Showing posts with label Thought. Show all posts
Showing posts with label Thought. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Another Boring Verse: New Perspective

Yesaya 9:6-7
(TB) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
(NKJV) For unto us a Child is born, Unto us a Son is given; And the government will be upon His shoulder. And His name will be called Wonderful, Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.

I know there are a lot of verses that speaks about Christmas, but this one.. phew.. is so common to use. Betul atau betul? Gue percaya udah bukan makanan asing buat orang kresten baca ayat ini entah di gereja atau sebagai postingan ucapan Natal di Instagram.

Saking umumnya kadang gue bosen baca ini wkwk. Karena merasa udah tau, bahkan udah apal. Tahun lalu gue baru ngeh juga ternyata ada lagunya. Lagunya slow banget lagi. Makin bosen deh haha.

But this year, I see this verse in another perspective.

Ayat ini merupakan sebuah nubuatan yang muncul di masa Perjanjian Lama, yaitu oleh nabi Yesaya. Yesaya menubuatkan kedatangan Seseorang yang akan menjadi Pembebas bangsa Israel dari kesesakan yang mereka alami. Bahkan kalo kita baca judul perikop dalam NKJV ditulis dengan "The Government of the Promised Son". Ada Seorang Anak yang dijanjikan akan datang dan memerintah di Israel.

And as we know, this verse speaks about the first coming of Jesus Christ. Nubuatan ini digenapi ketika Yesus lahir dan datang ke dunia 2000 tahun yang lalu. Seorang Anak itu telah datang dan dialah Mesias yang dijanjikan itu. And it is all about the Christmas that we celebrate these days.

Yang menarik adalah: bagaimana penggambaran yang ditulis oleh nabi Yesaya mengenai Yesus. Yesaya menyatakan berbagai label yang disematkan kepada Yesus. "And His name will be called .."  Bagaimana Yesus dipanggil dan disebut, lekat dengan karakter yang dimiliki Yesus.

Nah ini juga menarik.. yang namanya nubuatan, tentu tidak berasal dari diri Yesaya itu sendiri. Bernubuat adalah salah satu karunia Roh Kudus (RK). Karunia.. itu berarti diberikan oleh RK kepada Yesaya. And Holy Spirit is the Spirit of God Himself. Artinya label/sebutan ini adalah yang diinginkan Tuhan bagi manusia untuk dapat tau dan mengenal seperti apa pribadi Yesus itu.

And He wants to be known as this:
Wonderful, Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.

Wonderful? Well I'm okay with that. Tuhan itu pasti ajaib. Iyalah namanya juga Tuhan. Kalo Dia bukan pribadi yang ajaib yah malah aneh. Tuhan mah jagoannya buat yang ajaib. Kaya laut terbelah, matahari berhenti, badai laut jadi tiba-tiba adem. 

Counselor? Hmm.. rada-rada mulai membingungkan. Tuhan sebagai Penasihat? Jadi Tuhan ditanya-tanya gitu sama manusia? Trus Tuhan jawab? Kok Tuhan mau? Why?

Menarik sekali bahwa label ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat mau dan rindu untuk dapat dilibatkan dalam kehidupan manusia. Even in our daily life. Tuhan mau jadi seorang Penasihat. Tuhan banget-bangetan pengen punya relasi yang konstan dengan kita manusia. Tuhan mau terlibat. Tuhan ingin ditanya. Dan Tuhan ingin menuntun.

Makanya ada ayat ini:
Ask, and it will be given to you; 
seek, and you will find; 
knock, and it will be opened to you.
(Luke 11:9-13)

He doesn't want to be known as a Law Giver, but a Counselor.

Dia bisa aja kasih setumpuk hukum, perintah dan ketentuan. Manusia tinggal baca dan ikutin deh. Tapi Dia mau jadi seorang Penasihat. Orang mesti dateng ke Dia dan Dia jawab. Ini sifatnya personal dan hanya bisa dilakukan secara personal. He is a Counselor. He is The Word of God (that incarnate as a man) who wants to guide us personally. How amazing is that! It really warms my heart to know that I have a God as my Counselor. I can count on Him :)

Next, Mighty God. Allah Perkasa. Lucu ya, sebenarnya ga perlu sih tulis kata "Perkasa" karena ya namanya Tuhan pasti perkasa yak wkwk. Tapi namanya manusia kadang kita sendiri suka meragukan kehebatan Tuhan. 

Gue ga yakin Tuhan sanggup pulihin keluarga gue. Terlalu rumit.
Gue gatau apa Tuhan sanggup sembuhin sakit gue. Ini penyakit langka.
Udah sekian lamanya gue sendiri. Apa iya Dia bisa beri gue pasangan hidup? (eh curcol :p)

Kira-kira begini kali ya: "Aya Aya.. tolong tambahin kata "Perkasa" ya. Bukan buat Aku, tapi untuk kalian bisa percaya bahwa Aku sanggup mengerjakan segala sesuatu yang baik di dalam hidupmu" 

Tuhan tauuuuu banget manusia itu ngeyel. Susah percaya. Makanya Dia tidak hanya mau dikenal sebagai Tuhan saja, tetapi Tuhan yang Perkasa! He is Mighty God! Mighty to save. Mighty to deliver us. Mighty to heal. Mighty to bring freedom. Mighty to sustain us till the end of our lives. Oh how Great He is!

And the next one is what amazes me the most: He wants to be called as Everlasting Father.

WHAT IN THE WORLD IS THAT.

Dua kata yang janggal. Pertama: disebut sebagai Bapa aja udah aneh. Kok bisa Tuhan jadi Bapa kita? Gimana cara tuh? Apalagi sebelumnya Tuhan dipanggil dengan Allah yang Perkasa, masa setelah itu disebut dengan Bapa yang Kekal? Ga nyambung jek.

Tapi kebenarannya demikian. Bahwa Tuhan tidak saja hanya ingin dikenal sebagai Allah yang Perkasa tetapi juga sebagai Bapa. 

Tuhan itu perkasa, yes. 
Tapi Dia Tuhan, sedangkan kita manusia. 
Dia ada di sana, dan kita di sini. 
Dia besar, tapi kita kecil.

Kita pikir Tuhan itu jauuuh disana, ga terjangkau rasanya.
Memang Dia perkasa, tapi apakah keperkasaan Tuhan dapat sampai kepada kita?

That's why, He wants to be known as a Father. Dia ingin dikenal sebagai Bapa. Bicara Bapa artinya bicara keluarga. Bicara keluarga artinya bicara tentang kedekatan. Kehangatan. 

Dia ingin dekat dengan kita. Dia ingin kita bisa merasakan kehangatan kasihNya yang besar. Dia ingin hubungan yang erat, layaknya seorang Bapa dan anak. Seperti seorang bapak yang melindungi, menolong, menuntun, mengajar, menghibur dan mengasihi anak-anaknya, demikianlah juga Dia terhadap kita. Dengan ini Dia mau memberi kepastian bahwa keperkasaanNya dapat sampai kepada kita karena Dia adalah Tuhan dan Bapa kita. 

Psalm 91:4,10-11
He shall cover you with His feathers,
And under His wings you shall take refuge;
His truth shall be your shield and buckler.
No evil shall befall you,
Nor shall any plague come near your dwelling;
For He shall give His angels charge over you,
To keep you in all your ways.

We have a Mighty God as our Father.
No need to worry because now we are so protected, secured, and loved by God.. because He is our Father and we are His children :')

Kedua: Tambahan lagi oleh RK, Dia disebut Bapa yang Kekal. Terjemahan Amplified tulis begini: "Everlasting Father [of Eternity]". Lagi-lagi menulis Bapa saja sebenarnya sudah cukup, tapi Tuhan menambahkan kata kekal disana. Bapa selama-selamanya sampai kekekalan. WOW. 

Anw, sebenarnya Tuhan bisa loh buat sebutan untuk dirinya Everlasting Judge atau Everlasting Creator atau Everlasting Holy. Tuhan itu Hakim yang adil, yes. Tuhan itu Pencipta alam semesta, yes. Tuhan itu Kudus dan Sempurna, yes. Tapi Tuhan memilih untuk manusia dapat lebih mengenalnya sebagai Everlasting Father. 

Bisa aja Tuhan tulis Everlasting Wonderful atau Everlasting Counselor atau Everlasting Mighty God, atau Everlasting Prince of Peace. Tetapi Dia ga memilih demikian. Penekanan selama-selamanya digunakan pada sebutan Father. Seolah-olah Tuhan mau memberi kepastian "I will be your Father forever and ever, and nothing can change that."

Roma 8:38-39
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Our Mighty God is our Everlasting Father!

We are protected eternally,
secured eternally,
and loved by Him eternally.

Praise be to God!

And the last one: Prince of Peace. Raja Damai. Sebutan ini merupakan alasan mengapa kita bisa memanggil Tuhan sebagai Bapa, mengalami keperkasaan Tuhan, menerima tuntunan dan hikmat dari Tuhan serta melihat keajaiban dan mujizat dari Tuhan.

Why?

Karena pada dasarnya kita ini adalah musuh Allah. Mungkin kita terlihat baik ga membunuh ga berzinah, tapi hati kita penuh kebencian dan hawa nafsu. Kita cenderung hidup dengan jalan kita sendiri tanpa mengindahkan hukum dan jalan-jalanNya. Kita memberontak. Kita ga tunduk pada hukum dan perintah-Nya. Kita ga mengasihiNya. Kita menolak mengenalNya, karena kita telah mati oleh kuasa dosa. Kecenderungan kita adalah untuk terus melakukan hal yang tidak benar.

Kita hidup menjadi tawanan dosa, living under the power of sin.
We are all sinners and become the enemies of God.

Roma 3:10-18
"..seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Kita menjadi musuh Tuhan oleh dosa yang menguasai kita. Dosa menjadi penghalang antara manusia dengan Tuhan dan Tuhan tau manusia ga akan bisa menyelesaikan masalah ini. We are dead because of the sin in us, and dead people cannot do anything. Bahkan dengan dosa yang sudah menguasai kita, kita ga akan kepikiran untuk bisa berbalik kepada Tuhan. We are so consumed by the sin.

Bahkan jika kita berpikir untuk berbalik kepadaNya, perbuatan baik kita pun tidak cukup untuk menyelamatkan kita dari dosa. Kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Tuhan.

Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. 

Tetapi puji Tuhan, Yesus datang. Dan Dia datang sebagai Raja Damai. Dia mendamaikan kita dengan Tuhan, dengan jalan turun menjadi manusia. Karena manusia yang berdosa maka manusia pula yang harus menebus konsekuensi dosa. Oleh karena itu Yesus turun ke dunia mengambil rupa sebagai manusia, merendahkan diriNya, menjadi sama seperti kita. Dia 100% Tuhan tetapi juga 100% manusia. Dengan demikian Dia juga menjalani hidup dengan seluruh perasaan, kondisi dan keterbatasan yang dimiliki sama seperti kita manusia. Tetapi Dia tidak hidup di dalam dosa. Dia lahir dari perawan Maria, yang memiliki arti tidak ada dosa yang turun ke dalam Dia. Dia lahir tanpa dosa, Dia tidak mengenal dosa. Dia tidak melakukan dosa. Di dalam Dia tidak ada dosa. Dia lahir dan hidup menggenapi seluruh ketetapan hukum taurat.

Dan pada akhirnya Dia naik ke atas kayu salib, mati sebagai orang berdosa. Menanggung seluruh hukuman dosa. Layaknya kita yang harus dihukum, tetapi Dia gantikan posisi kita. Sehingga kini bagi kita yang percaya dan menerima Dia, kita dibenarkan. Kita diperdamaikan oleh korban salib Yesus.

2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

God is not mad at us again, instead He loved us. Karena seluruh penghukuman atas dosa sudah ditanggung Yesus, persoalan dosa selesai, tak ada lagi penghalang antara kita dengan Tuhan and now we can call Him as Wonderful, Counselor, Mighty God, Everlasting Father, and Prince of Peace.

Kini kita berdamai dengan Tuhan dan mengenal jalan damai itu.
We were reconciled to God by the death of His Son.

Roma 5:10 (BIS)
...pada masa kita bermusuhan dengan Allah, kita didamaikan dengan-Nya melalui kematian Anak-Nya...

Sang Raja Damai telah datang. Memperdamaikan kita. Memberi damai dalam kehidupan kita. Dan kita bisa hidup sebagai pembawa damai bagi sesama kita.

And for this one you need to read a lil bit more carefully:


Yesaya 9:6-7
(TB) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Untuk siapa sih nubuatan ini? Untuk kita.

Untuk siapa Yesus lahir? Untuk kita.
Untuk siapa Putera ini diberikan? Untuk kita
Untuk siapa Yesus lahir dan mati? Untuk kita!

Inilah anugerah itu: Dia rela memberikan DiriNya hanya untuk kita. Tuhan bisa kok memilih jalan lain. Dia bisa menyapu bersih seluruh manusia berdosa (which is all man in the world) dan menciptakan manusia baru. Selesai. Beres. Tuhan Yesus ga perlu turun mati menderita. Ga ada ruginya buat Tuhan, memang siapa kita di tengah alam ciptaanNya ini?

Tapi Dia ga memilih demikian. Dia mengasihi kita. Dia mikirin kita.
Bahkan ketika Tuhan tidak ada dalam pikiran kita, Dia sudah mikirin kita.

Roma 5:8
(TB) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
(NIV) But God demonstrates his own love for us in this: While we were still sinners, Christ died for us.

Dia ga mau seorangpun terhilang. Dia mau kita ada bersama dengan Dia.
Dia lahir dengan misi untuk mati untuk kita agar tidak ada seorangpun yang percaya padaNya binasa.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

What a great love. Oh how He loves us.

Do you want to believe this good news?
Do you want to receive Jesus as your God and Savior? And receive all that He has done?

If you would like to accept Jesus and all that He has done for you, say this prayer and mean it from your heart:

"Lord Jesus, thank You for loving me and dying for me on the cross. Your precious blood washes me clean of every sin. You are my Lord and my Saviour, now and forever. I believe that You rose from the dead and that You are alive today. Because of Your finished work, I am now a beloved child of God and heaven is my home. Thank You for giving me eternal life and filling my heart with Your peace and joy. Amen."

I pray that this Christmas you can experience God's Great Love in your life in personal way :)

MERRY CHRISTMAS!


_____
Salvation prayer taken from this.

Sunday, April 23, 2017

A Faithful Helper




Jadi hari ini nyokap lagi ga enak badan. Pilek batuk dan tidur seharian. Sebagaimana emak-emak pada umumnya yang selalu berusaha menghidangkan santapan nikmat bagi anak-anaknya, demikianlah nyokap gue setiap harinya. Tapi ya krn ibu lg ga enak badan maka tak ada makanan yang terhidang.

Dan juga sebagaimana insan manusia yang sudah tidak dapat menahan terjangan lapar di siang hari, maka gue memutuskan untuk masak. (Ga ding, sebenarnya krn gue ditodong buat masak wkwkw)

Dengan kemampuan masak gue yang luar biasa busuknya ini, nyokap tiba-tiba bangkit dari tidur panjangnya dan menghampiri gue yang sedang menghancurkan dapur dengan pare dan kikil dimana-mana. (Ga ding ini lebay wkwk)

"Bu, udah tidur aja. Hna bisa kok"
"Ibu udah beres tidurnya"
"Udah bu mending ibu tid.."
(Pisau ada di leher) "IBU UDAH BERES TIDURNYA"

(Hahaha ga kok, ga ada adegan pisau di leher)
(TAPI KENAPA GUE NULIS JADI LEBAY GINI DAH)

Intinya nyokap ttp kekeh bantuin gue masak (atau lebih tepatnya berganti jd gue yg bantuin doi masak)

Somehow ketika adegan masak memasak itu beres gue jd inget satu pribadi: Roh Kudus. (Ciye rohani bet ya gue)

Roh Kudus (RK) adl roh Penolong. Tidak hanya menolong kita untuk ngingetin hal2 yg TY ajarkan tp gue juga percaya RK juga jd penolong kita dalam segala sesuatu.

Yohanes 14:26
..yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Kalo ibu aja begitu selfless-nya mau menolong gue anaknya apalagi RK yang diberikanNya bagi kita sebagai Penolong.

Sebenarnya bisa aja ibu meninggalkan gue masak sendiri krn toh gue udah gede tp emang karena naturnya seorang 'ibu' makanya dia kekeh mau bantuin gue. Sama juga dengan RK. Dia begitu selfless-nya (dan bahkan terlalu setia) menolong kita dalam segala sesuatu krn memang Dia adalah Penolong.

Di banyak kesempatan RK sering menolong gue dengan cara ngingetin ini itu.. yang banyak diantaranya adl hal-hal yang remeh. Ngingetin utk sikat gigi malem. Ngingetin kalo ada berkas ketinggalan ketika pergi. Ngingetin berdoa sebelum beraktivitas. Ngingetin ayat ketika ketemu situasi tertentu. Atau kasih kesan di hati "kynya gue mesti kesini deh.. atau kesana.. atau pake kendaraan ini.. dan pake baju itu.." dimana endingnya selalu berakhir dengan kemujuran.

Kita sebagai manusia sering mikir "ya elah lo udah gede kali.. masa hal-hal remeh gitu masih perlu 'intervensi' illahi?" Tp namanya juga Roh Penolong maka memang naturNya adl menolong kita (believers).

Dalam hari-hari gue, seriiiiiiing banget gue diingetin, ditolong dan diarahin yang ujungnya bener2 divine banget.. dimana terlihat kalo tanpa intervensi RK, kondisi itu bs berakhir buruk.

"Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu."

Betapa bersyukurnya gue bisa bertemu dengan Roh Kudus. Pribadi yang besar tapi yang peduli juga dengan hal2 kecil dalam keseharian kita. Menolong dan menghibur dalam segala sesuatu.

Let us be thankful that God is always on our side by giving us His Holy Spirit to help and guide us in every step of our lives :)

Wednesday, December 9, 2015

Feel loved?

Kasih.

Beberapa minggu ini gue lagi belajar banyak tentang kasih.
Bukan dari pengalaman sih, tapi lebih ke pengajaran tentang apa itu kasih dan gimana Bapa begitu mengasihi manusia.

Gue sadar betul kalo Tuhan itu amat sangat mengasihi manusia. Mengasihi gue.
Dia memposisikan diriNya menjadi Bapa dan mau menganggap kita manusia sebagai anakNya.
Karena satu alasan: Dia ingin mencurahkan kasihNya kepada kita.

Dengan satu alasan ini aja sebenarnya udah cukup jadi pegangan dan landasan hidup.

Tapi.. terkadang,
manusia ini butuh manusia-manusia lain untuk tau bahwa ia dikasihi.

Gue mendadak keinget... kira-kira gue ini dikasihi ga ya?

HAHAHAHAHAHIKZHIKZHIKZHAHAHAHAHA

Mendadak sedih haha ciyus.

Memori gue melayang pada masa dimana gue 'dijangkau' dan gue dimuridkan...
dan akhirnya pemurid ini menyerah dengan gue haha.

Ci, far above all, I thank you sooo much for everything you have done for me. Untuk waktu, tenaga, uang dan semuaa yang udah cc korbankan dan yang udah cc berikan untuk aku. Semua akan Tuhan ganti. Pasti :)  By the way, been there done that. Aku mengerti kok hehe ;)

Memori gue juga terbang pada masa dimana out of nowhere ada seorang cc yang sering telpon nanya kabar, bbm-an kepo, dan again out of nowhere si cc bisa-bisanya cerita tentang keluarganya yang sembuh secara ajaib.. kepada gue yang SAHA ETA GUE? DA GUE SIAPA? 

Kenangan akan memori itu membuat gue tersadar.. hey, she remembered me :)
Dan dengan dia inget sama gue untuk kemudian cerita, nanya kabar and so on adalah satu tanda bahwa gue diinget dan gue dikasihi. 

But then, (mungkin) karena gue pernah cerita hal aneh which was so disgusting (YES CI, I KNOW) atau mungkin karena hal lain yang ga gue ketahui... terputuslah komunikasi :(

Gue juga kagok nanya-nanya atau gimana (meskipun sempet sih gue suka curhat-curhat gitu) tapi rasanya kagok banget karena gue ngerasa apalah gue ini kek remahan peyek sementara doi udah kaya kerupuk bangka (ANGGAP AJA INI BEDA JAUH OKEH?)

Thank you ci buat jawaban yang lugas singkat terpercaya.. yang selalu diakhiri dengan "udahlah sini cc telpon kamu aja, susah dijelasin kalo lewat chatting" dimana itu menghabiskan pulsa cc haha. And for that book, Gosh, thank you!

Dan.... memori gue terhenti pada masa dimana ada seorang cc yang peduliiiiiiiiiiiiiiii banget sama gue. Ketika kondisi lingkungan gue ada pada masa paling terpuruk, doi kepo bangeeeeet nanya-nanya kabar gue, gimana ke depannya, gimana kabar lingkungan gue, dan gimana-gimana lainnya. 

Baik kan?

Tau ga gue tanggapannya gimana?

Cuek.

Di-WA, jawabnya singkat. Ditanya kabar, jawabnya baik ci. Full stop. Udah aja gitu.
Sampe detik-detik terakhir tetep aja gue ga terbuka buat cerita kondisi gue.
Dan doi dengan sabarnya ngeladenin gue, tetep nanya kabar gue.

Thank you kepada cc terkasih dengan dua anak yang ucul dan emeshhh. Thank you buat makanan gratis dari acara memasak tanpa sambal (haha) dan sejuta hal lain yang udah cc bagikan buat aku. Thank you!

Dari 3 memori yang ada, gue jadi dingatkan untuk menghargai kasih yang udah diberi oleh orangtua PA kepada gue. Bahwa apa yang pernah gue rasakan sebenarnya adalah perpanjangan kasih yang Tuhan ingin beri ke dalam hidup gue melalui keberadaan ibu PA. 

Dan bahwa kasihlah yang menjadi dasar dalam pemuridan.

Bukan target.
Bukan apa kata leader.
Bukan karena tekanan.

Gue juga jadi ngeh bahwa segala sesuatu yang orangtua PA pernah buat dalam hidup anak PA.. itu diinget loh. Mungkin bukan saat itu juga, tapi percayalah, jika dengan kasih kamu melakukannya, hal itu akan diingat oleh anak PA.

Satu hal terakhir yang melintas di benak.. dan yang membuat sedih pake banget adalah..

Jika kita meninggalkan mereka yang pernah kita bimbing begitu saja.. tanpa pamit, tanpa menyebutkan alasan, tanpa dengan jelas memberi tau kenapa.. sang anak bisa saja berpikir bahwa ia tidak dikasihi.. oleh manusia.. yang mungkin saja bisa berujung pada.. "Tuhan ga sayang sama aku"

Karena gue pun merasakan demikian.

Bahwa manusia butuh manusia lain untuk tau bahwa ia dikasihi.
Jangan tinggalkan mereka tanpa alasan.

JEDEEER!

Dari kontemplasi yang ada inilah, maka, dengan ini, saya..
*brb line anak-anak PA*

___
untuk cici-cici yang ga gue sebut nama, if you read this, you know who you are. 
thank you once again :)

Thursday, December 3, 2015

Again.. Love.

Sorry not sorry for posting once more..

Baru aja blogwalking, liat-liat blog-blog temen-temen dan cici-cici yang ada di list blogroll, dan..
ga bisa tahan utk ga repost satu postingan cici yang satu ini.

Ci.. jika cici baca postingan ini, aku cuman mau bilang..
thank you udah pernah hadir dalam kehidupan aku.

Thank you udah pernah jadi leader aku (as a member of PMK1) yang mungkin cuman sebentar.
Thank you udah jadi leader yang paling manis dan paling lembut yang pernah aku liat.
Thank you udah jadi leader yang paling cantik (am sorry ci cath, nanda dan ruth haha)
Thank you udah merelakan ego dan mimpi pribadi untuk tinggal lebih lama di Bandung, dan jadi berkat buat kami semua keluarga PMK1.

Entah kenapa aku mewek nulis beginian.. huee :""(

Bener kata cici kalo Ciumbuleuit itu emang sesuatu. Meski tinggal di area lain di Bandung juga menyenangkan (sebut saja Tubagus) tapi Ciumbuleuit itu memberi kenangan tersendiri.. bahwa disanalah kita lahir dan bertumbuh. 

Aku tau sih ini lebay, secara kita sebenernya ga deket-deket amir..
tapi fakta bahwa aku pernah ketemu, ngobrol, dan lihat kehidupan cici, I feel so blessed :)

Jadi, teruntuk ci Dersi.. aku repost postingan cici ya.. 
Aku percaya ini jadi berkat untuk banyak orang :")

*gaes, btw ambil linknya dan taro di list blogroll kalian. meskipun doi udah ga nulis lagi, postingan lamanya sangat sangat insipiratif, sweet dan memberkati :)*

______

10.10.10, a special day?

alright, today is 10.10.10
beautiful number? well, it is.
so many people talking about it. many get married, many babies are born, many celebrate their birthday. and i assume many men make proposal. hahaha
to many people today is momentous and historical date.

for me?? it’s simply a beautiful sunday i get through with God as i do everyday.
nothing much meaningful for me dealing with ppl around me.
but in this beautiful day, i already feel content just because i had a wonderful conversation with God.

i came to church this morning, a little late because i only slept for 4hours.
but i went passionately to worship God.
i said to Him, in this beautiful day, i just want You more. more, more, and more.
finally after the Pastor delivered His message, led the congregation in prayer, sang a song saying ‘i know You intimately, i know You intimately’, the Holy Spirit touched my heart, made me pray in tounge. they all finished, but i know i’m not finished yet.
alright i felt strengthened and encouraged after the service but anyhow, i haven’t felt satisfied. my spirit was not satisfied yet.

after the service was over, i kept singing the song, “i know You intimately, i know You intimately”
suddenly He spoke to me so gentle and clear, but sound sad.
i felt sadness in His word, saying “really?’
which also made me sad, “Yes Lord.”
He replied “then, who am i to you in your knowledge?”
i said, “You are my Father”
He didn’t say anything after that but i still felt His sadness, so deep. and that moment i knew my answer was empty, that i didn’t know Him intimate enough as Father and daughter.
i might be a good leader at church, trying my best to do all of His will.
but then i realized i had a good relation with Him as God and a good servant.
i humble myself before Him, devoted my life to serve Him. serving, thinking and praying for others.
but i didn’t have an intimate relation with Him as my Father. its hard for me to know what a father is.

after i realized that, He finally said to me
“do you know that Daddy loves you, daughter? my beloved daughter, Daddy really cares about you. do you know that?” and i cried.
“I’m not an authoritarian Father, dear.. i never ever want my daughter feel forced, tired, stressed and sad. i’m happy that you always serve others, telling them that i’m a good Father, that i love them. but i’m extremely sad that you even never think about my love for you, as a Father. u never think that i care of every single feeling that you have, do you? i know you serve and pray to me for the healing of others, but i also know you have a terrible headache, you cant sleep these days. why dont you tell me as daughter to Father?”
and im just speechless, i can only call Him”‘Daddy…my Daddy”, like a little daughter running towards her Father’s arms.

and His message for me: “i want you to tell everyone, everyone you will meet, everyone you know, to every sinner, that I’m a good Father, a loving Father full of grace, that I gave my only Son for them. do it not because you feel you have to, but because you already know and feel that I’m a loving Father full of grace for your whole life.”

this is my beautiful version of 10.10.10, an encountered with Heavenly Father.
what’s yours? :)
Oct 10, ’10 12:40 PM

— Delivered by service

Love Beyond Logic

'kan gue nulis lagi 'kan?

Idk, ini otak lagi banyak yang pengen ditulis -________-

Satu hal yang menggelitik di malam ini, di tengah ketak ketik sok asik gue adalah:

dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1 Kor 13:13)

Taken from tumblr

"Gue bingung kok si A mau ya sama si B. Padahal doi kan jorok bet."
"Si Z kan kerjaannya pelayanaaaaan mulu. Napa dia mau ya sama si Y padahal interestnya beda."
"Lah, gue kalo ngeliat M sama N kek berasa ga cocok. Tapi napa mereka lengket bener yak?"

Banyak yang bisa dijadiin alasan buat bilang si ini dan si itu ga cocok,
ataupun hal lain yang rasanya gatel pengen bilang cari yang laen aja dah.

Tapi.. 

Kalo cinta/kasih itu ada, BEUH..

Ga ada alasan bray.

Mau elo jorok kek, aneh kek, sokasik kek, bego kek (ekstrim), tapi kalo lo udah cinta dan saling mencintai, apapun dilalui.

Dan cinta/kasih itulah yang membuat lo bertahan.

Iya emang komitmen itu penting,
tapi komitmen karena kita mencintai orang itu.

Taken from wordpress

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:38-39)

Wednesday, December 2, 2015

Are you God?

Gue ga pengen jadi Tuhan.

Gue sujud syukur banget deh kalo sekarang gue cuman jadi manusia.

Ga kebayang kalo gue jadi Tuhan, gimana stressnya ini hidup. Si ini butuh itu, si anu butuh ini. Si A nanya jodoh, si B nanya kerjaan, si C nanya studi. Dan gue (jika gue adl Tuhan) kudu menjawab semua masalah/pertanyaan dari bermilyar-milyar manusia di bumi.

Dan gue (jika gue adl Tuhan) tentu harus menuntun beribu banyak domba di dunia yang makin gelap ini. Baru hari pertama gue udah resign jd Tuhan!

But, sadar ga sadar, kita ini kadang suka banget ngambil kerjaannya Tuhan.

Anway, hari ini gue lagi lumayan eneg.
Eneg dengerin keluhan (jika gue boleh mendefinisikan demikian) tentang betapa merananya kehidupan ini.

Tentang bagaimana gaji, yang bahkan baru akan datang di waktu kedepan, ga akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulan.

Bro, gajinya belon dateng aja udh bisa-bisanya langsung kuatir ga akan cukup?

Iya gue tau emang ga cukup.
Iya gue tau emang banyak yg kudu dibayar.

Tapi bisakah kita percaya sedikiiiit aja bahwa kita akan cukup dgn apa yg kita miliki?

Dan bahkan dengan kekuatiran akan sesuatu yg belom terjadi, kita lupa utk bersyukur utk banyak hal yg kita terima di bulan ini.

And you know what, this is the reason why we worry so much:

Kita. Mengambil. Kerjaan. Tuhan.

Kadang, karena pekatnya situasi yang menghimpit, kita merasa diri kitalah yang sepenuhnya bertanggung jawab atas semua yang terjadi dlm kehidupan.

Everything depends on me.

Jangan salah sangka.

Kalo emang lo pengen punya badan wangi, ya lo kudu mandi. Badan wangi apa kagak emang sepenuhnya bergantung sm keputusan dan tindakan lo. Dan juga hal-hal logis lainnya.

Maksud gue disini adalah.. kehidupan ini kadang menuntut kita utk mengambil keputusan-keputusan tertentu yang menyulitkan, yang lahir dari kondisi dimana seolah-olah gue yang mengontrol semua.

Seolah-olah kalo sekarang gue ga take in charge, semua jadi kacau. Kalo gue ga kerja membabs buta sekarang, anak ga bisa sekolah (read: lembur ampe mabok, lupa segala yg lain). Kalo aja gue ga kejar ini orang sekarang, apapun yang terjadi, gue yang rugi.

Iya emang bener, manusia yg ambil keputusan.

Tapi jangan lupa:
Kolose 3:2-3 (TB)
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 

Colossians 3:2-3 NKJV
Set your mind on things above, not on things on the earth. For you died, and your life is hidden with Christ in God.
Bukan cuman lo aja yg pegang kendali hidup, Kristus pun pegang itu.

Berhenti berpikir bahwa segala sesuatu ada dalam kekuatan tangan dan pikiran manusia semata. Learn to let God take control. He will leads you... to the still waters.

Sebenernya gue masih bingung utk mengejawantahkan isi pikiran ini, tapi intinya:
Let man be man and let God be God.
By the way..
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1 Timotius 6:10-11)

Friday, November 27, 2015

:'(

Refuge
© 2014 New Creation Church



I call upon Your name
You deliver me from harm
In the shadow of Your wings no fear come
I turn to You alone
Jesus You’re my guiding light
In the presence of Your love
I will abide

[Chorus]
For I said out loud
You are my strong tower
You will rescue me Yahweh
I will not grow faint
as my heart grow stronger
as I choose to seek Your Face

No matter what the storm
You command the surging seas
At Your word there is a calm and a peace
Forever in Your Heart
I can never fall away
For Your faithful love endures age to age

I turn to you my refuge
For You are on my side
Hosanna Hosanna, God arise

Wednesday, November 25, 2015

Broken Tree in The Garden of Grace

Tadi siang gue chatting sama seseorang. Sebut saja Mawar (a classic one, isn't it? haha). Doi cerita panjaaaaaaaaang kale, dan sambil nungguin doi cerita, gue bikin karamel (yang akhirnya gosong *kusedihsekali*)

KEMBALI KE LAPTOP!

Iya, jadi doi cerita banyak tentang pelayanannya di Bandung. Beberapa hari yang lalu dia melayani seorang anak komsel. Anak ini kalo dilihat-dilihat ceria sekali and looks like nothing's wrong with her life. Tapi ternyata.. wow.. dia mengalami banyak pahitnya hidup. 

See, kita emang ga boleh judge orang, karena kita gatau loh gimana hidupnya. Every behavior always have a reason behind.

Si Mawar ini kemudian cerita gimana dalam pelayanannya, Tuhan akhirnya pulihkan hidup si anak ini. Meski dalam ceritanya, gue banyak mengernyitkan dahi (haha) tapi gue cuman mau liat endingnya aja, kalo Tuhan telah menyembuhkan ini anak dan Tuhan bisa pakai siapa aja untuk jadi perpanjangan tanganNya.

Hidup berkomsel membuat kita ngeh kalo hanya Tuhan aja yang bekerja di dalam kita. Ngeliat hidup hidup si ini, si anu, kok kayanya gitu amat ya. Kok setelah diperhatikan, si ini, si anu masih jauh dari kehidupan kekristenan yang 'sempurna' (jadi terang, garam, teladan, lalala you name it). Tapi anehnya ketika dalam pelayanan, Tuhan hadir. Tuhan bekerja. Tuhan melawat.

Dengan ini gue ga bilang kalo "Hiduplah seenak udelmu, Tuhan tetap bekerja" 
Bukan ya! 

Tapi pointnya adalah: ketika kita ingin orang lain diubahkan (karena kita mengasihi dia, tentu saja), sebenarnya cuman karena Tuhan aja. Bagian kita cuman  bacot   share kebenaran FT dan tumpangin tangan (kalo dibutuhkan). 

It's not about what we have done, but only because He is good and He loves the one who we serve.

Gue suka quote dari Om Rick Warren di Hillsong Conference Australia tahun ini.
In God's garden of grace, even broken trees bear fruit
Di dalam kasih karuniaNya, bahkan hidup orang yang udah hancur pun, Tuhan bisa pakai untuk jadi berkat buat orang lain.  

So, that's why:
2 Corinthians 12:9 NKJV
"My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness"
2 Korintus 12:9 TB
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna"
Kemaren-kemaren ini gue post foto di Instagram. Ada banyak foto yang gue ambil waktu naik ke puncak Sikunir, Dieng. Sayang kan kalo ga di-post. Nemu 1 foto bagus banget dan pengen pake caption tentang kebesaran Tuhan gitu. Cari ayat dan nemunya yang kaya gini (dan akhirnya pake yang ini):
Yesaya 66:1-2 TB
Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. 
Isaiah 66:1-2 NKJV
Thus says the Lord: “Heaven is My throne, And earth is My footstool. Where is the house that you will build Me? And where is the place of My rest? For all those things My hand has made, And all those things exist,” Says the Lord. “But on this one will I look: On him who is poor and of a contrite spirit, And who trembles at My word.
Padahal cuman mau niat ambil ayat yang pertama, tapi kemudian tertegun dengan ayat yang kedua.

Tuhan yang besar ini, dimana langit adalah tahtaNya (kebayang ga besar kerajaanNya kaya gimana, kalo langit aja cuman jadi tahtaNya) dan bumi adalah tumpuan kakiNya (sepatuNya Tuhan sebesar bumi, kebayang ga 'besarnya' Dia?) ternyata memandang kepada orang yang tertindas, patah semangat dan gentar pada FirmanNya.

Say what?

Jenderal besar gaulnya sama siapa sih? Ya sesama Jenderal.
Konglomerat lebih nyaman diskusi sama siapa? Sesama konglomerat, atau at least pebisnis. Main golf bareng, nongkrong bareng, meeting bareng.

Ga usah jauh-jauh liat jenderal atau konglomerat. Waktu di sekolah aja, siswa/mahasiswa pasti akan bergaul dengan orang-orang yang "sepantaran". Geeks will be friends with other geeks. Anak gaol dengan sesama gaol. Yang bandel bakal gabung dan bikin tawuran haha. 

Tapi ternyata Tuhan itu berbeda dengan apa yang biasa kita lihat di dunia ini.

Dengan kemahakuasaan dan kemahabesaran yang Dia miliki, Dia memilih untuk memandang orang-orang yang ga "sepantaran" dengan Dia. Dia ga cari orang besar, orang kuat atau orang hebat (layaknya Dia yang besar, kuat dan hebat). Dia memilih untuk melihat orang-orang yang lemah namun menghargai perkataanNya.

Jesus died for all. But His eyes are for the lost, the last and the least.
Luke 19:10 NKJV 
for the Son of Man has come to seek and to save that which was lost
Kalo kamu ngerasa kamu adalah the lost: ga yakin nanti abis mati bakal kemana, melayang-melayang di bumi atau membusuk di neraka dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you. Atau kamu pikir kamu adalah the last: selalu menjadi yang terakhir, otak ga pinter-pinter amat, hidup gagal terus, ga punya temen, keluarga pergi ga ada yang peduli dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you. Dan jika kamu pikir kamu adalah the least: miskin terus dari kecil, sekolah aja gabisa, kaum marjinal dalam masyarakat dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you!

Even He become more interested with you if you reverently responsive to what He say.

Tuhan tertarik dengan orang-orang yang tidak berdaya dengan diri/kondisinya dan percaya pada FirmanNya. FirmanNya yang mengatakan Allah mengaruniakan anakNya yang tunggal, turun ke dunia, menjadi sama seperti manusia, mati dan bangkit menggantikan posisi kita bukan untuk menghakimi kita tetapi untuk menyelamatkan kita (Yoh 3:16-17).

FirmanNya yang mengatakan Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (2 Kor 8:9)

FirmanNya yang mengatakan Oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita (1 Kor 1:30)

Tuhan ga tertarik dengan orang yang merasa udah hidup bener dengan taat pada hukum agama. Membusungkan dada dan menyatakan diri aku orang kudus, kamu semua pendosa *insert ketawanya kentung*. Menaikkan dagu dan dengan keyakinan diri bilang tell me God what I must to do. Surely I will do everything You command me to do. Everything, God. Everything! *insert ketawanya kentung*
Markus 10:17-22  
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Tuhan mengasihi orang macam gini juga sih. Tapi Dia ga bisa menunjukkan kebesaran kasih kuasaNya kepada orang yang merasa dia bisa memenuhi seluruh hukum untuk berkenan di hadapan Tuhan. KasihNya nyata bagi orang yang merendahkan diri untuk melepaskan segala atribut kemampuan diri, merendahkan diri untuk mengakui bahwa diri ini lemah, tak berdaya, tertindas & patah semangat dan bilang Jesus, I can't but You can. 
Lukas 5:12-13
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. 
So, are you the lost? The last? Or the least?

Just come as you are.
Talk to Him.
He interested with you and He wants to help you.
He's more than able to help you.
Hear His words and response it by believe in The One who died for you.
Surrender your life, your messy life, into His hands.
Yohanes 6:28-29 
Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah
By the way, pernah denger quote God helps those who help themselves? It is a wrong quote, guys.
Kudunya kaya gini:

Ini yang bener

Jadi keingetan lagu..
Hidupmu berharga bagi Allah
Tiada yang tak berkenan di hadapan-Nya
Dia ciptakan kau s'turut gambar-Nya
Sungguh terlalu indah kau bagi Dia 
Dia berikan kasih-Nya bagi kita
Dia t'lah relakan segala-galanya
Dia disalib 'tuk tebus dosa kita    
Kar'na hidupmu sangatlah berharga 
Reff:
Buluh yang terkulai tak kan dipatahkan-Nya
Dia 'kan jadikan indah sungguh lebih berharga
Sumbu yang t'lah pudar tak kan dipadamkan-Nya
Dia 'kan jadikan terang untuk kemuliaan-Nya

Friday, November 13, 2015

Da Aku Mah Apa

Siapa sih disini yang ga punya akun social media? Gue rasa se-gaptek-gapteknya orang, paling enggak doi punyalah satu akun. At least Facebook lah ya. Ga punya Facebook? Yodah Friendster *jadul* Atau paling nggak Timeline di Line deh, kan udah mirip kaya Facebook.

Gue? Yah seperti nak muda kekinian, gue punya akun di Facebook, Twitter, Instagram, Path, Pinterest. Belom punya Snapchat dan Periscope karena ku punya kuota data terbatas sekali.

Seperti layaknya gen Y yang lain *tsah* ku suka sekali scrolling-scrolling socmed!

Di Facebook, gue sering nemu resep-resep menggiurkan yang murah dan praktis. 
Di Twitter, gue suka nemu berita-berita teranyar bahkan bisa lebih cepat dari stasiun berita di TV. 
Di Instagram, gue banyak liat foto-foto yang luarbiasa ketjenya sampe-sampe jumlah following gue lebih banyak dibanding jumlah followernya *ngikik*
Di Pinterest, gue seneng banget ngeliat ide-ide brilian dan info-info menarik yang sayang sekali untuk Anda lewatkan!

Di Path, gue menemukan.. how small I am.

Wait, What?

Yup. Di Path, orang-orang berlomba-lomba untuk menonjolkan betapa kerennya pakaian mereka, betapa enaknya makanan mereka, betapa kecenya mereka bisa mengunjungi tempat wisata yang lagi happening, betapa bagusnya lagu yang mereka dengar, betapa kayanya hidup mereka, dan betapa-betapa lainnya.

SEBENERNYA SIH GUE SAMA KEK MEREKA JUGA.
Ya gue juga suka posting-posting pamer gitu *ya gimana atuh hahaha*

Tapi poin gue adalah: semakin gue liat orang-orang di sekeliling gue dan semakin gue perhatiin apa yang gue miliki... oh, man.. I am nothing yow!

Gue ga punya banyak hal yang bisa gue banggakan. Seriously, apalah yang bisa gue banggakan dari diri gue ini? APAA? *kemudian nangis di pojogan*

But then.. tadi di Instagram gue nemu ini:


Taken from instagram.com/nccvarsity


Yohanes 6:5, 8-10 TB
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Tuhan bisa pake apapun yang kita miliki buat jadi berkat untuk orang banyak. Kebayang ga sih 5 roti 2 ikan bisa sanggup bikin kenyang 5000 laki-laki (belum termasuk istri-anak yang dibawa, yang berarti bisa sampe 10.000an orang) dan bahkan sisa lebih! AMAJING!

See, kadang ketika kita liat apa yang kita miliki, kemampuan yg kita punya, it feels so small, and even insignificant. But when we give.. we surrender that small things to God, He can uses it to feed the multitudes. 

Inget juga Daud.
Dengan apa dia mengalahkan Goliat? Bazooka? AK 47?
Nope. He just use his sling and stone (alias batu sama ketapel, see 1 Sam 17:50)

Again with this story, God want to tell us kalo Tuhan bisa pake apapun yang kita miliki untuk jadi berkat. Ini juga jadi bukti klo tanpa Tuhan yang ikut campur 'bekerja' dalam hal kecil yang kita punya, ya kita ini ga ada apa-apanya. 

Tentang Daud kita juga bisa belajar untuk setia dengan hal-hal kecil yang kita punya sekarang. 

Sebelum Daud bisa ngalahin Goliat, Daud itu adalah seorang gembala domba. Kerjaan gembala itu ya ngejagain domba-dombanya. Kalo ada singa dan beruang, Daud bunuh dan usir mereka (1 Samuel 17:34). In the middle of shepherding his sheep, He loves to wrote psalms, played the harp – and most of all: yearned to be in God’s presence (Mazmur 27:4). 

Dengan setia mengerjakan apa yang ada padanya dan terus dekat dengan Tuhan, Daud seperti 'dipersiapkan' Tuhan untuk bisa mengalahkan Goliat.

NANCEP KAN.

Dari postingan Instagram itu gue jadi ngeh. Gue mau 'melihat' apa yang sekarang ada di tangan gue. Meski mungkin terlihat ga guna dan ga banyak apa yang bisa dikerjakan dengan apa yang ada, gue mau belajar setia. Gue mau simply close to Jesus dan minta Tuhan terus bukakan mata gue utk gue ngeh apa talent yang udah Dia kasih ke gue.. dan gue mau setia ngerjainnnya so through that gift, I can bless the many.

When God Gives You Doughnuts

Siang tadi ngebatin.. duh enak nih ya makan donat, atau yang manis-manis gitu deh.

Trus mulai deh scrolling-scrolling screenshot di hape (iya gue kerjaannya screenshot-screenshot terus sampe hape penuh wgwgwg) dan cari-cari resep makanan manis yang cepat dimasak (sebut saja martabak).

Tiba-tiba nyokap dateng dengan sepiring penuh donat.. dek, ini ada kiriman dari tetangga depan.

MY GOSH.

How good God is. How sweet He is.

Rasa ngidam sama yang manis-manis gitu sebenernya muncul ditengah kegalauan gue dengan thesis yang lagi mangkrak. Thesis gue yang lagi belon bisa kemana-mana dan orang-orang di sekitar gue selalu nanya udah sampe bab mana? jadi ngebuat gue rasanya pengen tenggelam di dasar lautan terdalam.

Dengan munculnya donat yang datang dari langit itu (alias dari tetangga), gue jadi mikir donat mungil kecil yang remeh gini aja Tuhan denger apalagi thesis gue yak. Then I remember this verse:

Roma 8:31-32 TB
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kitaIa, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia.
Rome 8:31-32 NKJV
What then shall we say to these things? If God [is] for us, who [can be] against usHe who did not spare His own Son, but delivered Him up for us all, how shall He not with Him also freely give us all things?

In fact, God already gave us the Heaven's best: Jesus. Jadi yang terbaik aja udah Tuhan kasih, apalagi donat. Apalagi thesis. Apalagi teman hidup *kemudian curhat* *lah ini bukannya curhat juga?* *kemudian berantem* *kemudian baikan*

Phew. Selalu ada harapan di dalam Tuhan.

Ketika gue udah gatau lagi mesti gimana, gatau lagi kudu ngapain, gue mau percaya whatever the circumstances is, God is with me. And if God is with me, I shall not fear. He will open the doors and I can pass this challenge in victory.

Jesus is my answer.
Jesus is my door.
Jesus is my blessings.
Jesus is my all in all.

With Him, God freely gives us all things.

Eymen.





Tuesday, November 18, 2014

KENAIKAN HARGA BBM: SEBUAH PILIHAN SULIT

Tulisan ini tidak akan banyak berfokus pada angka dan data soal APBN, subsidi yang salah sasaran dan angka-angka statistik lain yang membosankan dan bisa dengan mudah anda googling. Tulisan ini akan lebih fokus untuk memberi gambaran pada pembaca yang saya harap rakyat Indonesia yang sedang harap-harap cemas dengan kenaikan BBM. Bagaimana kita harus mengerti kondisi ini dan bagaimana kita bersikap.
Sebelumya mari kita terbang sejenak ke AS untuk mengutip pandangan seorang political activist/comedian Bill Maher, yang bila saya terjemahkan, “Hey, kenapa kau mengeluh harga bensin naik? Tahukah kalian, untuk mendapatkan minyak, negara kita harus berperang dan membunuh orang lain.” Sebuah sarkasme yang kemudian dilanjutkan dengan sarkasme lain pada pemerintahan saat itu, di bawah kepemimpinan W. Bush, “Dear President Bush, lain kali kalau anda bilang kita berperang untuk minyak, pastikan kita bawa pulang minyaknya.”
Dua kalimat terdengar mengolok-olok dan hanya bercanda. Tapi itulah yang terjadi, minyak memicu konflik di beberapa kawasan dunia dan khusus di AS kemudian rakyat sudah mulai bertanya-tanya apa tujuan mereka berperang, kalau memang minyak, kenapa harganya terus naik?
Minyak atau bahan bakar fossil memang masih komoditas utama penghasil energi saat ini. Dan dengan perkembangan industri, pertambahan jumlah kendaraan bermotor, dan peralatan lain yang membutuhkan energi, permintaannya kian naik. Selain itu dia bukan sumber daya yang dapat diperbaharui. Permintaan naik, persediaan berkurang, hukum ekonomi akan berlaku, harga naik. Sejalan waktu harga minyak dunia selalu naik, terkadang turun memang, tapi secara keseluruhan dalam rentang waktu saat sumber energi ini mulai eksploitasi, kecenderungannya naik.
Lho, kita kita kan negara produsen, kalau harga naik, bagus dong. Kita kan anggota OPEC. Nah ini seperti pendukung Liverpool yang bilang, kita kan juara. Jawabannya itu dulu, sekarang tidak lagi. Produksi minyak kita defisit terhadap kebutuhan dalam negeri. Produksinya terus menurun dan bila tidak ada sumber baru maka cadangan minyak kita akan habis dalam kurun waktu 12 tahun. Menjomblo 12 tahun itu lama, tapi percayalah menunggu 12 tahun untuk habisnya cadangan minyak kita, itu waktu yang singkat.
Sebuah fenomena menarik, ada beberapa perusahaan leasing yang memberikan tenor kredit mobil hingga 10 tahun, luar biasa. Melihat fakta bahwa cadangan minyak kita tinggal 12 tahun, maka pemilik mobil ini, punya kesempatan 2 tahun menikmati mobilnya setelah lunas. Setelah itu mungkin dia tidak mampu beli bensin, karena Indonesia akan menjadi negara pengimpor BBM murni. Jadi pikir-pikir deh yang mau kredit mobil. Haha.
Pemerintah selama ini memberikan subsidi sehingga rakyat Indonesia bisa menikmati harga yang lebih murah dari harga minyak dunia. Beban itu dirasa kian berat dan jumlah subsidi BBM di atas subsidi kesehatan dan pendidikan. Kondisi ini diperparah dengan kenyataan bahwa BBM bersubsidi ini malah 77% dinikmati 25% orang-orang berpenghasilan tertinggi.
Singkatnya, beban tinggi, dan salah sasaran.
Mengurangi subsidi BBM dan mengarahkannya ke sektor lain menjadi sebuah pilihan yang harus diambil dan diakui sulit. Buah simalakama. Sama-sama tidak enak.
Lalu ada suara lain. Bagaimana kita tahu subsidi BBM ini belum tepat sasaran. BBM adalah salah satu komponen pembentuk harga kebutuhan pokok. Biaya produksi dan distribusi dipengaruhi harga BBM. Kalau harga BBM naik, otomatis harga kebutuhan pokok naik. Masih untung kalau begitu, kadang-kadang baru ada isu BBM mau naik, harga kebutuhan pokok bisa naik duluan. Oleh karena itu, kalau memang harus naik, lebih baik jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Nanti jadi seperti legenda bulutangkis kita, ragu-ragu Icuk.
Artinya ini pilihan sulit. Secara jangka panjang memang kita harus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, melakukan konversi energi ke gas di jangka menengah, mencari alternatif energi lain, membangun infrastruktur transportasi massal, dll. Banyak pakar yang kita miliki terkait ini. Tapi dalam jangka pendek ini apa? Ya, saya kira mengalihkan alokasi dana subsidi ke sektor yang tepat seperti kesehatan dan pendidikan adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, dan kalau memang sudah diwacanakan jangan berlarut-larut.
Ini bukan kebijakan populis bagi sebuah pemerintahan yang baru sekitar satu bulan bekerja. Saya menempatkan diri sebagai rakyat, juga tidak senang. Tapi saya, tanpa mencoba mewakili rakyat yang lain, mencoba mengerti kondisinya, dan memberi kesempatan pada pemerintahan yang baru ini kalau memang mau mengatur distribusi subsidi.
Maka koalisi di parlemen, pemerintah, ormas, dan semua elemen, kita punya musuh yang lebih nyata: krisis energi. Tanpa bertengkar satu sama lain pun kita sedang menghadapi kesulitan yang nyata. Ya kalau mau ‘disambi’ berantem, berarti memang kita kelebihan energi, haha.
Hal sederhana yang kemudian dikeluhkan rakyat adalah, rakyat memang terbiasa susah, tapi ya sangat tidak adil adalah kalau kemudian lapisan terbawah masyarakat yang kemudian paling menderita akibat kenaikan BBM bersubsidi. Sementara mafia migas merajalela, oknum alat negara terlibat pula. Tidak ada rasa kebersamaan, susah-senang sebagai bangsa dijalani bersama. Oke, kalau memang menaikkan harga BBM bersubsidi ini pilihan yang harus diambil, lakukan jangan ragu. Tapi jangan ragu juga untuk: berantas mafia migas!!!
Bahkan intinya, berantas semua mafia. Pertahankan satu mafia saja, mafia asal Jogja. Mafia Pathuk! #kepleset

_____
Menjawab polemik kenaikan harga BBM, so I decided to re-blogged Sam's post.


Thursday, October 30, 2014

The Greatness Of Our God


"The Greatness Of Our God"

Give me eyes to see
More of who You are
May what I behold,
Still my anxious heart.
Take what I have known
And break it all apart
For You my God, are greater still.

No sky contains,
No doubt restrains,
All You are,
The greatness of our God.
I spend my life to know,
And I'm far from close
To all You are,
The greatness of our God.

Give me grace to see
Beyond this moment here.

To believe that there
Is nothing left to fear.


That You alone are high above it all.
For You my God, are greater still.

No sky contains,
No doubt restrains,
All You are,
The greatness of our God.
I spend my life to know,
And I'm far from close
To all You are,
The greatness of our God.

And there is nothing
That can ever separate us.

There is nothing that can ever
Separate us from Your love.
No life, no death, of this I am convinced.
You my God, are greater still.

And no words can say, or song convey,
All You are the greatness of our God.
I spend my life to know,
And I'm far from close
To all You are,
The greatness of our God.

Saturday, August 23, 2014

Mungkin dia.. Mungkin aku..


Di hari yang cerah, matahari bersinar dengan ramah dan angin bertiup dengan pelan, anggap saja aku harus diperhadapkan untuk menghabiskan waktu satu hari penuh dengan seseorang.

Hati rasanya siap untuk bertemu dan bertegur sapa. Mulut rasanya ingin bertukar cerita tentang banyak hal yang sudah dilalui sebelumnya.

Tapi..
Ternyata..

Sejak pertemuan pertama di hari itu..

Tidak ada senyum yang terkembang,
tidak terlihat pelukan rindu karena lama tak jumpa,
tidak ada ucapan: "Hey, apa kabar! Senang rasanya bisa bertemu.."

dan hari itu berlalu dengan begitu sepi.

Diam, dan... diam.

Nah, 
kadang dalam situasi seperti itu,
pikiran rasanya diledaki asumsi yang beranekaragam.


Mungkin dia..

- bad hair day? Kebayang ya kalo lagi bad hair day, rasanya diri ini bete banget dan ingin segera pulang, keramas, dan baru bisa normal lagi.
- sakit kepala? Kepala yang nyut-nyut yang tiada henti emang bisa bikin mood berantakan ya.
- sakit gigi? Jadi rasanya menyakitkan untuk tersenyum apalagi berbicara.
- sakit tenggorokan? Mungkin tenggorokannya perih kaya dikerok silet jadi mending diam dibanding banyak ucap.
- sakit hati? Nah yang ini ribet. Mungkin saja hatinya sedih karena satu dan lain hal, jadi rasanya mood ini inginnya diam saja seharian.
- dan lain lain.

Tapi..
Jadi terpikirkan juga.

Jangan-jangan bukan karena "Ada apa dengan dia?" tetapi "Ada apa dengan aku!"


Mungkin aku..

- bau mulut. Lebih baik menjauh dan tak banyak bicara denganku daripada tumbang karena mencium aroma mulut yang... (isi sendiri).
- bau ketek. Ini lebih parah dari bau mulut. Kalo bisa segera melipir dan menghilang dari peredaran aku.
- rambut lepek. Nah, bisa jadi ini alasan dia tidak memeluk. Daripada peluk sambil tutup hidung karena pasti bakal cium bau rambut dan megang lepeknya rambut, jadi ya tak usah peluk saja.
- mukanya jelek. Ini ribet banget. Gimana ya da aku mah mukanya kaya gini, ga bisa diubah....
- dan lain lain.

Kalo misal kita lihat situasi yang macam gini, jadi terpikirkan suatu kutipan:


Want respect? Give respect!

Treat others the same way you want them to treat you.
Luke 6:31 New American Standard Bible (NASB) 

Diri ini juga sedang belajar, untuk melakukan ini.
(Iya, kadang masih suka gitu juga HAHA)

Belajar untuk:

tersenyum,  meski hati rasanya bertolak belakang,
bertegur sapa, meski diri inginnya hidup individualis Saja,
bertanya kabar, karena jika ada yg menanyakan kabarmu, bukti bahwa dia peduli dgn dirimu,
bercakap-cakap secara langsung, karena melihat senyum dan tawa yang nyata jauh lebih menyenangkan dibanding emoticon yang beraneka macam,
menjawab pertanyaan orang, karena siapa juga yang mau dikacangin? Lebih enak juga ditraktir #KODE
terlibat dalam suatu perbincangan dengan beberapa orang, karena percayalah, lebih seru ngegosipin orang reramean dibanding scrolling Yahoo! sendirian, (oke sbnrnya ini tidak sepenuhnya benar, JADI JANGAN DITIRU YAA WKWK)
membangun hubungan dengan orang lain, karena kita adalah makhluk sosial dan tidak didesain hidup hanya dengan perangkat elektronik saja. Apalagi jika mereka adalah keluarga. Waktu yang ada sangatlah berharga, USE IT!

.. dan jika hal-hal di atas ingin kamu terima dari orang lain, terlebih dahulu lakukan juga hal-hal di atas dengan orang lain.


Yuk, sama-sama belajar! :)








pics taken from here, here & here.