi illahi untuk kita ngerti jalan yg terbaik itu yg mana.

Pertanyannya kemudian gimana sih kita bisa menikmati hikmat?

1. Focus on Jesus
Hikmat itu ada di dalam Yesus, maka kita harus fokus pd Yesus. Gimana caranya?

Amsal 3:6 
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Tiap pagi, tiap hari sadari kalo Yesus di dalam kita dan kita di dalam Yesus.. dan Dialah hikmat bagi kita. Akui Dia. We can say this "Tuhan Yesus Engkaulah hikmatku. Luruskan jalanku. I cannot but You can."

2. Be humble
Tuhan itu pribadi yg gentle, Dia ga akan memaksakan sesuatu ke kita kalo kita ga mau. Bahkan berkat pun ga Dia paksakan kok. We need to be humble. Ambil waktu untuk bilang "Lord, You know what, I am dumb without You. And I need You."

Yak 1:5 
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati..

3. Be open
Punya hati yg terbuka dan be aware sm arahan T. Dia bisa bicara lewat media apapun: orangtua, pembimbing, sahabat dan bahkan situasi yg ada. 

But most of all Dia kasih hikmat lewat Alkitab yg terbuka. Kita bersyukur dulu Salomo minta hikmat dan skrg kita tinggal baca hikmat yg T kasih ke Salomo, slh 1 nya adl kitab Amsal. 

Advice: Amsal itu 31 pasal dan kita bisa baca Amsal sesuai tanggal. Misal hr ini tanggal 10 kita baca Amsal 10. Besok Amsal 11 dan seterusnya. (31 pasal Amsal gue rasa bukan kebetulan ya πŸ˜…)

Dan tentu juga ga cuman Amsal, kitab lain pun jg hikmat T tapi memang Amsal  spesifik bgt ngasih hikmat2 kehidupan.

4. Be ready to change

Yak 1:22 
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja..

T kasih hikmat bukan krn Dia pengen jd diktator tp semata2 Dia pengen kita hidup bahagia. Sama seperti bapak di bumi yg pengen anaknya hidup baik, demikian juga Bapa di surga pengen kita panjang umur dan berbahagia. Jadi tau dan melakukan hikmat bukan buat nguntungin T (krn buat apa?) tp semata2 untuk keuntungan kita sendiri.

He wants us to have a satisfying life and He cant wait to guides us, leads us and blesses us.. by becoming wisdom to us πŸ’“

Kolose‬ ‭2:3‬ ‭TB‬‬ 
..sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.



____
Gue inget banget nulis ini di hape pas lagi di busway mau ke kantor.
Gue share di grup PMK, ci Ellis liat, trus dia minta ijin buat share tulisan ini.
Ya gue mengiyakan dong.. lah ternyata di share nya di grup anak PA-nya. Yang mana aku mah siapa atuh haha. Hanyalah remah-remah ferero rocher wkwkwk. 
Anw, ini tulisan tanggal 4 November 2017 😊

Saturday, January 12, 2019

Tuhan Bicara Pake Petir?

Baca devo tiap hari itu penting. Kenapa? Karena T bicara lewat devo itu. Sering kali kita orang kristen (apalagi kristen karismatik) senengnya sama sesuatu yg super super. Kepengen denger suara Tuhan bicara audible, atau beri kesan kuat di hati, atau liat tulisan di langit, atau dapet nubuatan dr seseorang, atau bahkan kalo bisa Yesus menampakkan diri di depan kita.. dan kita baru bisa bilang kalo Dia bicara ke kita.

Ga ada yg salah dengan pernyataan supranatural, tapi, di banyak waktu, Tuhan bicara lewat FirmanNya dan FirmanNya adalah alkitab yg dibukukan sm LAI itu. Karena FT adalah perkataan dari hembusan nafas T itu sendiri (God-breathed words). Bahkan Yesus sendiri adl "Firman yg menjadi manusia". We can find Jesus through the reading of the scripture.

"Firmanmu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" maka penting untuk tiap hari punya pelita dan terang. Buat porsi baca FT mu tiap hari. It will be up to you. Mungkin ada yg sanggup baca 5 pasal per hari, atau 3 pasal per hari, atau mungkin 1 pasal aja.. it's fine. Intinya kalo masih laper, ya makannya ditambah. Kalo ternyata setelah sekian lama baca 1 pasal aja kok terasa kurang, ya tambah lagi aja. Kalo saya sih, antara 2-3 pasal sehari + 1 renungan jadi. 

Org Yahudi juga punya kebiasaan turun temurun baca Torah tiap hari. Mereka kudu baca bbrp porsi Torah yg sama untuk tiap org Yahudi. Di tahun 1997, pernah ada tragedi kecelakaan helikopter yg cukup besar di Israel dan ternyata tragedi itu pas dengan pembacaan Torah untuk hari itu. (Kisah lengkap sila buka link ini dan ini). 

Kok bisa pas banget ya? Ya begitulah sistemnya T.

Ga perlu jd orang super religius utk baca FT tiap hari. Kita bisa baca lewat media apa aja, bs buku atau app (recommended: app Alkitab & Bible). Kalo ternyata ga keburu baca di pagi hari buta? Ya baca aja sebelum kelas mulai. Atau pas lagi di angkot. Atau kamu tipe yg lebih suka denger dibanding baca? Bisa pake fitur audio di app Bible. Atau juga bs denger sermon pake earphone. Dulu di keluarga kami ketika kudu pergi dan masih sering bawa mobil pribadi (soalnya skrg udh jarang), kita sering denger cd kotbah sepanjang perjalanan. Bahkan pernah juga sambil bawa temen / keluarga yg belom percaya (wkwk).

Wis pokok'e faith comes by hearing and hearing and hearing the Word of Christ. Baca/denger FT terus dan terus biar iman kita makin teguh di dlm Yesus.



_____________
Anw, ini tulisan udah mayan jadul haha. Gue copy dari note gmail waktu jamannya masih pake android. 
Tertulis edit terakhir bulan Feb 2017.