Tuesday, December 29, 2015

Masuk Angin

Can't help but share this!!! *pegangan laptop*

I experienced this TWICE in this month.

Oke jadi begini..

Udah dua kali gue mengalami gejala masuk angin. Kepala pusing dan terasa menekan, temperatur badan lebih rendah, badan lemes, mata berat. Rasanya ngantuk tapi badan dan mata ga bisa diajak tidur. Gue pribadi juga sebenarnya ga gitu suka tidur siang, karena rasanya agak bersalah dengan hari yang dihabiskan dengan tidur. Mending baca ampe mabok dibandingkan tidur sampe muntah *lebay*

Gejala masuk angin ini biasanya diawali dengan kurang tidur. Oke gue tau kurang tidur emang jadi penyebab masuk angin. Tapi di dua kasus masuk angin yang gue alami ini agak sedikit berbeda. Kali pertama gue udah tidur selama 5 jam (lumayan kan 5 jam?) dan emang saat itu gue bangun lebih pagi untuk keluar kota (mungkin badan jadi gampang capek). Kali kedua ini gue udah tidur 6.5 jam (which is halo.. 0.5 jam lagi udah 7 jam!) dan kebangun karena kebelet pee yang kemudian masih leyeh-leyeh dengerin sermon pagi (nyantai kan?).

Di dua kondisi itu, gue tidur lebih dari 3-4 jam. 5 jam okelah ya. Dan 6.5 jam? Cukuplah.
Tapi kenapa gue masuk angiiin?

Gue zebel karena sebenarnya penyebabnya hanya karena kurang tidur yang ga kurang-kurang amat. Tidur 5-6 jam itu udah lumayan banget, dan apalagi di kali kedua gue masih nyantai di tempat tidur, tapi tetep aja masuk angin.

Yang pertama
Di kali pertama saat gue masuk angin di luar kota (sebut saja Bandung) bener-bener sangat merusak rencana. Karena cuman bisa 2 hari di Bandung, kedua hari itu menjadi sangat berharga untuk bisa kesana kemari.

Gue inget banget, saat itu saking udah ga kuatnya, gue memutuskan untuk ke kosan sebentar dengan pikiran tidur adalah obat yang terbaik! Nyampe di kosan, berbenah sebentar (sambil menyiapkan laptop untuk download wgwg) dan mencoba untuk tidur. Mata udah merem, tapi otak masih jalan. GRAAA. Buat tidur siang aja gabisaa KZL.

Di tempat tidur sempat terpikir untuk keluar kosan beli tolak angin, tapi kepala ini pusingnyaaaaa. Berat banget sampe melek aja susah, apalagi beranjak keluar lagi dan beli tolak angin? Ga kuat.

Desperate.

Ketika gue lagi terbaring di kamar kosan *lebay tapi iya* gue mendadak keinget 1 FT tentang speaking in tongues. Gue keingetan 1 ayat kalo berbahasa roh itu membangun diri. Diri ini ga cuman bicara roh, tapi juga jiwa dan tubuh. Ada dorongan dari roh gue untuk berbahasa roh, dan berbahasa roh lah gue. 

1 Kor 14:4.. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri
1 Cor 14:4.. He who speaks in a tongue edifies himself

Gue ga ngerti gue ngomong apa, dan gue ga peduli juga gue ngomong apa. Gue percaya Roh Kudus berdoa dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan dan lebih tepat sasaran dibanding gue sendiri berdoa dengan pikiran gue.

Roma 8:26-27.. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu..

Setelah berbahasa roh selama 1-2 menit.. jeng jeng! Gue masih terbaring #eaa
Dan setelah gue bangun....

God is my witness: the headache was gone!

Gue terpana. Serius.
Gue ga menyangka (akhirnya) gue mengalami kesembuhan yang terjadi dengan instan.

Wow 
Wow 
Wow

Ini seriusan?
Beneran?
Sembuh?
Ciyusan apah?

Masih kagak percaya.

Beres sakit kepala yang menghilang begitu saja, gue kemudian bergegas keluar kosan melakukan seluruh rencana yang udah disiapkan untuk hari itu.

And God is my witness: Sampe malem pun udah ga kerasa sakit kepala (dan bahkan gejala masuk angin yg lain) sama sekali!

Bahkan di hari itu gue sempet keliling-keliling toko buku yang which is klo sakit kepala itu masih ada, gue ga akan mungkin kuat. Tapi faktanya, semua gejala hilang begitu aja buff!

Wow.

I thank God for His words are so true!

Yang Kedua
Di waktu yang kedua, lagi-lagi gue masuk angin. Tapi yang ini lanjut besok aja haha.
Stay tuned!

We're Chosen as His Mine

Chosen As Mine 
Hillsong



Here I am so close to you
Know My voice, I'll never leave you
For I have loved you since before
The sands of time were made

I love you still and always will
You're chosen as Mine

My Father wants to bless you now
Receive from Him all that you'll ever need
Come spend eternity with Me
My hearts full of love for you

I love you still and always will
You're chosen as Mine

Cries in the desert, My child I hear them
Tears in the valley, My lovely I count them
You're so precious, you were on My mind as I died

Here I am so close to you
Know My voice, I'll never leave you
For I have loved you since before
The sands of time were made

I love you still and always will
You're chosen as Mine

Cries in the desert, My child, I hear them
Tears in the valley, My lovely, I count them
You're so precious, you were on My mind as I died

I love you still, always will
You're chosen as Mine

I love you, I love you
Oh, yes I do


Monday, December 28, 2015

Ask.. and be Full of Joy

Ngomong-ngomong soal natal dan taun baru...

Dari yang gue liat di taun ini, selama bulan Des-Jan, NCC ga ngadain service di mid-week tapi hanya di hari Minggu aja. Ga ngerti juga sih apa emang di SG udah biasa kaya gitu atau biar lebih simple aja (karena kebayang klo ibadah Minggu - malam natal - natal - ketemu Minggu lagi - malam taun baru - taun baru - ketemu Minggu lagi... capeknyaa semua pelayan hihi)

Nah, jadi karena ibadah hanya ada di hari Minggu, NCC mengadakan 3 special sunday services selama bulan Desember-Januari ini:

Christmas Celebration
Thanksgiving Sunday
Vision Sunday

Christmas service di NCC ga tepat tanggal 25, tapi di hari Minggu menjelang tanggal merah. Di hari Minggu sesudahnya, mereka ngadain Thanksgiving Sunday (which is seperti ibadah menyambut tahun baru), dan hari Minggu sesudahnya Vision Sunday (which is ibadah taun baru).

By the way, I'm sooooo looking forward to seeing Vision Sunday!



Taken from instagram.com/nccsg


and yes, hari Minggu kemaren adalah Thanksgiving Sunday.. ibadah spesial buat jemaat mengucap syukur atas semua yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup jemaat dan gereja selama 1 tahun :)

Ga berhenti disitu aja, jemaat juga diajak untuk membawa 3 prayer requests yang akan didoakan bersama-sama. NCC bahkan menyiapkan special card buat jemaat menulis permohonan doa mereka (bisa di-download online gitu dan dibawa pas ibadah).

Buat gue pribadi, ini lucu sih. Biasanya kalo akhir tahun gitu, gereja suka ngingetin "Apa yang mau kita persembahkan untuk Tuhan? Apa yang mau kita lakukan untuk Tuhan di tahun yang akan datang? Hal negatif apa yang mau kita buang di tahun yang baru?"

Tapi ini... they were encouraged to.. asking and asking. Haha.

Satu hal yang gue tau adalah.. Our Lord is a Loving Father, and He loves to give. In fact, He made heaven and earth, which means.. He's more than able to give cause He's so rich.

As we know that He is our Loving Father, dan sebagaimana seorang Ayah yang tidak ingin anaknya sakit, miskin, stress dan berkekurangan, tentu saja adalah kerinduanNya untuk memberi apa yang menjadi kebutuhan setiap anakNya (bahkan keinginan loh --proven in my life).

Dan di tahun yang baru, we should have a blessed hope for the next year.

Jadi, kita kudu minta. Berdoa. Menaruh percaya padaNya.

Yoh 16:23-24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.  
John 16:23-24 NKJV
I say to you, whatever you ask the Father in My name He will give you.. Ask, and you will receive, that your joy may be full.

We can ask for everything. Untuk kesehatan, studi, keluarga, bahkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam hidup kita yang rasanya gengges buat dilihat. We can ask for everything and have a good opinion about God that He is Our Loving Father who wants to give good gifts to us, His children.



Prayer Requests Card


Setelah jemaat menulis permohonan doa mereka, Ps. J. Prince memimpin jemaat dalam doa dan inilah doanya (gue ambil dari sini):

Heavenly Father, we come to You right now in the name of Lord Jesus Christ, Your throne of Grace, and Father we bring these 3 requests to You Father, into Your throne of Grace. It is the throne of unmerited, unearned, and undeserved Favor. And Father even for all these things, we are not trusting in our obedience, our goodness, nor our faithfulness, but we are trusting in Your undeserved Favor for us. And Heavenly Father, we bring these 3 requests for you right now, as a church, united by Christ Jesus as one… (Now quietly tell the Lord under your breath, one by one). 
Father God, thank you for You HEARD my prayer. And thank You Father, for bringing these requests into Manifestation in 2016. Thank you for Loving me and my family, and we Love You Father, in Jesus Name. Amen.

Why the congregation was encouraged to write their prayer requests?
Karena nanti, di akhir tahun 2016, ketika mereka melihat kembali kartu tersebut, mereka akan melihat Allah Bapa telah mewujudkan doa/harapan mereka menjadi kenyataan. Sweet ya :)

So.. let's write our prayer requests and have a blessed hope for the year to come!

Friday, December 18, 2015

Unmerited Favor

The expression of the congregation is... priceless.
Nothing compares the genuine expression of people worshipping Jesus..
and the sound of them praising Him.

I love it,
and I think so does He :)


Unmerited Favor
New Creation Church



I am standing under an open heaven
Drenched by endless
Showers of grace
I'm surrounded
By love and tender mercies
As You freely gave so
Freely I've received

Now I've got every reason to rejoice
Your unmerited favor is on my life
It's got nothing to do with what I did
But it's all about
What You've done for me
And because of the cross
It's plain to see
I'm irrevocably saved, now I am free
And I'll rejoice
In everything You've done
In everything You've done

No more striving
‘Cos I have been forgiven
Made forever righteous and whole
I'm secure in
This hope that is unwavering
And my future's bright
‘Cos Your Word is my light


Thursday, December 17, 2015

Shoulders


Shoulders
For King & Country



When confusion's my companion
And despair holds me for ransom
I will feel no fear
I know that You are near

When I'm caught deep in the valley
With chaos for my company
I'll find my comfort here
‘Cause I know that You are near

[Chorus:]
My help comes from You
You're right here, pulling me through
You carry my weakness, my sickness, my brokenness all on Your shoulders
Your shoulders
My help comes from You
You are my rest, my rescue
I don't have to see to believe that You're lifting me up on Your shoulders
Your shoulders

You mend what once was shattered
And You turn my tears to laughter
Your forgiveness is my fortress
Oh Your mercy is relentless

[Chorus]

My help is from You
Don't have to see it to believe it
My help is from you
Don't have to see it, ‘cause I know, ‘cause I know it's true

[Chorus]

My help is from You
Don't have to see it to believe it
My help is from you
Don't have to see it, ‘cause I know, ‘cause I know it's true


Wednesday, December 9, 2015

Feel loved?

Kasih.

Beberapa minggu ini gue lagi belajar banyak tentang kasih.
Bukan dari pengalaman sih, tapi lebih ke pengajaran tentang apa itu kasih dan gimana Bapa begitu mengasihi manusia.

Gue sadar betul kalo Tuhan itu amat sangat mengasihi manusia. Mengasihi gue.
Dia memposisikan diriNya menjadi Bapa dan mau menganggap kita manusia sebagai anakNya.
Karena satu alasan: Dia ingin mencurahkan kasihNya kepada kita.

Dengan satu alasan ini aja sebenarnya udah cukup jadi pegangan dan landasan hidup.

Tapi.. terkadang,
manusia ini butuh manusia-manusia lain untuk tau bahwa ia dikasihi.

Gue mendadak keinget... kira-kira gue ini dikasihi ga ya?

HAHAHAHAHAHIKZHIKZHIKZHAHAHAHAHA

Mendadak sedih haha ciyus.

Memori gue melayang pada masa dimana gue 'dijangkau' dan gue dimuridkan...
dan akhirnya pemurid ini menyerah dengan gue haha.

Ci, far above all, I thank you sooo much for everything you have done for me. Untuk waktu, tenaga, uang dan semuaa yang udah cc korbankan dan yang udah cc berikan untuk aku. Semua akan Tuhan ganti. Pasti :)  By the way, been there done that. Aku mengerti kok hehe ;)

Memori gue juga terbang pada masa dimana out of nowhere ada seorang cc yang sering telpon nanya kabar, bbm-an kepo, dan again out of nowhere si cc bisa-bisanya cerita tentang keluarganya yang sembuh secara ajaib.. kepada gue yang SAHA ETA GUE? DA GUE SIAPA? 

Kenangan akan memori itu membuat gue tersadar.. hey, she remembered me :)
Dan dengan dia inget sama gue untuk kemudian cerita, nanya kabar and so on adalah satu tanda bahwa gue diinget dan gue dikasihi. 

But then, (mungkin) karena gue pernah cerita hal aneh which was so disgusting (YES CI, I KNOW) atau mungkin karena hal lain yang ga gue ketahui... terputuslah komunikasi :(

Gue juga kagok nanya-nanya atau gimana (meskipun sempet sih gue suka curhat-curhat gitu) tapi rasanya kagok banget karena gue ngerasa apalah gue ini kek remahan peyek sementara doi udah kaya kerupuk bangka (ANGGAP AJA INI BEDA JAUH OKEH?)

Thank you ci buat jawaban yang lugas singkat terpercaya.. yang selalu diakhiri dengan "udahlah sini cc telpon kamu aja, susah dijelasin kalo lewat chatting" dimana itu menghabiskan pulsa cc haha. And for that book, Gosh, thank you!

Dan.... memori gue terhenti pada masa dimana ada seorang cc yang peduliiiiiiiiiiiiiiii banget sama gue. Ketika kondisi lingkungan gue ada pada masa paling terpuruk, doi kepo bangeeeeet nanya-nanya kabar gue, gimana ke depannya, gimana kabar lingkungan gue, dan gimana-gimana lainnya. 

Baik kan?

Tau ga gue tanggapannya gimana?

Cuek.

Di-WA, jawabnya singkat. Ditanya kabar, jawabnya baik ci. Full stop. Udah aja gitu.
Sampe detik-detik terakhir tetep aja gue ga terbuka buat cerita kondisi gue.
Dan doi dengan sabarnya ngeladenin gue, tetep nanya kabar gue.

Thank you kepada cc terkasih dengan dua anak yang ucul dan emeshhh. Thank you buat makanan gratis dari acara memasak tanpa sambal (haha) dan sejuta hal lain yang udah cc bagikan buat aku. Thank you!

Dari 3 memori yang ada, gue jadi dingatkan untuk menghargai kasih yang udah diberi oleh orangtua PA kepada gue. Bahwa apa yang pernah gue rasakan sebenarnya adalah perpanjangan kasih yang Tuhan ingin beri ke dalam hidup gue melalui keberadaan ibu PA. 

Dan bahwa kasihlah yang menjadi dasar dalam pemuridan.

Bukan target.
Bukan apa kata leader.
Bukan karena tekanan.

Gue juga jadi ngeh bahwa segala sesuatu yang orangtua PA pernah buat dalam hidup anak PA.. itu diinget loh. Mungkin bukan saat itu juga, tapi percayalah, jika dengan kasih kamu melakukannya, hal itu akan diingat oleh anak PA.

Satu hal terakhir yang melintas di benak.. dan yang membuat sedih pake banget adalah..

Jika kita meninggalkan mereka yang pernah kita bimbing begitu saja.. tanpa pamit, tanpa menyebutkan alasan, tanpa dengan jelas memberi tau kenapa.. sang anak bisa saja berpikir bahwa ia tidak dikasihi.. oleh manusia.. yang mungkin saja bisa berujung pada.. "Tuhan ga sayang sama aku"

Karena gue pun merasakan demikian.

Bahwa manusia butuh manusia lain untuk tau bahwa ia dikasihi.
Jangan tinggalkan mereka tanpa alasan.

JEDEEER!

Dari kontemplasi yang ada inilah, maka, dengan ini, saya..
*brb line anak-anak PA*

___
untuk cici-cici yang ga gue sebut nama, if you read this, you know who you are. 
thank you once again :)

Friday, December 4, 2015

Finished

Finished
© 2014 New Creation Church



Surely as the dawn awakes
Your love for me will never fade
Relentless love pursued my soul
Till condemnation lost its hold

No other works can qualify
You paid in full salvation’s price
I’m given life by nail-scarred hands
To worship You with all I am

[Pre Chorus]
You took my sin
The just for the unjust
You made me Yours
Through Your redeeming blood

[Chorus]
Conquered death, reversing every curse
You broke the chains
You tore the veil
Glorious King
The name above all names
You paid in full
You rose to reign

You paid in full
You rose to reign
You paid in full
You rose to reign

[Bridge]
Everything gained I count loss
In the light of the cross
Every demand made
You paid with the stripes that You bore
You are all I need
You are all I need


Thursday, December 3, 2015

Again.. Love.

Sorry not sorry for posting once more..

Baru aja blogwalking, liat-liat blog-blog temen-temen dan cici-cici yang ada di list blogroll, dan..
ga bisa tahan utk ga repost satu postingan cici yang satu ini.

Ci.. jika cici baca postingan ini, aku cuman mau bilang..
thank you udah pernah hadir dalam kehidupan aku.

Thank you udah pernah jadi leader aku (as a member of PMK1) yang mungkin cuman sebentar.
Thank you udah jadi leader yang paling manis dan paling lembut yang pernah aku liat.
Thank you udah jadi leader yang paling cantik (am sorry ci cath, nanda dan ruth haha)
Thank you udah merelakan ego dan mimpi pribadi untuk tinggal lebih lama di Bandung, dan jadi berkat buat kami semua keluarga PMK1.

Entah kenapa aku mewek nulis beginian.. huee :""(

Bener kata cici kalo Ciumbuleuit itu emang sesuatu. Meski tinggal di area lain di Bandung juga menyenangkan (sebut saja Tubagus) tapi Ciumbuleuit itu memberi kenangan tersendiri.. bahwa disanalah kita lahir dan bertumbuh. 

Aku tau sih ini lebay, secara kita sebenernya ga deket-deket amir..
tapi fakta bahwa aku pernah ketemu, ngobrol, dan lihat kehidupan cici, I feel so blessed :)

Jadi, teruntuk ci Dersi.. aku repost postingan cici ya.. 
Aku percaya ini jadi berkat untuk banyak orang :")

*gaes, btw ambil linknya dan taro di list blogroll kalian. meskipun doi udah ga nulis lagi, postingan lamanya sangat sangat insipiratif, sweet dan memberkati :)*

______

10.10.10, a special day?

alright, today is 10.10.10
beautiful number? well, it is.
so many people talking about it. many get married, many babies are born, many celebrate their birthday. and i assume many men make proposal. hahaha
to many people today is momentous and historical date.

for me?? it’s simply a beautiful sunday i get through with God as i do everyday.
nothing much meaningful for me dealing with ppl around me.
but in this beautiful day, i already feel content just because i had a wonderful conversation with God.

i came to church this morning, a little late because i only slept for 4hours.
but i went passionately to worship God.
i said to Him, in this beautiful day, i just want You more. more, more, and more.
finally after the Pastor delivered His message, led the congregation in prayer, sang a song saying ‘i know You intimately, i know You intimately’, the Holy Spirit touched my heart, made me pray in tounge. they all finished, but i know i’m not finished yet.
alright i felt strengthened and encouraged after the service but anyhow, i haven’t felt satisfied. my spirit was not satisfied yet.

after the service was over, i kept singing the song, “i know You intimately, i know You intimately”
suddenly He spoke to me so gentle and clear, but sound sad.
i felt sadness in His word, saying “really?’
which also made me sad, “Yes Lord.”
He replied “then, who am i to you in your knowledge?”
i said, “You are my Father”
He didn’t say anything after that but i still felt His sadness, so deep. and that moment i knew my answer was empty, that i didn’t know Him intimate enough as Father and daughter.
i might be a good leader at church, trying my best to do all of His will.
but then i realized i had a good relation with Him as God and a good servant.
i humble myself before Him, devoted my life to serve Him. serving, thinking and praying for others.
but i didn’t have an intimate relation with Him as my Father. its hard for me to know what a father is.

after i realized that, He finally said to me
“do you know that Daddy loves you, daughter? my beloved daughter, Daddy really cares about you. do you know that?” and i cried.
“I’m not an authoritarian Father, dear.. i never ever want my daughter feel forced, tired, stressed and sad. i’m happy that you always serve others, telling them that i’m a good Father, that i love them. but i’m extremely sad that you even never think about my love for you, as a Father. u never think that i care of every single feeling that you have, do you? i know you serve and pray to me for the healing of others, but i also know you have a terrible headache, you cant sleep these days. why dont you tell me as daughter to Father?”
and im just speechless, i can only call Him”‘Daddy…my Daddy”, like a little daughter running towards her Father’s arms.

and His message for me: “i want you to tell everyone, everyone you will meet, everyone you know, to every sinner, that I’m a good Father, a loving Father full of grace, that I gave my only Son for them. do it not because you feel you have to, but because you already know and feel that I’m a loving Father full of grace for your whole life.”

this is my beautiful version of 10.10.10, an encountered with Heavenly Father.
what’s yours? :)
Oct 10, ’10 12:40 PM

— Delivered by service

Love Beyond Logic

'kan gue nulis lagi 'kan?

Idk, ini otak lagi banyak yang pengen ditulis -________-

Satu hal yang menggelitik di malam ini, di tengah ketak ketik sok asik gue adalah:

dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1 Kor 13:13)

Taken from tumblr

"Gue bingung kok si A mau ya sama si B. Padahal doi kan jorok bet."
"Si Z kan kerjaannya pelayanaaaaan mulu. Napa dia mau ya sama si Y padahal interestnya beda."
"Lah, gue kalo ngeliat M sama N kek berasa ga cocok. Tapi napa mereka lengket bener yak?"

Banyak yang bisa dijadiin alasan buat bilang si ini dan si itu ga cocok,
ataupun hal lain yang rasanya gatel pengen bilang cari yang laen aja dah.

Tapi.. 

Kalo cinta/kasih itu ada, BEUH..

Ga ada alasan bray.

Mau elo jorok kek, aneh kek, sokasik kek, bego kek (ekstrim), tapi kalo lo udah cinta dan saling mencintai, apapun dilalui.

Dan cinta/kasih itulah yang membuat lo bertahan.

Iya emang komitmen itu penting,
tapi komitmen karena kita mencintai orang itu.

Taken from wordpress

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:38-39)

Wednesday, December 2, 2015

Are you God?

Gue ga pengen jadi Tuhan.

Gue sujud syukur banget deh kalo sekarang gue cuman jadi manusia.

Ga kebayang kalo gue jadi Tuhan, gimana stressnya ini hidup. Si ini butuh itu, si anu butuh ini. Si A nanya jodoh, si B nanya kerjaan, si C nanya studi. Dan gue (jika gue adl Tuhan) kudu menjawab semua masalah/pertanyaan dari bermilyar-milyar manusia di bumi.

Dan gue (jika gue adl Tuhan) tentu harus menuntun beribu banyak domba di dunia yang makin gelap ini. Baru hari pertama gue udah resign jd Tuhan!

But, sadar ga sadar, kita ini kadang suka banget ngambil kerjaannya Tuhan.

Anway, hari ini gue lagi lumayan eneg.
Eneg dengerin keluhan (jika gue boleh mendefinisikan demikian) tentang betapa merananya kehidupan ini.

Tentang bagaimana gaji, yang bahkan baru akan datang di waktu kedepan, ga akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulan.

Bro, gajinya belon dateng aja udh bisa-bisanya langsung kuatir ga akan cukup?

Iya gue tau emang ga cukup.
Iya gue tau emang banyak yg kudu dibayar.

Tapi bisakah kita percaya sedikiiiit aja bahwa kita akan cukup dgn apa yg kita miliki?

Dan bahkan dengan kekuatiran akan sesuatu yg belom terjadi, kita lupa utk bersyukur utk banyak hal yg kita terima di bulan ini.

And you know what, this is the reason why we worry so much:

Kita. Mengambil. Kerjaan. Tuhan.

Kadang, karena pekatnya situasi yang menghimpit, kita merasa diri kitalah yang sepenuhnya bertanggung jawab atas semua yang terjadi dlm kehidupan.

Everything depends on me.

Jangan salah sangka.

Kalo emang lo pengen punya badan wangi, ya lo kudu mandi. Badan wangi apa kagak emang sepenuhnya bergantung sm keputusan dan tindakan lo. Dan juga hal-hal logis lainnya.

Maksud gue disini adalah.. kehidupan ini kadang menuntut kita utk mengambil keputusan-keputusan tertentu yang menyulitkan, yang lahir dari kondisi dimana seolah-olah gue yang mengontrol semua.

Seolah-olah kalo sekarang gue ga take in charge, semua jadi kacau. Kalo gue ga kerja membabs buta sekarang, anak ga bisa sekolah (read: lembur ampe mabok, lupa segala yg lain). Kalo aja gue ga kejar ini orang sekarang, apapun yang terjadi, gue yang rugi.

Iya emang bener, manusia yg ambil keputusan.

Tapi jangan lupa:
Kolose 3:2-3 (TB)
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 

Colossians 3:2-3 NKJV
Set your mind on things above, not on things on the earth. For you died, and your life is hidden with Christ in God.
Bukan cuman lo aja yg pegang kendali hidup, Kristus pun pegang itu.

Berhenti berpikir bahwa segala sesuatu ada dalam kekuatan tangan dan pikiran manusia semata. Learn to let God take control. He will leads you... to the still waters.

Sebenernya gue masih bingung utk mengejawantahkan isi pikiran ini, tapi intinya:
Let man be man and let God be God.
By the way..
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1 Timotius 6:10-11)

Friday, November 27, 2015

:'(

Refuge
© 2014 New Creation Church



I call upon Your name
You deliver me from harm
In the shadow of Your wings no fear come
I turn to You alone
Jesus You’re my guiding light
In the presence of Your love
I will abide

[Chorus]
For I said out loud
You are my strong tower
You will rescue me Yahweh
I will not grow faint
as my heart grow stronger
as I choose to seek Your Face

No matter what the storm
You command the surging seas
At Your word there is a calm and a peace
Forever in Your Heart
I can never fall away
For Your faithful love endures age to age

I turn to you my refuge
For You are on my side
Hosanna Hosanna, God arise

Wednesday, November 25, 2015

Broken Tree in The Garden of Grace

Tadi siang gue chatting sama seseorang. Sebut saja Mawar (a classic one, isn't it? haha). Doi cerita panjaaaaaaaaang kale, dan sambil nungguin doi cerita, gue bikin karamel (yang akhirnya gosong *kusedihsekali*)

KEMBALI KE LAPTOP!

Iya, jadi doi cerita banyak tentang pelayanannya di Bandung. Beberapa hari yang lalu dia melayani seorang anak komsel. Anak ini kalo dilihat-dilihat ceria sekali and looks like nothing's wrong with her life. Tapi ternyata.. wow.. dia mengalami banyak pahitnya hidup. 

See, kita emang ga boleh judge orang, karena kita gatau loh gimana hidupnya. Every behavior always have a reason behind.

Si Mawar ini kemudian cerita gimana dalam pelayanannya, Tuhan akhirnya pulihkan hidup si anak ini. Meski dalam ceritanya, gue banyak mengernyitkan dahi (haha) tapi gue cuman mau liat endingnya aja, kalo Tuhan telah menyembuhkan ini anak dan Tuhan bisa pakai siapa aja untuk jadi perpanjangan tanganNya.

Hidup berkomsel membuat kita ngeh kalo hanya Tuhan aja yang bekerja di dalam kita. Ngeliat hidup hidup si ini, si anu, kok kayanya gitu amat ya. Kok setelah diperhatikan, si ini, si anu masih jauh dari kehidupan kekristenan yang 'sempurna' (jadi terang, garam, teladan, lalala you name it). Tapi anehnya ketika dalam pelayanan, Tuhan hadir. Tuhan bekerja. Tuhan melawat.

Dengan ini gue ga bilang kalo "Hiduplah seenak udelmu, Tuhan tetap bekerja" 
Bukan ya! 

Tapi pointnya adalah: ketika kita ingin orang lain diubahkan (karena kita mengasihi dia, tentu saja), sebenarnya cuman karena Tuhan aja. Bagian kita cuman  bacot   share kebenaran FT dan tumpangin tangan (kalo dibutuhkan). 

It's not about what we have done, but only because He is good and He loves the one who we serve.

Gue suka quote dari Om Rick Warren di Hillsong Conference Australia tahun ini.
In God's garden of grace, even broken trees bear fruit
Di dalam kasih karuniaNya, bahkan hidup orang yang udah hancur pun, Tuhan bisa pakai untuk jadi berkat buat orang lain.  

So, that's why:
2 Corinthians 12:9 NKJV
"My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness"
2 Korintus 12:9 TB
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna"
Kemaren-kemaren ini gue post foto di Instagram. Ada banyak foto yang gue ambil waktu naik ke puncak Sikunir, Dieng. Sayang kan kalo ga di-post. Nemu 1 foto bagus banget dan pengen pake caption tentang kebesaran Tuhan gitu. Cari ayat dan nemunya yang kaya gini (dan akhirnya pake yang ini):
Yesaya 66:1-2 TB
Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. 
Isaiah 66:1-2 NKJV
Thus says the Lord: “Heaven is My throne, And earth is My footstool. Where is the house that you will build Me? And where is the place of My rest? For all those things My hand has made, And all those things exist,” Says the Lord. “But on this one will I look: On him who is poor and of a contrite spirit, And who trembles at My word.
Padahal cuman mau niat ambil ayat yang pertama, tapi kemudian tertegun dengan ayat yang kedua.

Tuhan yang besar ini, dimana langit adalah tahtaNya (kebayang ga besar kerajaanNya kaya gimana, kalo langit aja cuman jadi tahtaNya) dan bumi adalah tumpuan kakiNya (sepatuNya Tuhan sebesar bumi, kebayang ga 'besarnya' Dia?) ternyata memandang kepada orang yang tertindas, patah semangat dan gentar pada FirmanNya.

Say what?

Jenderal besar gaulnya sama siapa sih? Ya sesama Jenderal.
Konglomerat lebih nyaman diskusi sama siapa? Sesama konglomerat, atau at least pebisnis. Main golf bareng, nongkrong bareng, meeting bareng.

Ga usah jauh-jauh liat jenderal atau konglomerat. Waktu di sekolah aja, siswa/mahasiswa pasti akan bergaul dengan orang-orang yang "sepantaran". Geeks will be friends with other geeks. Anak gaol dengan sesama gaol. Yang bandel bakal gabung dan bikin tawuran haha. 

Tapi ternyata Tuhan itu berbeda dengan apa yang biasa kita lihat di dunia ini.

Dengan kemahakuasaan dan kemahabesaran yang Dia miliki, Dia memilih untuk memandang orang-orang yang ga "sepantaran" dengan Dia. Dia ga cari orang besar, orang kuat atau orang hebat (layaknya Dia yang besar, kuat dan hebat). Dia memilih untuk melihat orang-orang yang lemah namun menghargai perkataanNya.

Jesus died for all. But His eyes are for the lost, the last and the least.
Luke 19:10 NKJV 
for the Son of Man has come to seek and to save that which was lost
Kalo kamu ngerasa kamu adalah the lost: ga yakin nanti abis mati bakal kemana, melayang-melayang di bumi atau membusuk di neraka dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you. Atau kamu pikir kamu adalah the last: selalu menjadi yang terakhir, otak ga pinter-pinter amat, hidup gagal terus, ga punya temen, keluarga pergi ga ada yang peduli dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you. Dan jika kamu pikir kamu adalah the least: miskin terus dari kecil, sekolah aja gabisa, kaum marjinal dalam masyarakat dan kamu butuh pertolongan? God is interested with you!

Even He become more interested with you if you reverently responsive to what He say.

Tuhan tertarik dengan orang-orang yang tidak berdaya dengan diri/kondisinya dan percaya pada FirmanNya. FirmanNya yang mengatakan Allah mengaruniakan anakNya yang tunggal, turun ke dunia, menjadi sama seperti manusia, mati dan bangkit menggantikan posisi kita bukan untuk menghakimi kita tetapi untuk menyelamatkan kita (Yoh 3:16-17).

FirmanNya yang mengatakan Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (2 Kor 8:9)

FirmanNya yang mengatakan Oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita (1 Kor 1:30)

Tuhan ga tertarik dengan orang yang merasa udah hidup bener dengan taat pada hukum agama. Membusungkan dada dan menyatakan diri aku orang kudus, kamu semua pendosa *insert ketawanya kentung*. Menaikkan dagu dan dengan keyakinan diri bilang tell me God what I must to do. Surely I will do everything You command me to do. Everything, God. Everything! *insert ketawanya kentung*
Markus 10:17-22  
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Tuhan mengasihi orang macam gini juga sih. Tapi Dia ga bisa menunjukkan kebesaran kasih kuasaNya kepada orang yang merasa dia bisa memenuhi seluruh hukum untuk berkenan di hadapan Tuhan. KasihNya nyata bagi orang yang merendahkan diri untuk melepaskan segala atribut kemampuan diri, merendahkan diri untuk mengakui bahwa diri ini lemah, tak berdaya, tertindas & patah semangat dan bilang Jesus, I can't but You can. 
Lukas 5:12-13
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. 
So, are you the lost? The last? Or the least?

Just come as you are.
Talk to Him.
He interested with you and He wants to help you.
He's more than able to help you.
Hear His words and response it by believe in The One who died for you.
Surrender your life, your messy life, into His hands.
Yohanes 6:28-29 
Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah
By the way, pernah denger quote God helps those who help themselves? It is a wrong quote, guys.
Kudunya kaya gini:

Ini yang bener

Jadi keingetan lagu..
Hidupmu berharga bagi Allah
Tiada yang tak berkenan di hadapan-Nya
Dia ciptakan kau s'turut gambar-Nya
Sungguh terlalu indah kau bagi Dia 
Dia berikan kasih-Nya bagi kita
Dia t'lah relakan segala-galanya
Dia disalib 'tuk tebus dosa kita    
Kar'na hidupmu sangatlah berharga 
Reff:
Buluh yang terkulai tak kan dipatahkan-Nya
Dia 'kan jadikan indah sungguh lebih berharga
Sumbu yang t'lah pudar tak kan dipadamkan-Nya
Dia 'kan jadikan terang untuk kemuliaan-Nya

Friday, November 13, 2015

Da Aku Mah Apa

Siapa sih disini yang ga punya akun social media? Gue rasa se-gaptek-gapteknya orang, paling enggak doi punyalah satu akun. At least Facebook lah ya. Ga punya Facebook? Yodah Friendster *jadul* Atau paling nggak Timeline di Line deh, kan udah mirip kaya Facebook.

Gue? Yah seperti nak muda kekinian, gue punya akun di Facebook, Twitter, Instagram, Path, Pinterest. Belom punya Snapchat dan Periscope karena ku punya kuota data terbatas sekali.

Seperti layaknya gen Y yang lain *tsah* ku suka sekali scrolling-scrolling socmed!

Di Facebook, gue sering nemu resep-resep menggiurkan yang murah dan praktis. 
Di Twitter, gue suka nemu berita-berita teranyar bahkan bisa lebih cepat dari stasiun berita di TV. 
Di Instagram, gue banyak liat foto-foto yang luarbiasa ketjenya sampe-sampe jumlah following gue lebih banyak dibanding jumlah followernya *ngikik*
Di Pinterest, gue seneng banget ngeliat ide-ide brilian dan info-info menarik yang sayang sekali untuk Anda lewatkan!

Di Path, gue menemukan.. how small I am.

Wait, What?

Yup. Di Path, orang-orang berlomba-lomba untuk menonjolkan betapa kerennya pakaian mereka, betapa enaknya makanan mereka, betapa kecenya mereka bisa mengunjungi tempat wisata yang lagi happening, betapa bagusnya lagu yang mereka dengar, betapa kayanya hidup mereka, dan betapa-betapa lainnya.

SEBENERNYA SIH GUE SAMA KEK MEREKA JUGA.
Ya gue juga suka posting-posting pamer gitu *ya gimana atuh hahaha*

Tapi poin gue adalah: semakin gue liat orang-orang di sekeliling gue dan semakin gue perhatiin apa yang gue miliki... oh, man.. I am nothing yow!

Gue ga punya banyak hal yang bisa gue banggakan. Seriously, apalah yang bisa gue banggakan dari diri gue ini? APAA? *kemudian nangis di pojogan*

But then.. tadi di Instagram gue nemu ini:


Taken from instagram.com/nccvarsity


Yohanes 6:5, 8-10 TB
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Tuhan bisa pake apapun yang kita miliki buat jadi berkat untuk orang banyak. Kebayang ga sih 5 roti 2 ikan bisa sanggup bikin kenyang 5000 laki-laki (belum termasuk istri-anak yang dibawa, yang berarti bisa sampe 10.000an orang) dan bahkan sisa lebih! AMAJING!

See, kadang ketika kita liat apa yang kita miliki, kemampuan yg kita punya, it feels so small, and even insignificant. But when we give.. we surrender that small things to God, He can uses it to feed the multitudes. 

Inget juga Daud.
Dengan apa dia mengalahkan Goliat? Bazooka? AK 47?
Nope. He just use his sling and stone (alias batu sama ketapel, see 1 Sam 17:50)

Again with this story, God want to tell us kalo Tuhan bisa pake apapun yang kita miliki untuk jadi berkat. Ini juga jadi bukti klo tanpa Tuhan yang ikut campur 'bekerja' dalam hal kecil yang kita punya, ya kita ini ga ada apa-apanya. 

Tentang Daud kita juga bisa belajar untuk setia dengan hal-hal kecil yang kita punya sekarang. 

Sebelum Daud bisa ngalahin Goliat, Daud itu adalah seorang gembala domba. Kerjaan gembala itu ya ngejagain domba-dombanya. Kalo ada singa dan beruang, Daud bunuh dan usir mereka (1 Samuel 17:34). In the middle of shepherding his sheep, He loves to wrote psalms, played the harp – and most of all: yearned to be in God’s presence (Mazmur 27:4). 

Dengan setia mengerjakan apa yang ada padanya dan terus dekat dengan Tuhan, Daud seperti 'dipersiapkan' Tuhan untuk bisa mengalahkan Goliat.

NANCEP KAN.

Dari postingan Instagram itu gue jadi ngeh. Gue mau 'melihat' apa yang sekarang ada di tangan gue. Meski mungkin terlihat ga guna dan ga banyak apa yang bisa dikerjakan dengan apa yang ada, gue mau belajar setia. Gue mau simply close to Jesus dan minta Tuhan terus bukakan mata gue utk gue ngeh apa talent yang udah Dia kasih ke gue.. dan gue mau setia ngerjainnnya so through that gift, I can bless the many.

When God Gives You Doughnuts

Siang tadi ngebatin.. duh enak nih ya makan donat, atau yang manis-manis gitu deh.

Trus mulai deh scrolling-scrolling screenshot di hape (iya gue kerjaannya screenshot-screenshot terus sampe hape penuh wgwgwg) dan cari-cari resep makanan manis yang cepat dimasak (sebut saja martabak).

Tiba-tiba nyokap dateng dengan sepiring penuh donat.. dek, ini ada kiriman dari tetangga depan.

MY GOSH.

How good God is. How sweet He is.

Rasa ngidam sama yang manis-manis gitu sebenernya muncul ditengah kegalauan gue dengan thesis yang lagi mangkrak. Thesis gue yang lagi belon bisa kemana-mana dan orang-orang di sekitar gue selalu nanya udah sampe bab mana? jadi ngebuat gue rasanya pengen tenggelam di dasar lautan terdalam.

Dengan munculnya donat yang datang dari langit itu (alias dari tetangga), gue jadi mikir donat mungil kecil yang remeh gini aja Tuhan denger apalagi thesis gue yak. Then I remember this verse:

Roma 8:31-32 TB
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kitaIa, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia.
Rome 8:31-32 NKJV
What then shall we say to these things? If God [is] for us, who [can be] against usHe who did not spare His own Son, but delivered Him up for us all, how shall He not with Him also freely give us all things?

In fact, God already gave us the Heaven's best: Jesus. Jadi yang terbaik aja udah Tuhan kasih, apalagi donat. Apalagi thesis. Apalagi teman hidup *kemudian curhat* *lah ini bukannya curhat juga?* *kemudian berantem* *kemudian baikan*

Phew. Selalu ada harapan di dalam Tuhan.

Ketika gue udah gatau lagi mesti gimana, gatau lagi kudu ngapain, gue mau percaya whatever the circumstances is, God is with me. And if God is with me, I shall not fear. He will open the doors and I can pass this challenge in victory.

Jesus is my answer.
Jesus is my door.
Jesus is my blessings.
Jesus is my all in all.

With Him, God freely gives us all things.

Eymen.





Sunday, March 29, 2015

Remember Jesus

Remember Jesus  
by Max Lucado, Fear Not

In what was perhaps the last letter Paul ever wrote, he begged Timothy not to forget. You can almost picture the old warrior smiling as he wrote the words.

Remember Jesus Christ, raised from the dead, descended from David. 
- 2 Timothy 2:8




2 Timothy 2:8



When times get hard, remember Jesus. When people don’t listen, remember Jesus. When tears come, remember Jesus. When disappointment is your bed partner, remember Jesus. When fear pitches his tent in your front yard. When death looms, when anger singes, when shame weighs heavily. Remember Jesus.

Remember holiness in tandem with humanity. Remember the sick who were healed with callused hands. Remember the dead called from the grave with a Galilean accent. Remember the eyes of God that wept human tears.

~Six Hours One Friday

Are not two sparrows sold for a penny? Yet not one of them will fall to the ground apart from the will of your Father. And even the very hairs of your head are all numbered. So don’t be afraid; you are worth more than many sparrows. - Matthew 10:29-31

I will praise You, for I am fearfully and wonderfully made; marvelous are Your works, and that my soul knows very well. - Psalm 139:14 

We are God’s masterpiece.

He has created us anew in Christ Jesus, so we can do the good things He planned for us long ago. - Ephesians 2:10





Excerpted with permission from Fear Not, copyright Thomas Nelson 2014. 

Saturday, January 31, 2015

Stones or You?




How I Love You

Tak terbayangkan hidupku tanpa-Mu
Tak terkira kasih-Mu padaku
Dan mulutku s'lalu menyembah-Mu

Gunung bersorak laut bergelora
Lutut bertelut lidahpun mengaku
Dan hidupku s'lalu menyembah-Mu

How I love You
How I love You
How I love You
Hanya Kau Yesus



Lukas 19:37-40 TERJEMAHAN BARU

(37) Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. 
(38) Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!" 
(39) Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu."  
(40) Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."

Luke 19:37-40 MESSAGE

(37) Right at the crest, where Mount Olives begins its descent, the whole crowd of disciples burst into enthusiastic praise over all the mighty works they had witnessed: 
(38) Blessed is he who comes,
            the king in God’s name!
       All’s well in heaven!
            Glory in the high places! 
(39) Some Pharisees from the crowd told him, “Teacher, get your disciples under control!” 
(40) But he said, “If they kept quiet, the stones would do it for them, shouting praise.”

______________________________________________________

I don't want to hear stones praising me.  
I want YOU.
Praise me, worship me.

(two big trumpets)
make a sound of praise, a sound of truth.