Showing posts with label Jesus. Show all posts
Showing posts with label Jesus. Show all posts

Friday, June 16, 2023

Thoughts on Sin and Relationship with God

 The questions:








The answers:

Yesaya 59:2 TB
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

hmm ini menurut kk ya (still on learning mode :p):

ada bbrp poin:

1. Ayat ini ditulis dalam rentang waktu di perjanjian lama (TY belum mati di atas kayu salib) jadi saat itu tidak ada penebus dosa, tidak ada pembela atas kesalahan kita. Dosa benar2 menjadi pemisah antara kita dengan Tuhan.

Klo kita baca FT di perj lama (kej-maleakhi, dan bbrp bagian di kitab injil) kita tuh harus baca di dalam terang salib. Bukan berarti kita menganulir ayat, tp kita belajar untuk rightly dividing the word of God.

2 Timothy 2:15 NKJV
Be diligent to present yourself approved to God, a worker who does not need to be ashamed, rightly dividing the word of truth.

PL = Jesus is in the shadow
PB = Jesus is being revealed

2. Apa yg PB katakan soal dosa kita, setelah kematian dan kebangkitan Yesus?

Ibr 8:10-12 TB
Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. [...] Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

Ibr 10:10 TB
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Dosa kita sudah ditebus once and for all. Dan receiptnya udah ada di tangan Yesus yg udah bangkit. Udah beres penghukumannya.

3. Meskipun dosa kita udah ditebus sama Tuhan, kita tuh masih hidup di dunia yang udah jatuh, dengan kedagingan dan pola pikir yang masih belum sempurna = alias bisa banget jatuh dalam dosa.

Dan dalam kondisi itu, balik lagi kita harus melihat diri kita dalam terang salib Tuhan. Berdiri dengan dasar FT perjanjian baru: He saved us, redeemed us completely and eternally and now He lives in us - never leaves us nor forsake us.

Heb 13: 5 AMP
[...] for He has said, “I will never [under any circumstances] desert you [nor give you up nor leave you without support, nor will I in any degree leave you helpless], nor will I forsake or let you down or relax My hold on you [assuredly not]!”

Ibr 13:5 TB
[...] Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

4. Jadi jawabannya: dosa/jatuh dalam dosa bukan lagi penghalang antara kita dengan Tuhan. (We're no longer living in sin, but we may fall into sin)

5. But again: sin is destructive dan punya konsekuensi.
- dosa merusak hubungan kita dengan sesama (cth suka boong, orang jd ga percaya sm kita)
- dosa membuat kita ga enakkan sm Tuhan (or feeling guilty). Makanya Ibrani bilang: Come boldly to the throne of grace (Heb 4:16 NKJV). Karena kaya Adam yg abis makan apel atau Petrus yang abis menyangkal Tuhan, tendensinya mau hiding dari Tuhan.

6. But the beauty of Jesus/grace is: sin isn't an issue anymore 😭 Di PL, dosa bikin T "menyembunyikan diriNya" di hadapan kita. Tp krn Yesus sudah mati dan bangkit, Dia "menunjukkan diriNya" di depan kita 😭

Yer 31:3 TB
Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya:
Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal,
sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

(judul perikop ayat ini adalah "Perjanjian Baru" dan merupakan gambaran/FT bagi orang2 yg hidup dlm realita PB)

Time and time again He showed Himself to us - sometimes to prove that He always with us - no matter how our performances are. Apakah kita abis nendang kucing, atau abis berantem hebat sama orang lain, kadang Dia bisa aja "menunjukkan" kehadiran diriNya ke kita, dengan ngirim martabak gratis lah, or anything else gitu.

ATAU no matter whether we "feel" Him or not, the truth is He NEVER leaves us alone. He is with us - by the power of Holy Spirit.

And i believe that this kind of journey (by rightly dividing the truth and stand firm on the new covenant truth) membuat kita menyadari Tuhan terlalu baik, terlalu besar kasihNya dan kita ingin mengenalNya dan ga pengen buat dosa lagi :)

Ppl called it as "sanctification".
And that's our journey on this side of heaven :)



Tuesday, May 12, 2020

Even Greater

Alkitab itu unik.

Unik karena ga peduli seberapa kalipun kamu membacanya, selalu akan ada makna baru yang tersembunyi - dan makna itu mengubahkan hidup.

Alkitab itu seperti tumpukan lapisan wafer tango. Layernya ratusan (yah meskipun sekarang tango tidak seenak jaman dulu wakakakk). Dan isinya seperti tepung dan minyak janda di Sarfat. Ga ada habis-habisnya πŸ˜„

Seperti yang gue rasakan akhir-akhir ini ketika gue baca kitab Roma. Ga paham lagi udah berapa kali baca kitab ini (ciyee lebay banget ya, padahal mungkin cuman 2-3 kali hahahaha) tapi saat gue baca kembali, lagi-lagi gue bisa dapetin sesuatu yang baru.

So, there you go.

**
Rome 5:15-17 NLT
    (15) But there is a great difference between Adam’s sin and God’s gracious gift. For the sin of this one man, Adam, brought death to many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of forgiveness to many through this other man, Jesus Christ.
    (16) And the result of God’s gracious gift is very different from the result of that one man’s sin. For Adam’s sin led to condemnation, but God’s free gift leads to our being made right with God, even though we are guilty of many sins.
    (17) For the sin of this one man, Adam, caused death to rule over many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of righteousness, for all who receive it will live in triumph over sin and death through this one man, Jesus Christ. 
Roma 5:15-17 TB
    (15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah  dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 
    (16) Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 
    (17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup  dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

Buat yang sudah lahir baru, gue mau ajak kalian untuk mengenang jaman-jaman dulu ketika masih begajulan belum kenal Yesus. Mungkin ada beberapa dari kita yang pernah ngerasain gimana 'susahnya' kita untuk bisa doa lahir baru. Kenapa? Karena mungkin kita merasa ga ada yang salah dengan diri kita wkwk.

Gue ga dosa-dosa amat lah.
Bohong? Ya semua orang juga suka berbohong.
Tapi gue ga mencuri kok.
Ya adalah dikit-dikit nyontek waktu sekolah.
Ga banyak lah.
Gue masih ga seburuk orang lain yang membunuh atau having sex di luar nikah.

Gue orang bener kok.
Ga butuh yang rohani-rohani amat.
Apalagi sampe confess mengaku Yesus adalah Tuhan di depan banyak orang.
Pfft.. enggaklah.
I'm good.

Intinya sebelum kita betul-betul lahir baru, kita sering merasa belum teryakinkan bahwa sesungguhnya jati diri kita adalah orang berdosa - mau sebesar apapun perbuatan baik yang sudah kita lakukan.

Padahal jelas-jelas Roma 5 mengatakan bahwa "...dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.."

Karena 1 pelanggaran Adam, maka dosa sudah menjalar ke seluruh manusia.
Manusia pun jatuh ke dalam kuasa dosa dan maut.
Semua orang telah berbuat dosa dan menjadi orang berdosa.
Dan perbuatan baik sebesar apapun ga akan bisa mengubah status manusia yaitu orang berdosa.

Without Jesus, we are the sinners.
Our good deeds cannot change the status that we are the sinners.

Hingga akhirnya Tuhan menjamah kita dan kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya dalam hidup kita masing-masing.

Nah.. menariknya adalah ini.

Kalo dulu sebelum lahir baru, orang berdosa merasa dirinya orang benar.
Sekarang setelah terima Yesus, rasa-rasanya juga sama susahnya untuk teryakinkan bahwa kita adalah orang yang benar atau dibenarkan oleh Yesus πŸ™ƒ

Orang benar?
Bentar dulu.
Gue itu masih bolong-bolong satenya.
Kadang suka lupa berdoa..
..apalagi baca FirTu, waduh bisa seminggu suka ga baca.
Belum lagi kalo di rumah ketemu orangtua, emosi suka naik :"(
Omongan bisa nyeplos kata kasar kalo lagi kesel.

Enggak, gue bukan orang benar.
Gue masih orang berdosa.

See?
Kalo jaman belum lahir baru, kita merasa kita ga dosa-dosa amat.
Kalo jaman sudah lahir baru, kita pikir kita masih belum benar-benar amat.

Kesel sih pas menyadari ini ketika baca Roma 5.
Betapa kita ini suka banget dikerjain sama syetan bengcek. Wkwkwkwk

Padahal kebenarannya adalah ini:
...For the sin of this one man, Adam, brought death to many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of forgiveness to many through this other man, Jesus Christ. [...] For Adam’s sin led to condemnation, but God’s free gift leads to our being made right with God, even though we are guilty of many sins.

 

Kalo dosa Adam bisa bikin manusia seantero jagat raya jadi orang berdosa.. maka lebih besar lagi kasih karunia Tuhan dan anugerah kebenaran yang diberikan Tuhan Yesus.. yang menjadikan kita orang yang dibenarkan di hadapan Tuhan meskipun kita telah bersalah atas banyaknya dosa kita.
For the sin of this one man, Adam, caused death to rule over many. But even greater is God’s wonderful grace and his gift of righteousness, for all who receive it will live in triumph over sin and death through this one man, Jesus Christ.

 

Even greater, beloved.
God's grace is even greater than the sin of Adam.

Seperti saat kita masih berstatus sebagai orang berdosa,
segede apapun perbuatan baik kita tetap ga akan bisa mengubahkan identitas sebagai orang berdosa.

Tetapi lebih besar lagi dan lebih benar lagi,
kuasa kasih karunia Yesus,
saat ini,
ga peduli sebesar apapun kesalahan yang pernah kita buat,
sedalam apapun kejatuhan kita,
tetap tidak bisa mengubah identitas baru kita di dalam Yesus: yaitu orang yang dibenarkan.
Dibenarkan oleh kasih karunia di dalam Yesus Kristus Tuhan.

Jesus is greater than Adam.

Lebih besar.
Lebih nyata.
Lebih berkuasa.

Apa yang Yesus kerjakan lebih besar dibanding apa yang Adam telah perbuat.
Adam membuat kita menjadi orang berdosa, tapi Yesus lebih lagi sanggup membenarkan kita di hadapan Bapa.

Apa yang Yesus berikan lebih nyata lagi dibanding dengan perbuatan Adam.
Kebenaran yang Yesus berikan kepada kita jauhhh lebih nyata dibanding 'sisa-sisa' dosa yang masih terlihat di dalam kehidupan kita.

Dan apa yang Yesus buat lebih berkuasa dibanding dengan apa yang Adam lakukan.
Oleh karena Adam, manusia jatuh ke dalam kuasa dosa dan tunduk oleh maut, tetapi lebih besar lagi kuasa Yesus yang membenarkan kita dan memberikan kehidupan kekal - hidup yang berkuasa atas dosa dan maut.

Let us believe and proclaim these truths:
No matter what happens in my live, i believe that
because of Jesus Christ and His finished works, we are made right with God.
We have been made righteous.
We are no longer a sinner.

We are the righteousness of God in Christ Jesus.

Bisa dibilang, ini adalah 'perjuangan' seumur hidup manusia yang sudah lahir baru yaitu possesing the new identity. Susah-susah gampang emang, karena apa yang kita lihat hari-hari mungkin beda dengan kebenaran yang kita ketahui. Rasanya belum benar-benar amat jadi orang, tapi kebenarannya ya kita itu orang benar! Bukan karena perbuatan kita, tapi karena apa yang udah Tuhan Yesus buat di atas kayu salib.

Percaya deh, kedagingan kita pasti akan teriak untuk denying the truth ketika five senses kita bertolakbelakang dengan kebenaran FirTu. Tapi hidup orang percaya adalah "..hidup oleh iman.." dan bukan dari apa yang bisa kita lihat/rasakan.

Jadi, ayo kita 'perjuangkan' kebenaran ini hari demi hari.

Semakin kita menyerah dengan keadaan, maka semakin terpuruklah kita dengan keadaan itu, Tapi kalo kita percaya akan hal ini, bahwa kita adalah orang yang dibenarkan di dalam Yesus, maka kita akan melihat kebenaran ini termanifestasikan dan pada akhirnya dosa tidak lagi berkuasa di dalam hidup kita.
But even greater is God’s wonderful grace and his gift of righteousness, for all who receive it will live in triumph over sin and death through this one man, Jesus Christ.
When we receive His wonderful grace and his gift of righteousness, we will triumph over sin and death through Jesus Christ!

So, dear everyone who put your faith in Jesus, let us believe and posses this truth!


Monday, March 16, 2020

Seturut KasihNya

"Kunantikan janji Allah dig'napi dalamku
Kuharapkan, yang terbaik terjadi di dalamku
Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

(Symphony Music)

Sore ini tiba-tiba keingetan lagu ini, setelah seharian istirahat (mendadak) di rumah sambil pantengin linimasa yang isinya beragam: dari kicauan netizen soal covid-19 hingga memes receh yang selalu berhasil mengocok perut πŸ˜‚

Diantara sekian banyak informasi dan kicauan yang bersliweran, 1 yang sedang mengganjal di hati adalah soal pembatasan transportasi publik.

Emang sih selama ini gue udh misuh misuh juga soal gimana pemerintah meng-handle issue ini wkwk. Rasanya antara kesel, ganjel dan geregetan gitu. Tp semuanya msh belum menyentuh level geregetannya gue pas liat kebijakan baru pemprov soal transportasi publik. Kenapa? Karena kebijakan ini bakal ngena banget di gue secara personal πŸ˜‚

Kebijakan baru soal transportasi publik itu begini: 
amada akan dikurangi, headway akan diperpanjang, rute serta jumlah penumpang akan dibatasi.

Kondisi itu memaksa gue utk bangun pagi. Krn klo ga bangun pagi maka gue akan menelan pil pahit: ga akan bisa dpt bis buat ngantor.

Nah masalahnya: gue itu buruk banget dalam hal bangun pagi. 

Udah sekian kali banyaknya gue bangun pagi dan selalu diikuti dengan pusing tak terhingga dan lemas tak terkira. Bahkan situasi sick leave hari ini pun karena itu. Gue bangun jam 5 pagi, siapin bekal buat di kantor then collapse. Like i didnt have any strength at all to get up again till ART dateng dan buatin gue teh manis 😭

Bahkan jika gue bisa bangun pagi.. still i have to face this:

Taken from twitter


Seseorang yang gue kenal pun sempet bercuit di linimasa kalo dia sudah mengantri dari jam 5.30am dan antriannya pun sudah mengular.

OMYGOD 😭

Oke mungkin gue bisa menggunakan opsi kedua: lupakan bis TJ dan pakailah ojek daring.

Dan otak cuan gue berhitung dengan sedemikian rupa.. sehingga ingin gue teriakkan: TIDAAAAKKKK 😭😭

Berapa banyak yang harus gue spend hanya utk transport doang? Budget gue rasanya jd berantakan. Gimana nanti buat bayar listrik? Gimana utk obat bokap? Gimana nanti utk perpuluhanπŸ˜‚ (like seriously though 🀣) Belum lagi cicilan yg belum kelar dan tagihan yang masih ngeganjel 😭

Kepala gue makin pusing. Badan gue makin lemesπŸ˜‚ Mulut gue pun akhirnya mengeluarkan keluhan. Nyokap dengerin sambil ngomong "iya ya dek" wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Then akhirnya gue mandi, dan keingetan lagu itu. 
Beres mandi dan siap2 ke dokter, gue menyempatkan diri utk menyanyikan lagu itu.

"Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

Nyanyiin lagu ini somehow bikin hati tenang. Rasanya damai. 

Gue percaya ini pekerjaan RK utk ngingetin: kalo Dia akan kerjakan (semua hal yang baik) seturut FirmanNya dan akan sediakan (semua hal yang gue butuhkan) seturut kasihNya bagiku.

Bahkan share temen2 cg di wa hr ini soal kasih Tuhan juga somehow 'click' sm lagu ini.

Credit by Coach Romi Keren, inspired by the Holy Spirit who speaking thru JP's sermon πŸ˜‚


"seturut kasihNya bagiku" sebenarnya udah oke dan udah ngena banget. Tapi kebenarannya bahkan ini: "...Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." (Yoh 17:23 TB)

Kita dikasihi dengan level yang sama seperti Bapa di Surga mengasihi Yesus. Kebayang ga sih? Bener-bener as He is, so are we 😭 (Bahkan di online service kmrn, pak JP bilang dia pun msh blm bisa comprehend the depth of this verse. Krn ya bener juga: it's too great to be understood by our finite mind😭😭)

Gue pun berdoa sejenak. Dengan kesadaran bahwa gue dikasihi dan percaya akan penyediaanNya yang sempurna. Kalo Tuhan Yesus bisa dapet coin dari ikan demi bisa bayar pajak, maka gue percaya Bapa akan menyediakan ikan-ikan yang terbaik untuk gue ambil koinnya 😁

He will supernaturally provide every single need that i have. Termasuk semua kekuatan dan kesehatan utk bangun pagi πŸ˜‚

And i can sense that the peace of God came to me. Knowing deep inside that everything will be alright and all is well in Christ 😊😊

"Yang kutahu Dia kerjakan seturut FirmanNya
Bagi kemuliaanNya
Yang kuyakin Dia sediakan seturut kasihNya
Bagiku"

Thursday, April 18, 2019

Living Hope

Udah hampir 4 bulan gue tertanam di sebuah komunitas baru. Sejujurnya rasanya beda banget seperti yang gue rasakan jaman dulu gue ngampus. Kalo dulu basicnya adalah anak-anak perantauan yang berkumpul menjadi 1 dan berbagi suka duka bersama haha. Gue tau tiap member punya background yang berbeda tapi karena sama-sama anak luar kota dan tinggal di kosan, somehow ga keliatan banget gitu status sosial masing-masing. Jadi mau ada milyaran di rekening juga tetep aja ke gereja naik angkot bareng, pulang makan di tenda racun dan cari duit bareng jualan baju bekas pagi-pagi di pasar tradisional (buat acara komunitas maksudnya).

Nah kalo yang sekarang itu... rasanya beda banget. Pertama kali dateng ternyata tempatnya mevvah sekali. Belum lagi tiap kali nyampe, kadang suka ada yang nanya 1 dengan yang lain "Parkir di mana?" wkwk ga ada gitu yang nanya "Tadi gampang ga dapet ojeknya?" HAHAHAHAHA. Trus mau fellowship juga asal jebret aja makan dimana gitu yang jauh dan mehong. Rasanya beda banget. Status sosial juga keliatan banget gitu antara 1 dengan yang lain.*

Satu waktu gue merasa berat sekali mau dateng di komunitas karena merasa 'I'm not supposed to be there' hahaha. Meski memang value-nya 'come as you are' tapi tetep karena tau bahwa gue dan yang lain berada di status sosial yang berbeda rasanya ya ga enak aja gitu. Kadang merasa unworthy, kadang merasa 'kepedean/sok asik' padahal tau memang beda. Kadang merasa salah tempat.

Tapi tiba-tiba gue kepikiran ini:

Kalo aja di dunia ini kita bisa merasa ga layak semeja bareng dengan orang-orang yang berbeda status sosial dan ekonomi, gimana nanti?

..

Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan yang menciptakan segalanya dan memiliki segalanya?
Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan dengan bumi sebagai pijakan kakiNya dan langit sebagai tahtaNya?
Gimana dengan fakta bahwa ada Tuhan yang memiliki surga dengan jalan yang terbuat dari emas?
Gimana dengan fakta bahwa Tuhan adalah Kudus, Benar dan Adil.. sementara kita adalah manusia yang jahat, kotor, dan penuh dengan dosa?

Akankah kita bisa melihatNya? Bertemu duduk semeja bersama?
Akankah kita sanggup untuk bisa hidup bersamaNya dalam kekekalan?

Akankah kita mampu berdiri di hadapan TahtaNya? Di hadapan para malaikatNya?
Di dalam atmosfer yang penuh dengan kemuliaan, kekudusan dan kebenaranNya?

Untuk bisa berdiri di atas jalan yang terbuat dari emas saja rasanya gue ga sanggup.
Lebih lagi dengan apa yang gue tulis sebelumnya.

I am not worthy.
I am a sinful man.
I am dirty.
I am full of wickedness.
I am evil.
I had committed many offenses before God.

Ga ada seujung kuku-pun gue sanggup untuk berdiri dan memandang Tuhan.

BUT.. GOD..

But God demonstrates His own love toward us, in that while we were still sinners, Christ died for us. (Romans 5:8 NKJV)

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8 TB)

BUT GOD.

Tuhan tau manusia itu sebenarnya sampah karena dosa yang melekat padanya,
Tuhan tau manusia itu ujungnya maut mau jungkir balik kek apapun juga.
Tuhan tau manusia itu ga akan pernah bisa masuk ke dalam kerajaanNya karena dosa yang membelenggunya.

TETAPI TUHAN..

Tuhan ambil inisiatif.
Tuhan turun tangan.
Tuhan yang bergerak.
Tuhan berpikir dan bertindak.
Tuhan proklamirkan kebenaranNya.
Tuhan tunjukkan keadilanNya.
Tuhan buktikan kasihNya.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Sejak awal manusia berdosa, Tuhan sudah merancangkan hadirnya Penyelamat. 
Namanya Yesus Kristus.

Sedemikian rupa dibuatNya sehingga Yesus adalah a perfect man dan a perfect God yang sanggup menjadi manusia untuk mati menanggung seluruh murka Tuhan atas dosa yang diperbuat oleh seluruh manusia di bumi ini.

Sebelum Yesus Kristus mati, Dia berkata "Sudah Selesai" yang artinya bahwa seluruh penghukuman dan kutuk atas dosa sudah ditanggung dan sudah diselesaikan di dalam tubuhNya di atas kayu salib.

Dia pun bangkit menyatakan bahwa Dia telah menang atas upah dosa -- yaitu maut.

Semua karena KasihNya pada kita.

For God so loved the world that He gave His only begotten Son, that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life. (John 3:16 NKJV)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16 TB)

..

Kalo bisa divisualisasikan, gue merasa seperti seorang yang terdesak di tengah lautan manusia yang berjalan menuju maut. Terdesak sedemikian rupa dan tau kalo gue tersesat dan terjatuh dan ga bisa bangkit lagi (seperti lagu ya wkwk). Dan somehow ada seseorang yang berlari ke arah gue dengan jubah kemuliaanNya yang berkibar-kibar (karena berlari) dan Dia datang menunjukkan tanganNya yang berlubang dan berkata "Semua sudah Kuselesaikan. Maukah kamu menerimaNya?" dan gue hanya bisa menangis dan mengangguk-angguk. Dia peluk gue. Dia angkat gue. Dia taruh gue di atas bahunya. Dia bawa gue berbalik dari arus yang ada, berlari mengarah pada sebuah kastil besar tempat Dia tinggal. Dia bawa gue kesana dan sampai ke depan gerbang kastil kerajaan itu, Dia turunkan gue. Dia pegang tangan gue yang gemetar melihat seluruh bangunan dan jalanan yang terbuat dari emas yang bersinar-sinar begitu cemerlangnya.

Dan Dia berkata: "Jangan takut. Akulah Aku. Immanuel."

Oh my God im crying while im writing this :"""

Jesus is the reason of all.
Jesus is the only reason that we can be accepted before God.

Jesus Christ is my Living Hope.

**

How great the chasm that lay between us
How high the mountain I could not climb
In desperation, I turned to heaven
And spoke Your name into the night
Then through the darkness, Your loving-kindness
Tore through the shadows of my soul
The work is finished, the end is written
Jesus Christ, my living hope

Who could imagine so great a mercy?
What heart could fathom such boundless grace?
The God of ages stepped down from glory
To wear my sin and bear my shame
The cross has spoken, I am forgiven
The King of kings calls me His own
Beautiful Savior, I'm Yours forever
Jesus Christ, my living hope

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Then came the morning that sealed the promise
Your buried body began to breathe
Out of the silence, the Roaring Lion
Declared the grave has no claim on me

Then came the morning that sealed the promise
Your buried body began to breathe
And out of silence, the roaring Lion
Declared the grave has no claim on me
Oh Jesus, Yours is the victory, whoa!

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Oh Jesus Christ, my living hope
Oh living hope
Yeah, He's our living hope
He's our living hope
Yeah, He's our living hope
And I believe it
You're my living hope
Yeah, You're my living hope
You're my living hope
Yes you are, yes you are, in many ways
In many ways
In many ways
You are, you are, you are, you are
In many ways

Hallelujah, praise the One who set me free
Hallelujah, death has lost its grip on me
You have broken every chain
There's salvation in Your name
Jesus Christ, my living hope

Oh Jesus Christ, my living hope


Songwriters: Phil Wickham / Brian Mark Johnson
Living Hope lyrics © Bethel Music Publishing


_____
*anywaaaay, im okay with this kind of community, in fact i love them! obviously ini adalah season yang baru buat gue. doakan aku yah wakakakakka..





Sunday, January 20, 2019

God's Blessings

GENESIS 1

The way God bless is by saying a word.

Genesis 1:22 And God blessed them, saying, “Be fruitful, multiply, and fill the waters in the seas, and let birds multiply on the earth.”
Genesis 1:28 And God blessed them [granting them certain authority] and said to them, “Be fruitful, multiply, and fill the earth, and subjugate it [putting it under your power]; and rule over (dominate) the fish of the sea, the birds of the air, and every living thing that moves upon the earth.”

Tuhan memberkati dengan cara berkata-kata. Dan Dia memperkatakan hal yang ingin dilihatNya, bukan memperkatakan hal yang sedang Dia lihat. This is how He bless the world. 

Berhubung kita diciptakan segambar serupa dengan gambar Allah.. maka jika kita ingin hidup kita diberkati, kita kudu memperkatakan hal yang ingin kita lihat. Sama seperti cara Tuhan memberkati.  

Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 

Perkatakan berkat atas hidup kita. Perkatakan apa yang ingin kita lihat. Bukan berarti kita denial, tapi inilah iman percaya. Personally, ini nampar gue banget sih, krn gue sering bgt ngomong yang ngaco terutama ke diri gue sendiri, karena ya faktanya demikian. Tapi kalo mau liat berkat Tuhan, maka hati-hati gunakan mulut, karena ada kuasa di dalamnya. Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1-2). 

Contohnya gini:
"Bro, gimana kabar lo? Denger2 kmrn baru abis keluar dari ICU?
"Iya nih bro, gue masih kudu recovery nih. Masih ga enak sih badannya. Tapi gue percaya Tuhan Yesus udah sembuhin gue dan gue bisa pulih total."
"Amin bro, amin. Get well soon bro!"

****

Wednesday, January 16, 2019

Personal Rhema

Minggu ini gue decide untuk mulai lagi baca alkitab rutin tiap hari (kemane aje handoko?). Baru 2 hari sih WAKAKAKAK. Itu juga karena accident. Awal taun baru gue udah ngawur kagak jelas ngeselin dah. Gue akhirnya 'lari' dengerin sermon lagi. Perjamuan lagi. PW lagi. Hati langsung berasa kaya dibersihin. Rasanya jadi lebih waras aja wkwk.

So, udah 2 hari nih gue baca alkitab (weitz ini prestasi loh guys wkwk). Gue ikutan bible reading plan di app Bible. 2 pasal aja per hari: 1 pasal PL + 1 pasal PB. Bahagia banget bacanya, karena kadang gue suka bosen baca PL, dan pengen liat PB, begitu pula sebaliknya. Dan gue bukan orang yang suka baca loncat-loncat. Maunya runut gitu. Puji Tuhan gue cari di app Bible dan nemu bible reading plan yang menyenangkan sekaliiii. Karena dengan 2 pasal, gue jadi bisa eksplor pasal itu dengan liat terjemahan inggrisnya (gue paling suka Amplified) terus bisa cari-cari commentary-nya. Wadow seru abis. Dan entah mengapa rasanya Firman itu seperti hidup dan benar-benar berbicara. Kaya ada highlight-nya tiap pasal. Ya biasa disebut dengan rhema ya hehe. Emang sih lama jadinya. Beresnya itu (kalo rajin) 2 tahun hahaha. Tapi gue ga ngejar cepet-cepetnya sih. Gue pengen dapet pewahyuannya #ceilah dan rhema yang tadi gue bilang.

So..... daripada rhema-nya gue pendem di hati, gue memutuskan untuk menuliskannya disini! HIP HIP HOORAY!! Gue akan menambah 1 label lagi: Personal Rhema πŸ˜ƒ karena pasti tiap orang-orang dapet rhema yang beda-beda yah makanya gue bilang ini personal rhema heuheu. Tapi tetep gue berharap ini bisa jadi berkat buat siapapun baca, including myself qiqiqiqi.

Anw, personal rhema ini pasti akan gue tulis dulu di hape, baru gue post disini. Jadi rhema-rhema ini akan menambah juga deretan post di label Tulisan Hape.

So, stay tuned yahhh...
and please doain gue biar ga males wkwkwk.

See you in Personal Rhema! πŸ˜„

SITU NGERASA PINTER?

1 Kor 1:3 
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

Waktu pertama gue baca ayat ini, gue rada bingung. Yesus membenarkan, menguduskan dan menebus kita? Hmm oke deh gue ngerti bagian ini, tapi "..dalam Kristus Yesus.. telah menjadi hikmat bagi kita.." maksudnya gmn ya?

Bbrp wktu terakhir gue menyadari bahwa ternyata Tuhan ga hanya ingin menjadikan kita benar dan kudus dihadapanNya, tetapi juga ingin menjadi hikmat bagi kita.

Kalo maroon 5 bilang "we're just a speck of dust within a galaxy" tapi entah mengapa meski kita tau kalo kita hanya setitik debu, seringkali kita merasa otak kita keren banget smpe rasa2nya kita bisa buat apapun dengan apa yg ada di otak kita. Kita ngerasa pengalaman organisasi, pendidikan tinggi, pengalaman kerja bikin kita jd pinter.. pdhl ga juga. Hikmat Tuhanlah di atas segalanya.

Dan dengan ngandelin apa yg ada di otak, malahan yg ada banyak keputusan yg kita buat berujung pada kekecewaan, kegagalan dan rasa frustrasi.

Yoh 15:5b 
"..sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." 

Bisa dikatakan kita itu dodol lah di luar Tuhan. Dan puji Tuhannya, Bapa ga pengen kita jd org dodol. Tuhan ga hanya ingin kita ditebus dr dosa dan mati masuk surga doang, tp Dia rindu menuntun kita hari demi hari, dlm setiap aspek hidup dan pengen kita bisa menikmati hidup di bumi.

Mzm 91:16 
"Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia.."

Itulah mengapa Dia ingin Yesus jd hikmat bagi kita. Dalam setiap situasi yang ada di depan kita, Bapa tau kapasitas mata dan otak kita terbatas dan Dia tau kalo kita butuh intervensi illahi untuk kita ngerti jalan yg terbaik itu yg mana.

Pertanyannya kemudian gimana sih kita bisa menikmati hikmat?

1. Focus on Jesus
Hikmat itu ada di dalam Yesus, maka kita harus fokus pd Yesus. Gimana caranya?

Amsal 3:6 
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Tiap pagi, tiap hari sadari kalo Yesus di dalam kita dan kita di dalam Yesus.. dan Dialah hikmat bagi kita. Akui Dia. We can say this "Tuhan Yesus Engkaulah hikmatku. Luruskan jalanku. I cannot but You can."

2. Be humble
Tuhan itu pribadi yg gentle, Dia ga akan memaksakan sesuatu ke kita kalo kita ga mau. Bahkan berkat pun ga Dia paksakan kok. We need to be humble. Ambil waktu untuk bilang "Lord, You know what, I am dumb without You. And I need You."

Yak 1:5 
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati..

3. Be open
Punya hati yg terbuka dan be aware sm arahan T. Dia bisa bicara lewat media apapun: orangtua, pembimbing, sahabat dan bahkan situasi yg ada. 

But most of all Dia kasih hikmat lewat Alkitab yg terbuka. Kita bersyukur dulu Salomo minta hikmat dan skrg kita tinggal baca hikmat yg T kasih ke Salomo, slh 1 nya adl kitab Amsal. 

Advice: Amsal itu 31 pasal dan kita bisa baca Amsal sesuai tanggal. Misal hr ini tanggal 10 kita baca Amsal 10. Besok Amsal 11 dan seterusnya. (31 pasal Amsal gue rasa bukan kebetulan ya πŸ˜…)

Dan tentu juga ga cuman Amsal, kitab lain pun jg hikmat T tapi memang Amsal  spesifik bgt ngasih hikmat2 kehidupan.

4. Be ready to change

Yak 1:22 
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja..

T kasih hikmat bukan krn Dia pengen jd diktator tp semata2 Dia pengen kita hidup bahagia. Sama seperti bapak di bumi yg pengen anaknya hidup baik, demikian juga Bapa di surga pengen kita panjang umur dan berbahagia. Jadi tau dan melakukan hikmat bukan buat nguntungin T (krn buat apa?) tp semata2 untuk keuntungan kita sendiri.

He wants us to have a satisfying life and He cant wait to guides us, leads us and blesses us.. by becoming wisdom to us πŸ’“

Kolose‬ ‭2:3‬ ‭TB‬‬ 
..sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.



____
Gue inget banget nulis ini di hape pas lagi di busway mau ke kantor.
Gue share di grup PMK, ci Ellis liat, trus dia minta ijin buat share tulisan ini.
Ya gue mengiyakan dong.. lah ternyata di share nya di grup anak PA-nya. Yang mana aku mah siapa atuh haha. Hanyalah remah-remah ferero rocher wkwkwk. 
Anw, ini tulisan tanggal 4 November 2017 😊

Saturday, January 12, 2019

Tuhan Bicara Pake Petir?

Baca devo tiap hari itu penting. Kenapa? Karena T bicara lewat devo itu. Sering kali kita orang kristen (apalagi kristen karismatik) senengnya sama sesuatu yg super super. Kepengen denger suara Tuhan bicara audible, atau beri kesan kuat di hati, atau liat tulisan di langit, atau dapet nubuatan dr seseorang, atau bahkan kalo bisa Yesus menampakkan diri di depan kita.. dan kita baru bisa bilang kalo Dia bicara ke kita.

Ga ada yg salah dengan pernyataan supranatural, tapi, di banyak waktu, Tuhan bicara lewat FirmanNya dan FirmanNya adalah alkitab yg dibukukan sm LAI itu. Karena FT adalah perkataan dari hembusan nafas T itu sendiri (God-breathed words). Bahkan Yesus sendiri adl "Firman yg menjadi manusia". We can find Jesus through the reading of the scripture.

"Firmanmu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" maka penting untuk tiap hari punya pelita dan terang. Buat porsi baca FT mu tiap hari. It will be up to you. Mungkin ada yg sanggup baca 5 pasal per hari, atau 3 pasal per hari, atau mungkin 1 pasal aja.. it's fine. Intinya kalo masih laper, ya makannya ditambah. Kalo ternyata setelah sekian lama baca 1 pasal aja kok terasa kurang, ya tambah lagi aja. Kalo saya sih, antara 2-3 pasal sehari + 1 renungan jadi. 

Org Yahudi juga punya kebiasaan turun temurun baca Torah tiap hari. Mereka kudu baca bbrp porsi Torah yg sama untuk tiap org Yahudi. Di tahun 1997, pernah ada tragedi kecelakaan helikopter yg cukup besar di Israel dan ternyata tragedi itu pas dengan pembacaan Torah untuk hari itu. (Kisah lengkap sila buka link ini dan ini). 

Kok bisa pas banget ya? Ya begitulah sistemnya T.

Ga perlu jd orang super religius utk baca FT tiap hari. Kita bisa baca lewat media apa aja, bs buku atau app (recommended: app Alkitab & Bible). Kalo ternyata ga keburu baca di pagi hari buta? Ya baca aja sebelum kelas mulai. Atau pas lagi di angkot. Atau kamu tipe yg lebih suka denger dibanding baca? Bisa pake fitur audio di app Bible. Atau juga bs denger sermon pake earphone. Dulu di keluarga kami ketika kudu pergi dan masih sering bawa mobil pribadi (soalnya skrg udh jarang), kita sering denger cd kotbah sepanjang perjalanan. Bahkan pernah juga sambil bawa temen / keluarga yg belom percaya (wkwk).

Wis pokok'e faith comes by hearing and hearing and hearing the Word of Christ. Baca/denger FT terus dan terus biar iman kita makin teguh di dlm Yesus.



_____________
Anw, ini tulisan udah mayan jadul haha. Gue copy dari note gmail waktu jamannya masih pake android. 
Tertulis edit terakhir bulan Feb 2017.

When Cough Hit Me (Testimony)

Jadi pulang dr Malang aku kena radang tenggorokan yang imbasnya jadi batuk pilek. Batuknya ga cuman krn gatel di tenggorokan tp juga seperti ada dorongan dr dalem yg kepengen batuk (yg pernah batuk pasti ngerti). 

Nah, beberapa waktu terakhir aku berdoa ga bersuara (dalam hati/berbisik). Tp semalam abis pulang dr MSJ sebelum tidur aku kepengen berdoa bersuara. 

Saat aku ngomong "Tuhan Yesus" somehow aku merasa dorongan ingin batuk ky kesedot ke dalem πŸ˜… (God is my witness). 

Di MSJ aku belajar di Rom 10:10 "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Bahwa klo hati kita percaya maka kita dibenarkan, klo mulut kita mengaku maka kita diselamatkan. 

Ketika momen "batuk kesedot" itu terjadi aku langsung confess dlm doaku "Aku sudah disembuhkan. Aku sembuh oleh kuasa Darah Yesus. Aku adl ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yg baru sudah datang." Setelah berdoa confess dengan mulut aku, aku juga berbahasa roh. Dan kemudian... (God is my witness) rasa ingin batuk itu hilang seketika 😭😭 

Aku jd belajar banyak hal:

1... God is ALWAYS be with us, and there is NOTHING can separate us from His presence and His love.
Krn sejujurnya aku cuman ngomong "Tuhan Yesus" doang tp efeknya luar biasa. Bukti bahwa Dia hanya 'sejauh' perkataan saja krn Dia selalu hadir dan siap untuk menyelamatkan.

2.. We need to confess our faith.
Aku belajar klo iman kita perlu diperkatakan, krn "i believe therefore i speak". Kita harus declare dengan mulut kita akan iman percaya kita dan declare apa yg sedang T kerjakan dlm hidup kita. Iman ga bisa hanya di hati doang, tp kudu diperkatakan agar itu bermanifestasi dlm hidup kita. If we believe that Jesus is our God, we need to pray the salvation prayer with our mouth and confess "Jesus, i believe that you died and rose for me. And i declare that You are my Lord and Savior"

3.. There is power in speaking in tongues!!
Sejujurnya setelah momen batuk kesedot dan confession itu, aku bahasa roh ga abis abis πŸ˜… dan selama aku berbahasa roh, aku semakin terus merasa dorongan batuk terus menghilang smpe ketiduran πŸ˜…. Paulus bilang "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh" artinya berbahasa roh ga cuman di gereja pas ibadah doang, atau hanya saat musik sedang naik sampe badan merinding πŸ˜‚ tp kebenarannya adl kita bisa berbahasa roh kapan aja. Berbahasa roh ga mesti teriak-teriak diikuti tangan geter, tp bisa pelan dengan suara kecil--namun kuasanya tetap sama. "He who speaks in a tongue edifies himself". Krn kata 'himself' ga cuman bicara roh aja tapi termasuk di dalamnya jiwa dan tubuh. Klo lagi sakit, kita bisa semakin lagi berbahasa roh.

Overall, sejujurnya aku jarang mengalami kesembuhan instan ky gini dan benar-benar krn kasih kemurahan T aku bisa ngalamin begini (bcz who am I without Him 😭). Itu artinya juga klo macam aku aja bisa mengalaminya, kamupun juga bisa. Bcz it is not about how bad we are, but it is about how Good God is for us 😭. Yesus baik. Haleluya. Amin.

The Constant Messiah

‭‭Hebrews‬ ‭13:8‬ ‭AMPC‬‬
“Jesus Christ (the Messiah) is [always] the same, yesterday, today, [yes] and forever (to the ages).”

Ada orang kusta yang terpinggirkan karena sakit dan stigma buruk krn sakitnya. Yesus datang, menyentuhnya, menjamahnya dan menyembuhkannya. (Mat 8).

Ada Petrus yang sudah menyangkalNya 3 kali. Balik lagi jadi penjala ikan. Tapi ketika Yesus bangkit dari maut, Yesus masih mau temuin Petrus. Memberi mandat utk menggembalakan domba-dombaNya. Yesus pulihkan status Petrus. Ga peduli kesalahan di masa lalunya kaya gimana, kehendakNya jadi (Yoh 21).

Yesus selalu menyembuhkan. Yesus selalu memulihkan. Agar kehendak Bapa jadi dalam hidup setiap anakNya. Yesus yang sama akan mengerjakan pekerjaan baik untukku hari ini. He is the same yesterday today and forever. Be still.

Kamu Tau Jumlah Rambutmu Ada Berapa?

Lukas 12:6-7
(6) Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, (7) bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Di ayat ini Tuhan Yesus sendiri bilang "rambut kepalamupun terhitung semuanya". What a crazy God. Ngapain juga Dia hitung rambut kita? Gunanya apa? Kita aja ga peduli rambut kita ada berapaπŸ˜…

Tapi disini T mau tunjukkin bahwa T ga hanya peduli sama hal2 major dalam hidup kita, tp bahkan sama hal2 minor. Sesayang2nya gue sama ponakan, gue ogah juga hitungin rambutnya ada berapa.. tp T mau hitungin rambut kita😭 Kasihnya sedalam itu, sepeduli itu, sepersonal itu.

What is matter to us, it is also matter to Him, no matter how small or how big that problem is.

Kalo rambut aja Dia mikirin, apalagi pergumulan kita yg lain. Jesus is really that good😭

True Worshippers

Yohanes‬ ‭4:23‬
TB “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”
NKJV “But the hour is coming, and now is, when the true worshipers will worship the Father in spirit and truth; for the Father is seeking such to worship Him.”

Bapa rindu agar seluruh orang bs menyembah Dia (obviously bcz He is a true God) tp Dia tidak hanya ingin orang sekedar menyembah.. tp bisa menjadi penyembah yang benar. Bahkan Dia benar2 mencari penyembah yang demikian. Pertanyaan: penyembah yang benar (a true worshippers) itu kaya gmn? Yesus bilang: penyembah yang benar akan menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (in spirit and truth).

Karena ada kata "dan" dalam ayat "dalam roh dan kebenaran (truth)" maka bisa dibilang frasa ini seperti mata koin. Ga bisa dipisahin. T mau ini seperti paket utuh dan wajib utk bisa menjadi penyembah benar.

1.. Dalam roh
Penyembahan kita itu dalam roh. Spiritually and not physically. 

Secara fisik itu berarti: harus dateng ke temple, offering sacrifice (domba yang tidak bercacat), tidak dapat dilakukan tiap hari (krn harus ke temple and offering an animal sacrifice). 

Puji Tuhan bahwa Yesus sudah robek tirai pemisah antara kita dan Bapa lewat korban tubuh dan darahNya sendiri. Jesus is the perfect sacrifice to God! 

Lewat apa yang sudah Yesus kerjakan, Roh Kudus dicurahkanNya bagi kita. And we can worship Him everywhere and everytime we want or when the Spirit led us to worship!

2.. Dalam kebenaran (truth)
"... Your word is truth.” (‭‭John‬ ‭17:17‬)

Firman Tuhan adalah kebenaran. Dan kita menyembah Bapa dalam kebenaran Firman Tuhan!

Kita ga menyembah ngawang-ngawang. "Oh yang penting aku ngerasain merinding ser-ser, rebah, guling-guling, nangis kejer"πŸ˜‚ but we must worship Him in spirit AND in truth.

“And you shall know the truth, and the truth shall make you free.” ‭‭(John‬ ‭8:32‬)

Know the truth = that truth set us free
Dont know the truth = nothing can set us free

Kebenaran tentang kesembuhan 
‭‭Yesaya‬ ‭53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Kebenaran tentang keselamatan
‭‭Efesus‬ ‭2:8-9‬ “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Kebenaran tentang kekudusan
‭‭Ibrani‬ ‭10:10‬ “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”

Dan msh banyak kebenaran lainnyaπŸ˜„

Ketika kita tau kebenaran, we worship God in a right perspective. 

Menyembah bukan dengan begging God minta disembuhkan, tapi menyembah krn tau kita sudah disembuhkan. Yesus sudah tanggung sakit kita di atas kayu salib.

Menyembah bukan agar kita diselamatkan, Tuhan jd seneng dan kita jd lebih layak masuk surga. No. Menyembah karena nama kita sudah tercatat di buku kehidupan. Menyembah krn oleh kasihNya yang besar kita dapat menerima pengampunan dosa yang Yesus sediakan. Kita diselamatkan karena kasih karunia oleh iman. By grace through faith. Grace supplies, faith takes. We are saved. Secured eternally. And we worship as a gesture of gratitude to our gracious God.

Kita menyembah bukan biar kita jadi kudus. Tapi menyembah krn oleh korban tubuh dan darah Yesus, kita telah dikuduskan 1 kali untuk selamanya. Sekali untuk selamanya! Can u imagine😭 

T bilang kesalehan kita itu seperti kain kotor (Yes 64:6). Mau jungkir balik kaya apapun juga ga akan bisa kita kudus sempurna di hadapan Bapa. Tapi kita dikuduskan. Oleh korban Yesus yang sempurna di atas kayu salib. 

Oleh karena kita dikuduskan, kita hidup kudus karena kita sudah kudus! Kita mengambil bagian dalam kekudusan Allah dan semakin hari berjalan di dalam kekudusan.

We worship because we know we are nothing without Jesus. We cannot become holy no matter how hard we try. But by His great grace toward us, we have been sanctified by His sacrifice.

Worship God in spirit AND in truth.

"The true worshippers will worship the Father in spirit and truth.. for the Father is seeking such to worship Him."

Blessed or Cursed?

Galatia 3:13-14
(13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (14) Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Jujur sih gue bergidik tiap kali baca kitab yang isinya ttg kutukπŸ˜… Ulangan 27-28 dengan jelas menuliskan seluruh kutuk hukum taurat. Bahkan gilanya klo kita baca pasal tentang kutuk (Ulangan 27), bangsa Israel selalu mengakhirinya dgn 'Amin' sementara di pasal tentang berkat, ga ada kata Amin. WHAT IN THE WORLD IS THAT😭 Kenapa juga harus say Amen sama kutuk gituloh🀦‍♀️

Tapi kemudian gue sadar bahwa we all deserve that curse because none of us can keep the law. Makanya mereka bilang Amin pd kutuk bcz we dont deserve to say Amen to the blessings😭 We all have sinned and fall short of the glory of God. Mungkin gue ga pernah membunuh orang, tp dalam hati gue pernah benci sm orang, dan TY bilang itu sama aja dengan membunuh (Mat 5:22). Bahkan gue adalah kandidat yang paling sering melanggar hukum taurat no 10 krn gue paling sering kepengen punya barang orang lain🀦‍♀️ Dan jika gue melanggar 1 hukum maka itu sama aja dengan melanggar semuanya (Yak 2:10)

Tp pagi ini gue diingetin sm ayat ini.. and this is such a good news for me😭 "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita"

Kristus telah menebus ➜ telah menebus artinya T sudah selesai menebus
Dari kutuk hukum taurat ➜ menebus dari seluruh kutuk hukum taurat yg seharusnya kita terima semuanya itu
Dengan jalan menjadi kutuk ➜ Dia jadi seluruh kutuk-kutuk itu as if Christ took our place and hung at the cross
Karena kita ➜ ga ada alasan lain, tp hanya karena kita😭 Krn kitalah yang harusnya terima tapi Dia yang gantikan posisi kita.

Kalo kutuknya sdh ga ada, artinya yang tersisa hanyalah berkat. We can say Amen to every blessings!! We can receive blessings and we can say Amen bcz Christ has redeemed us from the curse!!

Jujur aja sih gue masih suka menemukan sisa-sisa kutuk di hidup gue. Kadang gue msh suka fearful, anxiety super smpe ga bisa berpikir dengan jernih, even depressed. Muka gue jd ketuaan krn overthinkingπŸ˜… But after i know this verse, i want to POSSESS my position in Christ. I want to OWN my blessings that has been purchased by Jesus' sacrifice. Possess by declare it boldly! Let's posess it togetherr!!! 

Anw, dulu kita begini ➜ "Segala kutuk itu akan datang ke atasmu, memburu engkau dan mencapai engkau, sampai engkau punah.." (Ul 28)
But after we put our faith in Christ we receive this! ➜ “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.” (Mzm 23)

THANK YOU JESUS!!!!!!!

Saturday, January 5, 2019

You Have Jesus as Your Wisdom

You Have Jesus as Your Wisdom
Wisdom is the principal thing; therefore get wisdom. And in all your getting, get understanding.
Proverbs 4:7
God wants us to go after wisdom. Wisdom is the “principal thing”, He tells us. We are not to go after riches. But when we have wisdom, all the things we seek will follow after us, including honor and length of days. So never make riches your goal! 
My friend, if you lack wisdom, simply ask God for it. He will give it to you “liberally and without reproach” (James 1:5). The truth is that He has already given you wisdom when He gave you Jesus, “who became for us wisdom from God” (1 Cor. 1:30).
So if you are facing a challenge at work and you don’t know how to resolve it, say, “Jesus, You are my wisdom. I thank You that You will provide me with the best solution.” If you have a wayward child, say, “Jesus, thank You for wisdom in loving and raising this child well.”
Beloved, you are most blessed to have Jesus, in whom resides all the treasures of wisdom and knowledge!

Friday, January 4, 2019

Not by Accident or Coincidence


Not by Accident or Coincidence
And she happened to come to the part of the field belonging to Boaz.
Ruth 2:3 (boldface mine)
I like how the King James Version translates Ruth 2:3: “and her hap was to light on a part of the field belonging unto Boaz” (boldface mine). The Hebrew word for “to come to” and “to light on” is qarah. And the Hebrew word for “happened” and “hap” is miqreh, which comes from the word qarah. Incidentally, the word happy comes from the old English word “hap,” which is why when happenings happen the way you want them to happen, you are happy!
I don’t know how many times I have heard testimonies from people who happened to meet an old friend in need and were able to minister to the friend, or who happened to have been delayed or who happened to change their original plans and, because of that, were protected from danger. My friend, none of those things happened by accident or coincidence. It was the Lord giving them eth and qarah—putting them at the right place at the right time!
This is reflected in a praise report from Sandy, who lives in Singapore.
Before I drive, I always make it a point to pray for protection. On March 31, I prayed as usual before I started driving toward the city.
I got stuck in heavy traffic and the cars were inching forward toward a major traffic junction. Like many motorists, I got impatient and was disappointed when the traffic light turned red just as I was approaching the junction. Then, I heard a strange sound of something cracking, and I was shocked as a huge old tree fell and hit the roof of the car right in front of me, creating a huge dent in its roof and shattering the rear windscreen.
By God’s grace, the driver of the car emerged unscathed. Needless to say, I was very grateful to God when I realized that He had placed me at the right place at the right time so that I wasn’t hurt.
I am very thankful to Jesus for His divine protection. Without His wings of protection over me, I may not even be alive today. Thank You, Jesus!
Even with something as mundane as driving on the road, which many of us do every day, we need to make it a point to pray for the Lord’s protection. Let’s not put our trust in our daily routines, our skills, or our limited ability to foresee danger. Our trust must be in the Lord’s protection.

Tuesday, January 1, 2019

I Live To Know You

I Live To Know You



Standing in Your presence
Lord, my heart and life are changed
Just to love You and to live to
See Your beauty and Your grace

Heaven and earth cry out Your name
Nations rise up and seek Your face
And Your Kingdom is established
As I live to know You more

[Chorus]
Now I will never be the same
Spirit of God, my life You've changed
And I'll forever sing Your praise
I live to know You, Lord [x2]

You've called me, I will follow
Your will for me I'm sure
Let Your heart beat feel my heart's cry
Let me live to serve Your call

Heaven and earth cry out Your name
Nations rise up and seek Your face
And Your Kingdom is established
As I live to know You more

[Chorus]

I live to know You, Lord [x2]

Heaven and earth cry out Your name
Nations rise up and seek Your face
And Your Kingdom is established
As I live to know You more

Now I will never be the same
Spirit of God, my life You've changed
And I'll forever sing Your praise
I live to know You, Lord
I live to know You, Lord

[Chorus]

I live to know You, Lord [x4]


Sunday, December 30, 2018

I Will Bless You Lord

I Will Bless You Lord
Darlene Zschech





I trust in You, my faithful Lord
How perfect is Your love
You answer me before I call
My hope, my strength, my song

And I shout for joy, I thank You, Lord
Your plan stands firm forever
And Your praise will be continually
Pouring from my heart

I will bless You Lord, I will bless You Lord
How my soul cries out for You my God
I will bless You Lord


Saturday, December 29, 2018

Another Boring Verse: New Perspective

Yesaya 9:6-7
(TB) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
(NKJV) For unto us a Child is born, Unto us a Son is given; And the government will be upon His shoulder. And His name will be called Wonderful, Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.

I know there are a lot of verses that speaks about Christmas, but this one.. phew.. is so common to use. Betul atau betul? Gue percaya udah bukan makanan asing buat orang kresten baca ayat ini entah di gereja atau sebagai postingan ucapan Natal di Instagram.

Saking umumnya kadang gue bosen baca ini wkwk. Karena merasa udah tau, bahkan udah apal. Tahun lalu gue baru ngeh juga ternyata ada lagunya. Lagunya slow banget lagi. Makin bosen deh haha.

But this year, I see this verse in another perspective.

Ayat ini merupakan sebuah nubuatan yang muncul di masa Perjanjian Lama, yaitu oleh nabi Yesaya. Yesaya menubuatkan kedatangan Seseorang yang akan menjadi Pembebas bangsa Israel dari kesesakan yang mereka alami. Bahkan kalo kita baca judul perikop dalam NKJV ditulis dengan "The Government of the Promised Son". Ada Seorang Anak yang dijanjikan akan datang dan memerintah di Israel.

And as we know, this verse speaks about the first coming of Jesus Christ. Nubuatan ini digenapi ketika Yesus lahir dan datang ke dunia 2000 tahun yang lalu. Seorang Anak itu telah datang dan dialah Mesias yang dijanjikan itu. And it is all about the Christmas that we celebrate these days.

Yang menarik adalah: bagaimana penggambaran yang ditulis oleh nabi Yesaya mengenai Yesus. Yesaya menyatakan berbagai label yang disematkan kepada Yesus. "And His name will be called .."  Bagaimana Yesus dipanggil dan disebut, lekat dengan karakter yang dimiliki Yesus.

Nah ini juga menarik.. yang namanya nubuatan, tentu tidak berasal dari diri Yesaya itu sendiri. Bernubuat adalah salah satu karunia Roh Kudus (RK). Karunia.. itu berarti diberikan oleh RK kepada Yesaya. And Holy Spirit is the Spirit of God Himself. Artinya label/sebutan ini adalah yang diinginkan Tuhan bagi manusia untuk dapat tau dan mengenal seperti apa pribadi Yesus itu.

And He wants to be known as this:
Wonderful, Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.

Wonderful? Well I'm okay with that. Tuhan itu pasti ajaib. Iyalah namanya juga Tuhan. Kalo Dia bukan pribadi yang ajaib yah malah aneh. Tuhan mah jagoannya buat yang ajaib. Kaya laut terbelah, matahari berhenti, badai laut jadi tiba-tiba adem. 

Counselor? Hmm.. rada-rada mulai membingungkan. Tuhan sebagai Penasihat? Jadi Tuhan ditanya-tanya gitu sama manusia? Trus Tuhan jawab? Kok Tuhan mau? Why?

Menarik sekali bahwa label ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat mau dan rindu untuk dapat dilibatkan dalam kehidupan manusia. Even in our daily life. Tuhan mau jadi seorang Penasihat. Tuhan banget-bangetan pengen punya relasi yang konstan dengan kita manusia. Tuhan mau terlibat. Tuhan ingin ditanya. Dan Tuhan ingin menuntun.

Makanya ada ayat ini:
Ask, and it will be given to you; 
seek, and you will find; 
knock, and it will be opened to you.
(Luke 11:9-13)

He doesn't want to be known as a Law Giver, but a Counselor.

Dia bisa aja kasih setumpuk hukum, perintah dan ketentuan. Manusia tinggal baca dan ikutin deh. Tapi Dia mau jadi seorang Penasihat. Orang mesti dateng ke Dia dan Dia jawab. Ini sifatnya personal dan hanya bisa dilakukan secara personal. He is a Counselor. He is The Word of God (that incarnate as a man) who wants to guide us personally. How amazing is that! It really warms my heart to know that I have a God as my Counselor. I can count on Him :)

Next, Mighty God. Allah Perkasa. Lucu ya, sebenarnya ga perlu sih tulis kata "Perkasa" karena ya namanya Tuhan pasti perkasa yak wkwk. Tapi namanya manusia kadang kita sendiri suka meragukan kehebatan Tuhan. 

Gue ga yakin Tuhan sanggup pulihin keluarga gue. Terlalu rumit.
Gue gatau apa Tuhan sanggup sembuhin sakit gue. Ini penyakit langka.
Udah sekian lamanya gue sendiri. Apa iya Dia bisa beri gue pasangan hidup? (eh curcol :p)

Kira-kira begini kali ya: "Aya Aya.. tolong tambahin kata "Perkasa" ya. Bukan buat Aku, tapi untuk kalian bisa percaya bahwa Aku sanggup mengerjakan segala sesuatu yang baik di dalam hidupmu" 

Tuhan tauuuuu banget manusia itu ngeyel. Susah percaya. Makanya Dia tidak hanya mau dikenal sebagai Tuhan saja, tetapi Tuhan yang Perkasa! He is Mighty God! Mighty to save. Mighty to deliver us. Mighty to heal. Mighty to bring freedom. Mighty to sustain us till the end of our lives. Oh how Great He is!

And the next one is what amazes me the most: He wants to be called as Everlasting Father.

WHAT IN THE WORLD IS THAT.

Dua kata yang janggal. Pertama: disebut sebagai Bapa aja udah aneh. Kok bisa Tuhan jadi Bapa kita? Gimana cara tuh? Apalagi sebelumnya Tuhan dipanggil dengan Allah yang Perkasa, masa setelah itu disebut dengan Bapa yang Kekal? Ga nyambung jek.

Tapi kebenarannya demikian. Bahwa Tuhan tidak saja hanya ingin dikenal sebagai Allah yang Perkasa tetapi juga sebagai Bapa. 

Tuhan itu perkasa, yes. 
Tapi Dia Tuhan, sedangkan kita manusia. 
Dia ada di sana, dan kita di sini. 
Dia besar, tapi kita kecil.

Kita pikir Tuhan itu jauuuh disana, ga terjangkau rasanya.
Memang Dia perkasa, tapi apakah keperkasaan Tuhan dapat sampai kepada kita?

That's why, He wants to be known as a Father. Dia ingin dikenal sebagai Bapa. Bicara Bapa artinya bicara keluarga. Bicara keluarga artinya bicara tentang kedekatan. Kehangatan. 

Dia ingin dekat dengan kita. Dia ingin kita bisa merasakan kehangatan kasihNya yang besar. Dia ingin hubungan yang erat, layaknya seorang Bapa dan anak. Seperti seorang bapak yang melindungi, menolong, menuntun, mengajar, menghibur dan mengasihi anak-anaknya, demikianlah juga Dia terhadap kita. Dengan ini Dia mau memberi kepastian bahwa keperkasaanNya dapat sampai kepada kita karena Dia adalah Tuhan dan Bapa kita. 

Psalm 91:4,10-11
He shall cover you with His feathers,
And under His wings you shall take refuge;
His truth shall be your shield and buckler.
No evil shall befall you,
Nor shall any plague come near your dwelling;
For He shall give His angels charge over you,
To keep you in all your ways.

We have a Mighty God as our Father.
No need to worry because now we are so protected, secured, and loved by God.. because He is our Father and we are His children :')

Kedua: Tambahan lagi oleh RK, Dia disebut Bapa yang Kekal. Terjemahan Amplified tulis begini: "Everlasting Father [of Eternity]". Lagi-lagi menulis Bapa saja sebenarnya sudah cukup, tapi Tuhan menambahkan kata kekal disana. Bapa selama-selamanya sampai kekekalan. WOW. 

Anw, sebenarnya Tuhan bisa loh buat sebutan untuk dirinya Everlasting Judge atau Everlasting Creator atau Everlasting Holy. Tuhan itu Hakim yang adil, yes. Tuhan itu Pencipta alam semesta, yes. Tuhan itu Kudus dan Sempurna, yes. Tapi Tuhan memilih untuk manusia dapat lebih mengenalnya sebagai Everlasting Father. 

Bisa aja Tuhan tulis Everlasting Wonderful atau Everlasting Counselor atau Everlasting Mighty God, atau Everlasting Prince of Peace. Tetapi Dia ga memilih demikian. Penekanan selama-selamanya digunakan pada sebutan Father. Seolah-olah Tuhan mau memberi kepastian "I will be your Father forever and ever, and nothing can change that."

Roma 8:38-39
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Our Mighty God is our Everlasting Father!

We are protected eternally,
secured eternally,
and loved by Him eternally.

Praise be to God!

And the last one: Prince of Peace. Raja Damai. Sebutan ini merupakan alasan mengapa kita bisa memanggil Tuhan sebagai Bapa, mengalami keperkasaan Tuhan, menerima tuntunan dan hikmat dari Tuhan serta melihat keajaiban dan mujizat dari Tuhan.

Why?

Karena pada dasarnya kita ini adalah musuh Allah. Mungkin kita terlihat baik ga membunuh ga berzinah, tapi hati kita penuh kebencian dan hawa nafsu. Kita cenderung hidup dengan jalan kita sendiri tanpa mengindahkan hukum dan jalan-jalanNya. Kita memberontak. Kita ga tunduk pada hukum dan perintah-Nya. Kita ga mengasihiNya. Kita menolak mengenalNya, karena kita telah mati oleh kuasa dosa. Kecenderungan kita adalah untuk terus melakukan hal yang tidak benar.

Kita hidup menjadi tawanan dosa, living under the power of sin.
We are all sinners and become the enemies of God.

Roma 3:10-18
"..seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Kita menjadi musuh Tuhan oleh dosa yang menguasai kita. Dosa menjadi penghalang antara manusia dengan Tuhan dan Tuhan tau manusia ga akan bisa menyelesaikan masalah ini. We are dead because of the sin in us, and dead people cannot do anything. Bahkan dengan dosa yang sudah menguasai kita, kita ga akan kepikiran untuk bisa berbalik kepada Tuhan. We are so consumed by the sin.

Bahkan jika kita berpikir untuk berbalik kepadaNya, perbuatan baik kita pun tidak cukup untuk menyelamatkan kita dari dosa. Kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Tuhan.

Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. 

Tetapi puji Tuhan, Yesus datang. Dan Dia datang sebagai Raja Damai. Dia mendamaikan kita dengan Tuhan, dengan jalan turun menjadi manusia. Karena manusia yang berdosa maka manusia pula yang harus menebus konsekuensi dosa. Oleh karena itu Yesus turun ke dunia mengambil rupa sebagai manusia, merendahkan diriNya, menjadi sama seperti kita. Dia 100% Tuhan tetapi juga 100% manusia. Dengan demikian Dia juga menjalani hidup dengan seluruh perasaan, kondisi dan keterbatasan yang dimiliki sama seperti kita manusia. Tetapi Dia tidak hidup di dalam dosa. Dia lahir dari perawan Maria, yang memiliki arti tidak ada dosa yang turun ke dalam Dia. Dia lahir tanpa dosa, Dia tidak mengenal dosa. Dia tidak melakukan dosa. Di dalam Dia tidak ada dosa. Dia lahir dan hidup menggenapi seluruh ketetapan hukum taurat.

Dan pada akhirnya Dia naik ke atas kayu salib, mati sebagai orang berdosa. Menanggung seluruh hukuman dosa. Layaknya kita yang harus dihukum, tetapi Dia gantikan posisi kita. Sehingga kini bagi kita yang percaya dan menerima Dia, kita dibenarkan. Kita diperdamaikan oleh korban salib Yesus.

2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

God is not mad at us again, instead He loved us. Karena seluruh penghukuman atas dosa sudah ditanggung Yesus, persoalan dosa selesai, tak ada lagi penghalang antara kita dengan Tuhan and now we can call Him as Wonderful, Counselor, Mighty God, Everlasting Father, and Prince of Peace.

Kini kita berdamai dengan Tuhan dan mengenal jalan damai itu.
We were reconciled to God by the death of His Son.

Roma 5:10 (BIS)
...pada masa kita bermusuhan dengan Allah, kita didamaikan dengan-Nya melalui kematian Anak-Nya...

Sang Raja Damai telah datang. Memperdamaikan kita. Memberi damai dalam kehidupan kita. Dan kita bisa hidup sebagai pembawa damai bagi sesama kita.

And for this one you need to read a lil bit more carefully:


Yesaya 9:6-7
(TB) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Untuk siapa sih nubuatan ini? Untuk kita.

Untuk siapa Yesus lahir? Untuk kita.
Untuk siapa Putera ini diberikan? Untuk kita
Untuk siapa Yesus lahir dan mati? Untuk kita!

Inilah anugerah itu: Dia rela memberikan DiriNya hanya untuk kita. Tuhan bisa kok memilih jalan lain. Dia bisa menyapu bersih seluruh manusia berdosa (which is all man in the world) dan menciptakan manusia baru. Selesai. Beres. Tuhan Yesus ga perlu turun mati menderita. Ga ada ruginya buat Tuhan, memang siapa kita di tengah alam ciptaanNya ini?

Tapi Dia ga memilih demikian. Dia mengasihi kita. Dia mikirin kita.
Bahkan ketika Tuhan tidak ada dalam pikiran kita, Dia sudah mikirin kita.

Roma 5:8
(TB) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
(NIV) But God demonstrates his own love for us in this: While we were still sinners, Christ died for us.

Dia ga mau seorangpun terhilang. Dia mau kita ada bersama dengan Dia.
Dia lahir dengan misi untuk mati untuk kita agar tidak ada seorangpun yang percaya padaNya binasa.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

What a great love. Oh how He loves us.

Do you want to believe this good news?
Do you want to receive Jesus as your God and Savior? And receive all that He has done?

If you would like to accept Jesus and all that He has done for you, say this prayer and mean it from your heart:

"Lord Jesus, thank You for loving me and dying for me on the cross. Your precious blood washes me clean of every sin. You are my Lord and my Saviour, now and forever. I believe that You rose from the dead and that You are alive today. Because of Your finished work, I am now a beloved child of God and heaven is my home. Thank You for giving me eternal life and filling my heart with Your peace and joy. Amen."

I pray that this Christmas you can experience God's Great Love in your life in personal way :)

MERRY CHRISTMAS!


_____
Salvation prayer taken from this.